Tunggal, Ika, dan Ikan-Ikan di Kedung Mayit
1. 1

ETX. KEDUNG MAYIT-MALAM HARI

Sepasang sorot lampu mobil mendekati kamera, lalu berhenti. Pintu membuka. Tiga pasang kaki turun dari mobil. Pakai sepatu lars. Karung yang tampak mengembung dan berat diturunkan dari mobil. Karung diseret, lalu dilemparkan ke kedung. Air berkecipak.


SFX : Byur


Karung tenggelam. Sebelum sampai dasar kedung, ikatan karung lepas. Muncul mayat dari dalam karung. (SLOW). Tubuh mayat dipenuhi tato dan luka. Mayat melayang-layang. Tiba-tiba ujud mayat memudar, berubah jadi ikan, lalu berenang menuju ikan-ikan lain di dekat tumpukan tengkorak dan tulang belulang.


Insert : Tulisan

SFX   : Suara mesin ketik


Penembakan misterius (Petrus) yang juga disebut Operasi Celurit dimulai tahun 1983. Sasarannya para gali atau preman atau residivis. Menurut Tim Ad Hoc penyelidikan pelanggaran HAM, jumlah korban mencapai 10 ribu orang. Data tersebut dikutip dari hasil penelitian David Bourchier yang berjudul "Crime, Law, and State Authority in Indonesia”


FADE OUT


2.   EXT. RUMAH – PAGI HARI

Tunggal dan neneknya duduk di emper rumah kontrakan. Nenek memegang piring berisi nasi, sayur kangkung, dan sepotong tempe. Nenek menyuapkan sesuap nasi. Tunggal mengunyah perlahan-lahan. Menatap nenek.


NENEK

Ibumu menjadi merpati setelah melahirkan kamu. Menggeliat-liat sebentar di pembaringan, terbang melalui jendela, lalu melesat tinggi ke angkasa.


Tunggal berhenti mengunyah.

DISSOLVE TO :

Seekor merpati putih. Bertengger di atas kasur. Lalu terbang melewati jendela.

CUT TO :

TUNGGAL

Bapak? Bagaimana perginya?

Nenek menghela napas. Mencuil tempe, menjumput sayur kangkung, mencampur dengan nasi. Menyuapkan.


 

 

NENEK

Bapakmu kurang lebih sama dengan ibumu. Berubah jadi merpati. Menggelepar-ngelepar sebentar di atas tikar. Terbang melewati jendela. Lalu terbang tinggi ke langit. Yang beda hanya waktunya. Ibumu pergi pagi-pagi sekali. Bapakmu malam hari pas hujan turun.


Tunggal berhenti mengunyah. Memandangi neneknya.

DISSOLVE TO :

merpati warna hitam hinggap di tikar pandan, lalu terbang melalui jendela

CUT TO :

TUNGGAL

Kapan bapak ibu pulang?”


Nenek mengelus-ngelus rambut Tunggal, tersenyum.


NENEK

Entahlah. Perginya tak bilang-bilang. Haaak!


Nenek mengangakan mulut, Tunggal menirukan. Nenek menyuapkan suapan terakhir, lalu berdiri.


NENEK

Sudah habis. Nenek pergi jualan. Jangan keluyuran jauh-jauh. Nanti dimangsa serigala.


Nenek masuk rumah. Tak lama kemudian keluar lagi membawa nampan berisi gorengan. Menghampiri Tunggal yang duduk di undakan, menggapai rambut sambil terus berjalan. Melambaikan tangan tanpa menoleh. Tunggal menatap neneknya sampai hilang dari pandangan.


3.     INT. ETX. EMPER RUMAH. 

Nenek keluar dari kamar. Berjalan sempoyongan. Mendekap perut. Dua langkah berhenti. Muntah-muntah.


NENEK

Hoek! Hoek! Hoek


Susah payah nenek menuju kamar mandi, lalu muntah lagi.


NENEK

Hoek! Hoek! Hoek!


Nenek menutup kamar mandi.

 

NENEK (O.S)

Aduh! Ya, Allah. Perut ini sakit sekali. Aduh. Hoek! Hoek


Pintu kamar mandi terbuka. Nenek keluar. Meringis-ringis. Masuk kamar. Tak lama kemudian, Keluar lagi. Menuju kamar mandi.


NENEK (O.S)

Ya, Allah. Aduh. Kenapa ini. Hoek! Hoek!


4.     INT. KAMAR-SIANG

Nenek terbaring di tempat tidur. Wajah pucat. Mata cekung. Tunggal duduk di dekat nenek. Membetulkan selimut yang tersingkap. Memijat-mijat kaki.


NENEK

Tunggal, sepertinya nenek akan segera pergi.


Tunggal terus memijat-mijat kaki.


TUNGGAL

Ke mana, Nek? Menyusul ibu dan bapak?


Nenek memaksakan tersenyum. Batuk-batuk.


NENEK

Benar. Menyusul bapak ibumu.


TUNGGAL

Suruh pulang, Nek! Tunggal kangen.


