4. Hidup Sang Lalat Capung
Skrip ini masih diperiksa oleh kurator

INT. MOBIL PENGANTIN - SORE

Terdengar suara pintu mobil tertutup. AKSARA memasukan kunci mobil dan mulai menyalakannya, tapi mobil sulit dinyalakan.

AKSARA

Kebiasaan, mobil tua suka rewel gini.

NADA

Aku suruh pake mobil aku aja

tapi ga nurut sih, ga nyala kann.

AKSARA mengusap-usap setir mobilnya dan seakan berbicara pada mobilnya.

AKSARA

Ayoo nyala yuk, jangan rewel ah

malu disini ada tuan puteri.

Mobil mulai menyala dan terdengar suara gas yang diinjak.

AKSARA

Nah kan nyala juga,

emang harus dikasih nasehat dulu.

Sabuk pengaman di pasangkan pada tubuh mereka lalu mobil mulai berjalan meninggalkan restoran tempat resepsi pernikahan itu.

AKSARA

Bukannya gamau pake mobil kamu,

tapi kan ini mobil pertama yang aku punya.

Mobil ini jadi saksi bisu berbagai kenangan di dalamnya.

Keramaian kota terlihat dari jendela mobil yang sedang berjalan, gedung tinggi, orang berjalan dan beberapa lampu bangunan yang mulai menyala karena hari mulai gelap.

AKSARA (CONT'D)

Inget ga, dulu waktu aku pertama

mau beli mobil tapi uangnya pas pasan?

EXT. SHOWROOM MOBIL BEKAS - SIANG (FLASHBACK)

Menyusuri barisan mobil bekas berbagai merek dan kondisi.

AKSARA (V.O.)

Kamu yang anter aku saat itu

karena aku maksa ingin beli mobil

biar kamu ga kepanasan kalo kita kemana-mana.

Berhenti disebuah mobil Mercy putih tua, dan AKSARA menunjuk mobil tersebut.

AKSARA (V.O.) (CONT'D)

Padahal kamu lebih seneng boncengan pake motor,

kamu bilang lebih romantis. Tapi aku tetep maksa.

AKSARA masuk ke kursi pengemudi mobil, memegang setir dan melihat sekeliling interior mobil.

AKSARA (V.O.) (CONT'D)

Kamu juga sebenernya ngebiarin aku

pake mobil punya kamu,tapi

aku ingin punya mobil ku sendiri.

Surat serah terima di tanda tangani, lalu PENJUAL MOBIL bersalaman dengan AKSARA

AKSARA (V.O.) (CONT'D)

Dan akhirnya aku pilih mobil ini.

Selain karena aku suka barang antik...

NADA (V.o.)

Karena murah juga kan?

AKSARA (V.O)

Tepat!

INT. MOBIL - PAGI (FLASHBACK)

AKSARA dan NADA mencoba mobil Mercy tua itu untuk pertama kalinya.

AKSARA (V.O.) (CONT'D)

Mobil ini menyimpan berbagai kenangan di dalamnya,

mobil ini juga jadi saksi perjuangan kita,

yang selalu bawa kita kemana pun kita pergi.

Mobil berhenti perlahan, dan kemudian mogok. AKSARA keluar dari mobil dan membuka kap mesin untuk memeriksa, disusul NADA keluar untuk ikut melihat

AKSARA (V.O.) (CONT'D)

Walaupun kadang nyusahin sih.

tapi semua itu yang membuat

kenangan di dalam sini semakin berkesan.

AKSARA menempel stiker bertuliskan "This Seat Belong to Nada" pada dashboard mobil di sisi penumpang.

AKSARA (V.O.) (CONT'D)

Itulah alasannya aku mau dia

jadi saksi bersejarah kita hari ini.

INT. MOBIL PENGANTIN - SORE

Stiker "This Seat Belong to Nada" di usap oleh NADA, lalu menoleh ke arah AKSARA dan kemudian tertawa

NADA

Tau ga sih, stiker kaya gini tuh alay tau.

Tapi aku seneng ini ada di mobil kamu.

AKSARA

Kamu kan yang dulu minta, emang kamu agak alay sih.

Mereka berdua tertawa, NADA memukul lengan AKSARA

AKSARA

Dih baru nikah udah KDRT!

Nada

Ngomong sembarangan sih.

NADA menyandarkan kepalanya di bahu AKSARA yang sedang mengemudikan mobil.

NADA

Eh iya, tadi kamu sama Cakra ngomongin apa sih? kok pas aku dateng langsung berhenti?

AKSARA

Yang mana sih?

