Apa yang Tersimpan di Dinding Mercusuar Itu
Drama
Apa yang Tersimpan di Dinding Mercusuar Itu
Cerpen Habel Rajavani
"ITU pulau mati. Tak ada orang yang tinggal di sana. Mercusuarnya juga sudah lama sekali tak terpakai. Memang masih tegak berdiri. Masih kuat. Peninggalan Belanda," kata lelaki nelayan itu sambil mengecat dan menuliskan nama perahunya dengan huruf yang bagus sekali. Aku tak pernah tahu ada jenis font seperti itu, entah apa namanya.
"Itu Pulau Sampurna, kan?" tanyaku.
"Betul. Tapi tak ada lagi orang yang menyebut na...
Baca cerita ini lebih lanjut?
Rp1.000
Suka
Favorit
Bagikan
Anda harus login atau daftar untuk mengirimkan komentar
Komentar (0)
Rekomendasi dari Drama
Novel
JIGAR & RISMA
Ellit Wijaya
Novel
Menyulam Luka di Penghujung senja
Tia Dia
Flash
PARMIN DAN BURUNG MAJIKAN
Hans Wysiwyg
Cerpen
Apa yang Tersimpan di Dinding Mercusuar Itu
Habel Rajavani
Novel
Rahasia Huruf T
Mizan Publishing
Flash
Dear Diriku
Anisah Ani06
Cerpen
Tragedi
Eko Hartono
Novel
The Salad Days
Bentang Pustaka
Novel
battle of wits
Bagas
Flash
Home : Fake Smile
Dwi Budiase
Novel
V-Three : Tetangga
Fadila Nur Latifah
Skrip Film
PREMIUM EIGHTEEN
Nia Amelia Suhada Dalimunthe
Skrip Film
warteg
Ainun
Skrip Film
Suamiku Patriarki
awanbiru
Novel
Cinta sejati
yopi
Rekomendasi
Cerpen
Bronze
Apa yang Tersimpan di Dinding Mercusuar Itu
Habel Rajavani
Cerpen
Bronze
Gadis Kecil dan Perawat Tanaman yang Bicara Pada Bunga-bunga
Habel Rajavani
Cerpen
Bronze
Di Pulau Itu Setiap Hari adalah Hari Sabtu
Habel Rajavani
Cerpen
Bronze
Sesaat Sebelum Bom Itu Meledak
Habel Rajavani
Cerpen
Bronze
Bagaimaan Frida Menemukan Persembunyian Skaramus
Habel Rajavani
Cerpen
Bronze
Berhenti Saja Kau Jadi Guru
Habel Rajavani
Cerpen
Bronze
Kenapa Mang Enjang Tak Suka Khutbah Bertema Politik
Habel Rajavani
Cerpen
Bronze
Rambut Baru Oma Nana
Habel Rajavani
Cerpen
Dia yang Memandang dari Seberang
Habel Rajavani
Flash
Lalu Terdengar Suara Parang Ditebaskan
Habel Rajavani
Cerpen
Bronze
Taksi & Malam di Jakarta
Habel Rajavani
Cerpen
Bronze
Apakah yang Kita Harapkan dari Hujan?
Habel Rajavani
Cerpen
Bronze
Lebih Pedih dari yang Pedih
Habel Rajavani
Cerpen
Bronze
Penjaga Kubur Itu Dulu Berjualan Sate Anjing
Habel Rajavani
Cerpen
Bronze
Begitulah Kelakuan Kawan Kita Si Rohim
Habel Rajavani