Nenek batuk-batuk. Mau muntah tapi tak ada yang keluar. Napas terengah-engah.


NENEK

Akan nenek sampaikan pesanmu. Kalau nanti ketemu.


Nenek kembali mau muntah. Mata mendelik-delik. Tapi tak ada yang keluar. Napas tersenggal-senggal. Sesaat nenek menggeliat-liat. Meringkuk membelakangi Tunggal, lalu terdiam.


Beberapa saat Tunggal terus memijiti kaki nenek. Melihat nenek tak bergerak, Tunggal berhenti memijiti, lalu duduk di kursi di samping dipan. Memandangi nenek tanpa berkedip. Sesaat kemudian Tunggal beranjak dari kursi, mendekati nenek, menggoyang-goyang kaki. Tahu nenek diam saja, tunggal kembali ke kursi. Memandangi nenek tanpa berkedip. Tak lama kemudian beranjak lagi dari kursi, menghampiri nenek, menepuk-nepuk bahu. Menyadari nenek tidak bereaksi, Tunggal kembali ke kursi. Menyandarkan punggung, menyelonjorkan kaki, lalu tersenyum.


DISSOLVE TO :

Seekor merpati warna cokelat hinggap di atas kasur, lalu terbang melewati jendela.

CUT TO :

Tunggal beranjak dari kursi, lalu menuju jendela. Melongokkan leher ke arah langit, lalu berteriak.


TUNGGAL

Nek, jangan lupa pesanku! Suruh bapak ibu segera pulang.


Tunggal kembali duduk di kursi, menyandarkan punggung, memejamkan mata, dan tertidur.


IBU GENDUT (O.S)

Nek Ijah! Nek Ijah! Gorengannya sudah matang belum?


Perempuan gendut masuk kamar. Memandang Tunggal yang tertidur pulas. Mendatangi nenek, menyentuh bahu. Kaget. Terasa dingin. Meraba leher, lalu gegas keluar dari kamar.


CUT TO :

Tunggal terlihat meringkuk di kursi. Bibirnya tampak tersenyum.


Ibu gemuk masuk kamar diikuti dua laki-laki. Yang satu berkaos oblong, satunya berkopiah. Laki-laki berkopiah mendekati nenek. Meraba pergelangan tangan, lalu menggeleng-geleng.


LAKI-LAKI BERKAOS OBLONG

Innalillahi waina illahi rojiaun.


Ibu gemuk dan laki-laki berkopiah juga mengucap istighfar, tapi tanpa suara. Hanya dari gerak bibir.


LAKI-LAKI BERKOPIAH

Mumpung masih siang, kita makamkan hari ini juga.


LAKI-LAKI BERKAOS OBLONG

Dimandikan dan dikafani di mana?


LAKI-LAKI BERKOPIAH

Di masjid saja. Nanti sekalian kita sholati. Di sini terlalu sempit.


Laki-laki berkopiah menggulingkan tubuh nenek. Dibantu laki-laki berkaos oblong, keduanya meluruskan kaki nenek. Membuat bersedekap. Laki-laki berkaos oblong mengatupkan mata nenek. Ibu gemuk mengambil jarik di dekat tubuh nenek, menuutupi tubuh nenek dari ujung kepala sampai kaki. Laki-laki berkopiah dan berkaos oblong membopong tubuh nenek, tapi berhenti menjelang melewati pintu kamar.


LAKI-LAKI BERKAOS OBLONG

Bagaimana dengan anak itu?


CUT TO :

Tunggal lelap di kursi. Tampak tersenyum.


CUT TO :


LAKI-LAKI BERKOPIAH

Tunggal biar tidur. Tidak usah diganggu. Nanti justru bikin repot. Sepertinya dia sedang bermimpi.


Laki-laki berkaos oblong, laki-laki berkopiah membopong nenek keluar kamar. Ibu gemuk membuntuti.


CUT TO :

Tunggal tidur lelap. Tersenyum.


DISSOLVE TO :

Tunggal bermain-main dengan tiga ekor merpati. Warnanya putih, hitam, dan cokelat. Tunggal membuka telapak tangan kananya. Di dalamnya ada makanan. Ketiga merpati mematuki. Tunggal tertawa-tawa.


FADE IN :

Tunggal tidur. Seekor nyamuk menggigit pipi. Tunggal menepuk, terjaga, mengaruk-garuk. Coba tidur lagi, tapi nyamuk-nyamuk mengeroyok. Tunggal mengibas-ngibaskan tangan di depan wajah. Tunggal bangun.


CUT TO :

Tempat tidur kosong.


CUT TO :

Tunggal tersenyun. Beranjak dari kursi, menuju jendela, melongokkan kepala, menengadah, lalu berteriak.


TUNGGAL

Nek, jangan sampai lupa! Suruh bapak ibu segera pulang!FADE


FAGE OUT

Suka
Bagikan
Anda harus login atau daftar untuk mengirimkan komentar
Cerita yang sangat indah.... lanjutt..
1 tahun 4 bulan lalu