10. Siklus Kehidupan
Skrip ini masih diperiksa oleh kurator

INT. RUMAH - TENGAH MALAM

Aurora dengan tatapan serius memperhatikan Aksara yang sedang bercerita sambil duduk di sofa dan memeluk bantal. Aksara duduk di lantai bersandar pada sofa yang di duduki Aurora sambil menghisap rokoknya.

AURORA

Ternyata cerita kesedihan gue diselingkuhin

ga ada apa-apanya sama cerita lo.

AKSARA

Sampe sekarang gue masih trauma sama kejadian itu.

AURORA

Jadi sekarang mulai jelas nih.

Pertama mobil yang ada di garasi lu

itu berati yang dipake saat kejadian kan?

AKSARA

Heem...

AURORA

Terus kenapa masih lo simpen

dan ga di benerin gitu?

AKSARA

Lo inget temen gue yang tadi di bar?

Si cakra yang penampilannya lo ganggu.

AURORA

Oh iya inget. Tapi gausah

bawa-bawa masalah yang tadi dong.

AKSARA

Nah dia yang nyimpen mobil gue di garasi.

Tadinya mobil itu bakal di sita

sama polisi tapi dia ngurusin semuanya biar

ga diambil dan dia simpen aja di garasi gue.

AURORA

Kenapa di simpen di garasi

lo dan kenapa ga dibenerin?

AKSARA

Gue yang minta tolong ke Cakra

buat simpen disana dan kenapa

ga gue benerin? Karena gue trauma

pake mobil itu, setelah di simpen

disana pun gapernah gue sentuh lagi.

Aurora berdiri lalu pergi ke arah jajaran foto yang ada di dinding.

AURORA

Jadi kejadian itu yang bikin

lo jommblo sampe sekarang?

AKSARA

Yaps, gue trauma buat jatuh cinta.

mungkin gue gamau jatuh cinta lagi,

kehilangan Nada udah sangat membuat gue terpukul.

Sampe detik ini gue masih terlalu

sayang sama dia.

AURORA

Ini foto bareng geng lo

yang tadi? Dan ini Tiara?

Aurora menunjuk foto-foto yang ada di dinding satu persatu. Aksara hanya menganggukan kepalanya untuk menjawab karena Ia sedang memnghisap rokoknya.

AURORA

Lo beda banget sama disini deh.

AKSARA

Udah lima tahun yang

lalu ya pasti beda dong.

AURORA

Bukan...bukan itu.

Lo dulu ga suka minum kaya gini ya?

Tunggu, Lo bahkan dulu ga ngerokok kan?

Aksara kaget mendengar kalimat yang di lontarkan Aurora. Ia terpaku melihat Aurora yang seakan tau semua tentangnya.

AKSARA

Kok lo bisa tau?

AURORA

Di foto ini lo keliatan lebih berisi,

terus kaya sehat banget.

AKSARA

Emang sekarang gimana?

AURORA

Mending ngaca deh.

Aksara melirik ke arah kaca dan melihat dirinya.

AURORA

Tapi bener kan gaya hidup

lo sekarang sama dulu beda?

AKSARA

Gue depresi berat saat itu,

semua hal gue lakuin buat ngurangin

rasa sedih dan rasa bersalah

yang terus ada di kepala.

INT. NIGHT CLUB - MALAM (FLASHBACK)

Suara musik elektronik yang di mainkan oleh DJ mengisi penuh seisi ruangan. Cahaya lampu kerlap-kerlip silih berganti mengiringi suara musik. Beberapa orang sedang bergoyang di lantai dansa. Beberapa lainnya duduk di meja meja yang tersedia disana. Di salah satu meja terlihat Aksara sedirian sedang menengguk minuman dari botol. Di meja itu tergeletak satu botol minuman keras yang sudah kosong. Aksara sudah sangat mabuk, wajahnya merah, matanya sayu dan tubuhnya lemas.

