16. Rasa Penasaran
Skrip ini masih diperiksa oleh kurator

INT. RUMAH - TENGAH MALAM

Aurora terbaring di sofa lalu bangkit dengan tiba-tiba.

AURORA

Malem hari lo nyamperin

sopir vallet karena lo kira

dia sabotase mobil lo? ada-ada aja deh.

AKSARA

Kalo di pikir-pikir lagi,

kalo mobil gue di sabotase

motifnya apa ya?

AURORA

Yang mau sabotase juga

nanya dulu, lah lau sokap? hahaha

AKSARA

Iya ya buang-buang waktu dia doang.

Mereka berdua tertawa. Aksara menuangkan minuman dari botol namun ternyata minuman tersebut telah habis.

AKSARA

Lah abis...sebentar ya gue ambil dulu.

AURORA

Ga kerasa dong.

Aksara bangkit lalu berjalan ke arah Dapur. Sedangkan Aurora masih duduk di sofa sambil memeluk bantal.

AURORA

Tapi gue suka sama kalimat adek lo.

Aksara kembali dari dapur membawa satu botol minuman lalu duduk kembali di lantai dan bersandar pada sofa.

AKSARA

Yang mana?

Aurora

Yang dia bilang kalo kebahagiaan Nada

itu bukan tentang ke Paris bareng Lo.

Tapi tentang menjalani hidup bersama.

AKSARA

Tiara sama Nada emang sering

banget curhat curhatan, sampe

pernah dulu gue sama nada

ga jadi ngedate gara-gara tiara

curhat soal cowo. Mereka gibah

di kamar Tiara lama banget

sampe gue ketiduran.

Aurora

Mereka deket banget dong?

AKSARA

Heeh, tapi gue malah seneng

ngelliat mereka berdua akur banget,

kaya Kakak kandung Tiara yang

asli tuh Nada bukan gue.

Aksara membuka tutup botol dan menuangkannya ke dalam gelasnya lalu ke gelas Aurora. Aksara mengambil sebatang rokok lalu menyalakannya.

AURORA

Lo gapunya makanan gitu disini?

gue agak laper nih

AKSARA

Iya sih gue juga agak laper.

Ada sih Mie instan, mau?

AURORA

Rumah cowo lajang ga ada

yang bisa di harepin banget.

AKSARA

Mau kagak nih?

AURORA

Iya, iya mau.

AKSARA

Wuuu

Aksara bangkit lalu pergi ke dapur untuk membuat mie, beberapa saat lalu berteriak.

AKSARA

Cuman ada mie rebus gapapa?

Aurora

Gapapa, gue udah laper banget nih.

Aurora duduk sendirian di sofa sambil menyalakan rokok. Lalu Ia mengambil remot TV yang berada di meja. Ia menyalakan TV dan langsung tertuju pada video dokumenter pernikahan Aksara dan Nada. Aurora lalu memutar video itu.

Dalam video itu Cakra berlagak seperti seorang pembawa acara, sedangkan Aksara sebagai bintang tamunya. Benny, Vica dan Tiara sebagai prnonton.

CAKRA (ON TV)

Halo semuanya, hari ini kita

sedang bersama seorang pengantin

baru yang baru saja sah menjadi

seorang suami tepat di hari ini, Aksara!

Semua yang ada dalam video bertepuk tangan dan bersorak. Aksara didalam video itu hanya tersenyum malu.

CAKRA (ON TV)

Tapi rasanya ada yang kurang nih,

pengantin wanitanya mana ya?

BENNY (ON TV)

Lah iya bini lu mana Aksa?

Mereka melihat sekitar untuk mencari Nada.

VICA (ON TV)

Tuh Nada sama Gina disana

(menunjuk arah ujung taman)

Diujung taman, Nada dan Gina sedang berbincang dengan seorang pria.

CAKRA (ON TV)

Nada! Gina! Cepetan sini!

Nada dan Gina melambaikan tangan dan berlari kecil menghampiri teman temanya. Sedangkan seorang pria yang berbicara dengan Gina dan Nada di ujung tamanbergeas keluar dari lokasi tersebut.

Aurora menghentikan video itu lalu mengulangnya sedikit, Aurora coba berfokus pada Nada dan Gina yang sedang berbincang dengan seorang pria di video itu. Tak lama kemudian Aksara datang dengan membawa dua mangkuk Mie rebus.

AKSARA

Huuhh panas panas.

Aksara meletakan mie itu di meja namun Aurora masih memperhatikan video yang ada di TV.

AKSARA

Ini buat lo, yang ini punya gue.

Oh iya gue lupa minumnya.

Saat aksara akan bangkit mengambil minum, Aurora menahannya.

AURORA

Liat ini deh.

(Menunjuk ke arah TV)

AKSARA

Ohh itu, Lupa gue matiin

pas tadi sebelom berangkat.

Aurora

Lo kalo nonton video ini

pernah merhatiin dengan

seksama ga sih?

AKSARA

Maksudnya?

AURORA

Liat ini.

AKSARA

Nah itu adegan yang bikin gue

hampir ngehajar sopir vallet.

hahaha

AURORA

Waktu sopir vallet ini markir mobil Lo,

siapa yang ngasihin kunci?

AKSARA

Nada, kenapa emang?

AURORA

Kenapa Nada? Padahal kan lo yang nyetir?

Aksara terdiam sejenak dengan wajah berfikir.

AKSARA

Kalo ga salah dia yang minta,

katanya sekalian ke WC.

AURORA

Coba lo liat ini deh. Keliatan ga?

AKSARA

Iya itu dia ngasih kunci

ke sopir valletnya.

AURORA

Lo ga merhatiin bener-bener.

Coba deh zoom bagian ini.

Aurora memberikan remotnya kepada Aksara

AKSARA

Lah emang bisa di zoom ya?

AURORA

Ya gatau kan ini TV punya lo,

harusnya sih bisa.

Aksara menekan tombol zoom dan mengarahkan pada posisi Tangan Nada yang memberikan sesuatu pada sopir vallet.

AKSARA

Gue baru tau kalo TV bisa di zoom.

AURORA

Coba liat baik-baik.

AKSARA

Itu bukan kunci mobil.

AURORA

That's right! pertanyaannya itu apa?

AKSARA

Keliatannya sih kaya kotak gitu,

terus ada amplop.

AURORA

Iya gue tau malih,

maksudnya kenapa Nada ngasih

itu ke Sopir Vallet?

AKSARA

Gamungkin lah Nada sabotase mobil gue.

Aurora

Bukan itu. bego ya lu.

AKSARA

Terus?

AURORA

Gue mikirnya itu tuh hadiah buat Lo.

AKSARA

Tapi dia ga ngasih gue apa-apa

setelah acara itu.

Aurora

Itu dia! Berarti sopir vallet

itu perantaranya.

AKSARA

Emang ya cewe instingnya udah kaya CIA.

Terus intinya apa?

AURORA

Tunggu gue lagi mikir.

Aurora mengerenyitkan dahinya berusaha untuk berpikir, Aksara memperhatikannya dengan tatapan serius. Mie yang baru saja dibuatnya masih ada di meja dan belum tersentuh.

AURORA

Setelah kecelakaan itu, lo bilang gapernah

nyentuh mobil itu sama sekali?

AKSARA

Ga pernah, terus?

AURORA

Sama sekali?

AKSARA

Iya.

AURORA

Sebelum kejadian Nada ngasih

barang itu ke sopir vallet.

AKSARA

Bisa jadi...

AKSARA & AURORA

Mobil!

Suka
Bagikan
Anda harus login atau daftar untuk mengirimkan komentar