METAMORFOSIS (indahnya masa kecil)
Penulis: Widhi ibrahim
Kategori
Petualangan
Bagian
16
Suka
0
Favorit
QR Code
Bagikan
Pengenalan
Daftar Bagian
Blurb
Acara liburan bersama yang indah bersama Laras, tidak sesuai rencana. Delia, Kinara, Tasya, Reyhan dan Kiki harus merasakan liburan yang sangat berbeda bersama guru magang di sekolah mereka itu.
Premis
Laras menjanjikan liburan menyenangkan kepada ke 5 anak didiknya (Delia, Kinara, Tasya, Reyhan & Kiki). Namun semua tidak sesuai harapan karena Laras malah membawa mereka ke desa terpencil.
Pengenalan Tokoh
Laras Salsabilla : Mahasiswi pendidikan yang sedang magang di sebuah sekolah dasar swasta. Peduli dengan nasib anak didiknya yang tumbuh di zaman milenial. Baik, perhatian, cantik.

Delia chysara : Anak melenial yang sudah mengenal cinta. Adik sahabat Laras. Manja, keras kepala, jutek.

Kinara : Anak milenial yang hobi dandan. Sahabat Delia.

Tasya : Anak milenial yang hobi foto-foto dan selalu mempostingnya di sosial media. Sahabat Delia.

Reyhan : Anak milenial yang maniak game online. Sahabat Delia.

Kiki : Anak milenial yang selalu mengisi waktu luangnya dengan bermain playstations. Sahabat Delia.
Sinopsis
Kisah perjalanan liburan guru magang, Laras (21 tahun) bersama 5 anak didiknya yang masih duduk di kelas 5 SD, Delia, Kinara, Tasya, Reihan dan Kiki (11 tahun), yang menginginkan liburan yang berbeda dari biasanya.

Beberapa dari mereka yang sama sekali tidak mendapat perhatian dari orang tua karena kesibukan bekerja, membuat mereka dekat dengan seorang guru muda bernama Laras, yang baru 2 bulan ini magang di
sekolah mereka. Saking deketnya tak sering diantara mereka curhat tentang apa yang dirasakan kepada Laras. Dari mulai masalah keluarga, pertemanan bahkan cinta sekalipun mereka sudah tidak merasa canggung. Meski terkadang terbersik dalam pikiran Laras betapa tidak beruntungnya anak-anak di usia dini harus menanggung beban yang seharusnya belum pantas mereka rasakan. Apalagi salah satu dari mereka, Delia. Adalah adik dari sahabatnya, Giandra (Gigi) (21 tahun).

Hingga saat liburan sekolah tiba, mereka berlima sedang bingung memikirkan rencana liburan yang paling beda. Merasa sudah bosan liburan keluar negeri bersama keluarga, liburan kali ini mereka berlima ingin pergi bersama. Karena kebingungan mereka pun meminta saran kepada
Laras. Laras pun memberanikan diri untuk mengajak dan menjanjikan liburan yang akan menjadi liburan yang paling indah buat mereka. Mendengar tawaran itu mereka cukup tertarik, dan tanpa pikir panjang mereka berlima pun langsung meng-iyakan ajakan Laras untuk menghabiskan waktu liburan mereka bersama Laras.

Tapi ternyata semua tidak sesuai dengan apa yang dibayangkan Delia dan teman-teman. Laras malah membawa mereka menelusuri jalanan di tengah-tengah hutan, dengan
kondisi jalanan yang berbatu. Dan sialnya mobil yang mereka tumpangi malah mogok. Karena posisi mobil berhenti jauh dari pemukiman penduduk, akhirnya Laras mengajak Delia CS untuk melanjutkan dengan berjalan kaki. Karena tempat tujuan mereka jaraknya sudah lumayan dekat bila di tempuh dengan berjalan kaki melewati jalan pintas. Meski di sepanjang jalan Laras harus mendengarkan ocehan Delia CS yang mengatakan menyesal ikut berlibur
dengan Laras. Karena bagi Delia CS, ini adalah pejalanan yang paling menyebalkan dalam hidup mereka. Karena untuk pertama kalinya, mereka harus berjalan kaki dengan jarak yang
cukup jauh. Menyebrangi sungai dan melewati jalanan kecil di pematangan sawah.