Didepan meja Aksara, seorang wanita dan tiga orang pria melintas dan mentertawakan Aksara yang mabuk berat. Aksara melirik pada mereka.

AKSARA

Ada yang lucu?

(mabuk)

PRIA 1

Orang cupu pengen nyoba mabok,

baru abis sebotol udah teler.

WANITA

Mana minum sendirian, Depresi lo?

Mereka semua mentertawakan Aksara yang menatap mereka dengan tatapan sayu. Aksara lalu tertawa.

AKSARA

Perek satu dibungkus bertiga? Kere lo?

Aksara tertawa semakin keras lalu meneguk kembali minuman yang tersisa di botol. Wajah pria dan wanita itu berubah marah.

WANITA

Kalo ngomong di jaga!

PRIA 1

Wah si anjing cari ribut.

AKSARA

Dih, udah kere emosian.

PRIA 1

Banyak bacot! Bawa keluar

Para pria itu menghampiri Aksara lalu menggiringnya keluar dari tempat tersebut lalu dibawa ke sebuah gang. Aksara yang mabuk tidak mampu melawan saat Ia di bawa oleh orang-orang itu.

EXT. GANG- TENGAH MALAM (FLASHBACK)

Dua orang pria menggiring Aksara lalu melemparkannya ke tumpukan sampah. Dibelakang mereka seorang pria lainnya dan seorang wanita mengikuti. Aksara yang lemas tidak dapat terbangun saat setelah di lemparkan oleh mereka. Aksara hanya tertawa dankembali mengejek mereka.

AKSARA

Beraninya keroyokan, cupu lo semua!

Pria 2

Banyak bacot lo bangsat!

Mereka menghajar Aksara, tubuhnya ditendang dan di pukuli. Aksara tidak bisa melawan, tubuhnya terlalu lemas. Ia hanya meringkuk saat sedang di pukuli. Mereka terus memukuli Aksara dengan penuh emosi, lalu di akhiri dengan menguburnya dengan sampah. Lalu mereka pergi meninggalkan Aksara yang terkapar disana.

Aksara dengan lemas berusaha untuk bangun. Wajahnya penuh dengan darah, bajunya kotor oleh lumpur dan sampah.

AKSARA

Gitu doang! Cupu lo semua anjing!

(Berteriak)

Suara kendaraan sesekai terdengar karena cukup dekat dengan jalan raya. Aksara duduk lalu bersandar pada dinding gang. Tangannya berusaha merogoh saku jaketnya dan mengambil rokok lalu menyalakannya. Beberapa saat ia hanya terdiam, sedikit demi sedikit kepalanya mulai tertunduk, lalu ia menangis.

INT. RUMAH - TENGAH MALAM - (Flashback)

Suara intu rumah terbuka, cahaya lampu dari luar rumah masuk ke sela sela pintu yang terbuka. dari pintu Aksara masuk lalu menyalakan lampu rumahnya. Ia berjalan lesu, jaket yang berada di pundaknya Ia lemparkan ke arah sofa lalu lanjut berjalan ke arah kamar mandi. Suara kucuran air dari shower terdengar, Aksara hanya berdiri diam di bawah shower yang menyirami badannya. Beberapa saat kemudian suara shower mati dan pintu kamar mandi terbuka. Aksara keluar hanya menggunakan celana pendek dan handuk yang tergantung di lehernya. Ia pergi ke sebuah lemari dan mengambil kotak P3K lalu lanjut dudu di sofa. Aksara menyalakan sebatang rokok sambil mengobati luka yang ada di tubuhnya akibat perkelahian tadi. Sesekali Ia meringis kesakitan saat kapas dan alkohol menyentuh lukanya. Setelah selesai mengobati luka, Aksara menyandarkan dirinya di sofa lalu menghela nafas panjang. 

Suka
Bagikan
Anda harus login atau daftar untuk mengirimkan komentar