Apakah kamu akan memberikan Novel ke ?
Berikan Novel ini kepada temanmu
Masukan nama pengguna
Novel ini masih diperiksa oleh kurator
Blurb
"Seberat apa pun tikaman mautnya, hidup akan selalu layak diperjuangkan sampai gelegar napas penghabisan."
Di kota megapolitan ini, harga sebuah nyawa sering kali lebih murah daripada biaya parkir mobil mewah di lobi gedung pencakar langit.
Bagi Malik, Panji, dan Pak Sartoni, hidup di gubuk reyot di pinggiran rel kereta api Jakarta adalah pertempuran harian melawan lapar, utang, dan ancaman penggusuran. Mereka harus bertahan di tengah kepungan dunia yang menuntut mereka untuk memilih: menjadi binatang buas demi bertahan hidup, atau tetap menjadi manusia dengan tangan yang bersih dari kejahatan.
Di antara butiran nasi yang didapat dari cucuran keringat jujur, deru kereta api, dan kerasnya aspal ibu kota yang meremukkan batin, novel ini menelusuri batas tipis antara keputusasaan dan kemenangan rohani. Sebuah kisah megah tentang cinta keluarga, solidaritas kaum papa, dan keberanian untuk tetap berdiri tegak ketika dunia merampas segalanya dari tanganmu.
"SEBUTIR NASI DI MEJA MAKAN ORANG-ORANG" adalah sebuah cermin tajam yang memotret ketimpangan sosial Jakarta, sekaligus pesan yang menghunjam bagi siapa saja yang sedang berjuang di sisi tergelap sejarah, mengingatkan bahwa di bawah kolong langit yang kejam, integritas dan kasih sayang adalah harta paling abadi yang tidak bisa dibeli oleh seluruh kekayaan raja-raja di dunia.
Di kota megapolitan ini, harga sebuah nyawa sering kali lebih murah daripada biaya parkir mobil mewah di lobi gedung pencakar langit.
Bagi Malik, Panji, dan Pak Sartoni, hidup di gubuk reyot di pinggiran rel kereta api Jakarta adalah pertempuran harian melawan lapar, utang, dan ancaman penggusuran. Mereka harus bertahan di tengah kepungan dunia yang menuntut mereka untuk memilih: menjadi binatang buas demi bertahan hidup, atau tetap menjadi manusia dengan tangan yang bersih dari kejahatan.
Di antara butiran nasi yang didapat dari cucuran keringat jujur, deru kereta api, dan kerasnya aspal ibu kota yang meremukkan batin, novel ini menelusuri batas tipis antara keputusasaan dan kemenangan rohani. Sebuah kisah megah tentang cinta keluarga, solidaritas kaum papa, dan keberanian untuk tetap berdiri tegak ketika dunia merampas segalanya dari tanganmu.
"SEBUTIR NASI DI MEJA MAKAN ORANG-ORANG" adalah sebuah cermin tajam yang memotret ketimpangan sosial Jakarta, sekaligus pesan yang menghunjam bagi siapa saja yang sedang berjuang di sisi tergelap sejarah, mengingatkan bahwa di bawah kolong langit yang kejam, integritas dan kasih sayang adalah harta paling abadi yang tidak bisa dibeli oleh seluruh kekayaan raja-raja di dunia.
Tokoh Utama
Malik
Panji
Pak Sartoni
#1
BAB 1: Sebutir Nasi di Bawah Kolong Langit
#2
BAB 2: Simbol Sisa-Sisa dan Kehinaan
#3
Bab 3: Monumen Bagi Mereka yang Tak Terdengar
#4
Bab 4: Bagi Kelas Atas dan Orang-Orang yang Beruntung
#5
Bab 5: Bantuan Kaum Bawah
#6
Bab 6: Penjara Dunia
#7
Bab 7: Mereka yang Membutuhkan dan Terus Menahan Dengan Kedua Tangan
#8
Bab 8: Luka yang Belum Kering
#9
Bab 9: Darah di Lantai Pasar
#10
Bab 10: Skenario Rimba Raya
#11
Bab 11: Menambahkan Titik Dalam Lingkaran Kecil
#12
Bab 12: Hak dan Keselamatan
#13
Bab 13: Memikul Beban Dunia
#14
Bab 14: Berjalan Lebih Jauh
#15
Bab 15: Batuk di Balik Dinding Tripleks dan Aksi Pencurian
#16
Bab 16: Remah-Remah Belas Kasihan
#17
Bab 17: Memeluk Dengan Erat
#18
Bab 18: Nasi yang Tercampur Air Mata dan Darah
#19
Bab 19: Sinergi Kebaikan dan Sisa Nurani
#20
Bab 20: Sepanjang Hari Di dalam Pengap
#21
Bab 21: Terjepit Dalam Rantai
#22
Bab 22: Sakramen Suci dan Kemenangan Jiwa
#23
Bab 23: Malam yang Panjang dan Surga yang Mendengar
#24
Bab 24: Belajar Dari Kematian dan Warisan Harga Diri
#25
Bab 25: Balas Budi Anak-Anak dan Secuil Kemenangan
#26
Bab 26: Spiritualitas yang Getir
#27
Bab 27: Eksekusi Penggusuran Tanpa Demo dan Kemenangan Besar Kaum Pinggiran
#28
Bab 28: Cerita Tidak Akan Berakhir Seperti Perut yang Tidak Akan Berhenti Lapar
Ulasan kamu
Ulasan kamu akan ditampilkan untuk publik, sedangkan bintang hanya dapat dilihat oleh penulis
Apakah kamu akan menghapus ulasanmu?