Sampe akhirnya mereka tiba di sebuah Desa. Sungguh pemandangan yang membuat Laras kangen akan masa kecil. Tapi malah terlihat aneh dan asing bagi Delia CS. Karena dari
awal memasuki Desa itu, di sepanjang jalan mereka melihat banyak anak-anak kecil yang bermain memainkan permainan tradisional. Permainan yang sulit mereka temui lagi
keberadaannya di kota-kota besar, seperti Jakarta contohnya.

Tibalah mereka di sebuah rumah kayu milik abah Asep (55 tahun). Yang merupakan kakek Laras. Delia CS kaget bukan main saat mengetahui bahwa mereka akan tinggal di desa ini
selama 1 minggu. Delia cukup kecewa pada Laras begitu juga teman-temannya. Karena apa yang Laras janjikan tidak sesuai dengan kenyataan. Apalagi di desa ini Delia CS sama sekali tidak bisa menggunakan fasilitas elektronik yang mereka bawa. Karena posisi desa yang cukup jauh dari
kota, membuat desa ini sulit untuk menangkap signal handphone, signal televisi, ditambah sering terjadi pemadaman listrik secara tiba-tiba.

Merasa tidak biasa dengan keadaan ini, dan merasa kesal karena ternyata Laras telah dengan sengaja membawa mereka ke tempat ini demi melancarkan misi-nya, membuat Delia
dan kedua temannya Kirana dan Tasya berusaha untuk kabur. Namun sayang selalu gagal karena tak tahu jalan. Untuk yang ke-3 kalinya Delia mencoba untuk kabur sendiri, kali ini
Delia kena apes. Ia terjatuh dan kakinya terkilir, sehingga membuat Delia tidak bisa kemana-mana. Ternyata di saat seperti ini Delia dapat pembelajaran. Desi (11 tahun) bisa membawa Delia mengingatkan siapa jati dirinya sekarang. Di mana Desi adalah anak yatim piatu yang sudah dianggap sebagai cucu oleh abah Asep dan tinggal bersama abah Asep. Diam-diam Delia selalu memperhatikan Desi bila sedang bermain bersama teman-temannya di halaman rumah. Namun setiap kali Desi mengajak, Delia bahkan teman-temannya selalu menolak. Karena
bagi Delia CS, mereka sudah bukan anak kecil lagi.

Tapi bagaimana pun Delia tetaplah anak kecil. Abah Asep yang selalu memperhatikan Delia yakin, hati kecilnya pasti ingin sekali ikut bermain bersama Desi dan teman-temannya.
Namun rasa gengsi yang besar membuat Delia hanya memilih diam. Hingga akhirnya Laras memutuskan untuk kembali ke Jakarta keesokan harinya, dengan rasa sesal karena misi-nya untuk merubah Delia CS gagal. Padahal Reyhan dan Kiki sudah sedikit menikmati, begitu juga Kirana dan Tasya.

Namun melihat teman-temannya yang sudah mulai bisa berbaur bersama anak-anak di kampung itu. Delia sedikit dibikin penasaran untuk terjun langsung bermain bersama.
Ternyata Delia menemukan keasikan saat bermain mainan tradisional, yang cukup mengasah otak, kecepatan, strategi, dan juga sekaligus olahraga karena bisa mengeluarkan keringat.
Laras merasa bahagia, karena di hari terakhir mereka di desa itu, Delia dan teman-temannya bisa menemukan siapa jati diri mereka sebenarnya.

Setelah di Jakarta, Delia CS membuat sebuah gerakan "INDAHNYA MASA KECIL TANPA GADGET DAN MEDSOS". Mereka mengajak teman-teman di sekolahnya untuk mengenal tentang permainan-permainan tradisional yang selama ini hampir terlupakan keberadaannya. Sekaligus menemukan dunia-nya, dunia masa kecil seusia mereka. Setidaknya mengesampingkan dulu masa yang belum pantas bagi anak seusia Delia dan menukar dengan sebuah masa indah, sebuah masa yang hanya datang sekali seumur hidup.

Laras senang, karena misi-nya berhasil. Dengan membawa Delia CS ke desa yang masih melestarikan kesenian dan budaya bangsa itu, ternyata mampu membawa pengaruh baik. Sehingga misi untuk mengembalikan Delia CS ke masa kecilnya berhasil.
***
Rekomendasi