NADA

Itu loh yang katanya kalian bahas malam pertama.

Aku yakin kalian bukan bahas itu.

AKSARA

Oh yang itu, tadi kita ngomongin...

NADA

Ngomongin cewek ya? ih dasar cowo semua sama aja

AKSARA

Bukan sayaang haha. Tadi itu aku sama dia

bahas rencana bulan madu kita ke Paris.

Seketika hujan turun, suasana menjadi agak sedikit gelap. NADA mengangkat kepalanya dari bahu AKSARA lalu menatapnya.

NADA

Kan aku udah bilang jangan terlalu

mikirin dulu soal itu, kita masih

nabung kan masih berjuang.

Jangan sampai mimpi berubah jadi beban.

AKSARA

Tapi aku pengen mimpi itu

jadi kenyataan secepatnya.

Hari ini satu mimpi udah jadi nyata sih.

Tapi aku pengen mimpi kita untuk

bulan madu ke sana juga cepet terwujud.

NADA

Gausah buru-buru gitu, nikmati aja prosesnya.

Aku pengen banget sih ke Paris, keliling kota bareng kamu,

nulis nama kita pada gembok

lalu kita pasang di Pont des Arts.

Alay sih...tapi aku mau.

Terus kita menikmati langit sambil rebahan di rumput

di bawah Menara Eiffel. Tapi sekarang kita

berjuang dulu aja buat mencapainya,

karena aku yakin semesta akan tau

apa yang paling indah buat kita.

Suara gemuruh hujan semakin kencang menerpa atap mobil. Pandangan dari kaca mobil menjadi sedikit kabur karena air yang menutupi sebagian kaca depan. Mereka berdua bertatapan.

AKSARA

Makasih ya, kamu selalu

support aku dalam kondisi apapun.

NADA hanya menjawab dengan sebuah anggukan kecil dan senyum manis. AKSARA perlahan mendekatkan wajahnya pada NADA.

AKSARA

Sebenernya...

NADA melihat ke arah depan lalu menunjuk kepada ibu dan anak yang sedang menyebrang jalan di sebuah persimpangan

NADA

Awas!!

Mobil sedang berjalan cukup kencang, AKSARA mencoba menghindar dari IBU dan ANAK yang sedang menyebrangi jalan. Namun, kondisi jalan yang licin akibat hujan membuat mobilnya tergelincir ke tengah persimpangan jalan.

NADA

Hampir aja.

Dari arah samping kiri mobil terlihat sebuah truk muatan melaju dalam kecepatan tinggi dan menghantam bagian kiri mobil hingga mobil terlempar jauh. Semuanya berubah gelap.

EXT. PERSIMPANGAN- SORE/MALAM

Waktu seperti melambat. Kondisi persimpangan sangat kacau. Mobil mercy putih terbalik dan setengah hancur. sebuah truk muatan berada dekat mobil mercy itu dengan moncong truk agak hancur. Warga yang berada di sekitar persimpangan berlarian mendekati lokasi kejadian.

AKSARA (V.O.)

Kebahagiaan memang seperti

kisah hidup sang lalat capung.

Perjuangannya memang rumit dan panjang.

Dari dalam mobil, AKSARA sedikit membuka mata dan melihat sekitar, lalu melihat ke samping kiri dimana NADA duduk.

AKSARA (V.O.)

Tapi setelah memiliki sayap dan terbang,

waktu hidup yang Ia miliki hanya

tersisa 24 jam...bahkan kurang. 

NADA terkapar tak sadarkan diri. Darah melumuri bagian tubuhnya dan gauh pengantin nya.

AKSARA (V.O.) (CONT'D)

Lalu untuk apa Ia diberikan sayap

dan dapat terbang jika semua

kebahagiaannya sesingkat itu?

Kondisi mobil rusak parah, dashboard yang berada tepat di depan nada hancur. Ada dua buah kertas dari dalam dashboard tersebut bergoyang tertiup angin .

AKSARA (V.O.) (CONT'D)

Tapi bagaimana jika sebenarnya

alasan bahagia datang hanya untuk

membuat kesedihan selanjutnya

jatuh lebih dalam?

Dua kertas tersebut ternyata adalaha dua buah tiket bertuliskan "Paris" yang sebenarnya akan menjadi kejutan untuk nada. Angin meniupnya lalu terbang keluar dari mobil itu.

AKSARA (V.O.) (CONT'D)

Lalu, untuk apa sebenarnya bahagia?

Suka
Bagikan
Anda harus login atau daftar untuk mengirimkan komentar