Kamu harus masuk terlebih dahulu untuk mengirimkan ulasan, Masuk
Jujur awalnya bingung dan menganggap analogi sebutir nasi di meja makan orang-orang itu terlalu berlebihan dan dilebaykan sama penulisnya. Tapi begitu mutusin baca beberapa bab langsung berubah total 180derajat. Sampai jadi kepikiran gimana nasib karakternya dibab selanjutnya. Doa sekencangnya buat novel ini di baca lebih banyak orang dan secepatnya naik cetak. 🙏🙏😇😇😇😍
aku jatuh cinta...
ini tidak ada niatan untuk di buku kan?
Konflik yang ada dinovel ini bukan yang gila--gilaan dan terkesan mustahil, tapi malah beneran terasa dekat dengan keseharian. Kalau seandainya dijadikan film pasti sinematografiya akan gelap, menguras emosi dan mengintimidasi. Mark my words, this book is going to be huge!
Tiga hari baca dan selesai sudah. Bagiku novel yang satu ini ditulis dengan bahasa puitis tapi tajam, penuh perenungan, dan sangat membekas di kepala bahkan setelah bab terakhir selesai dibaca.
Novel yang tajam dan menggigit. Penulis memadukan keindahan bahasa dengan realitas hidup kaum bawah yang paling kelam. 🙏😭
Menurutku penulis membuat novel fiksi ini bukan untuk sekedar hiburan, tapi menyampaikan pesan kritik sosial secara cerdas kepada pembaca yang menikmatinya 👍
Terlalu bagus, layak sekali terbit jadi buku fisik cokkkkk!
Karakterisasinya luar biasa tangguh. Penulisnya tidak hanya bercerita, tapi juga memberi ruh dan suara lantang kepada mereka yang selama ini terabaikan. RESPECT.
KACAU... KACAU! Potret penderitaan dan ketidakadilan yang jujur akan menjadi alat perlawanan manusia!
Cerita yang mengangkat realitas sosial selalu jadi kesukaanku. Mantap author 🤩
Setiap kali membuat novel, penulis yang satu ini selalu memberikan kejutan. Bahan ceritanya menyentuh batin. Tokohnya selalu membawa nyawa dan perenungan yang dalam. GOOD JOB !
Disukai
606
Dibaca
12.1k
Tentang Penulis
Aga Lesmana
Suka membaca dan menulis. Dari sanalah aku akan terus belajar.
Bergabung sejak 2026-06-06
Telah diikuti oleh 591 pengguna
Sudah memublikasikan 4 karya
Menulis lebih dari 268,908 kata pada novel
Rekomendasi dari Drama
Novel
CAHAYA
Maryanih
Novel
FORGIVE
Safinatun naja
Novel
Fight For Love
Anna Onymus
Novel
SEBUTIR NASI DI MEJA MAKAN ORANG-ORANG
Aga Lesmana
Novel
Belenggu Abikara
Vira Dzakiyah Alfansyuri
Novel
Value
Jakanim
Novel
Tempus Reverte
White Blossom
Cerpen
Natal Lain Kali
Rizky Siregar
Cerpen
Ricuh
SIONE
Novel
Something with you
nazar aulia hidayah
Novel
Jendela Hawa
Haryani Choiriah
Novel
Pertikaian Nalar
Larasita Apsari
Skrip Film
Pesan di Lembar Terakhir
Rika Kurnia
Flash
Hadiah dari Bumi
Sekar Kinanthi
Cerpen
02 Balasan Penuh
Bima Kagumi
Rekomendasi