Apakah kamu akan memberikan Novel ke ?
Berikan Novel ini kepada temanmu
Masukan nama pengguna
Novel ini masih diperiksa oleh kurator
Blurb
Di dunia yang menghitung harga napasmu dalam bentuk tagihan, kewarasan adalah barang mewah yang paling mahal harganya. Gengsi dibeli dengan cicilan, harga diri diukur dari merek yang melekat di badan, dan kebahagiaan dipatok dari seberapa tebal saldo yang bisa dipamerkan. Semua orang berlari dalam lintasan yang sama, tersengal-sengal, saling menyikut, dan takut setengah mati pada satu kata: ketinggalan.
Semakin banyak yang mereka miliki, semakin mereka hidup dalam teror kecemasan yang tak berujung. Menjadi budak dari keinginan sendiri, tertawa di balik topeng, dan berpura-pura baik-baik saja di atas tumpukan harta yang merapikan jalan menuju kehancuran batin.
Lalu, bagaimana jika suatu hari sebuah godaan datang menguji? Sesuatu yang kecil, yang mampu meruntuhkan benteng moral manusia dalam sekejap mata, dan mengubah tawa menjadi paranoia yang mencekam?
Buku ini bukan tentang bagaimana cara menjadi kaya. Buku ini adalah cermin retak bagi zaman yang sakit. Sebuah perjalanan batin yang menelanjangi kepalsuan modern, menertawakan kebodohan sistem sosial kita, dan menuntunmu pada satu tombol rahasia paling mematikan yang paling ditakuti oleh dunia modern.
Sebelum kamu memutuskan untuk terus berlari mengejar segalanya, tanyakan pada dirimu sendiri: Sudah berapa banyak jiwamu yang tergadai demi hal-hal yang sebenarnya tidak kamu butuhkan?
Berani membuka halaman pertamanya, atau kamu memilih tetap pura-pura bahagia?
Semakin banyak yang mereka miliki, semakin mereka hidup dalam teror kecemasan yang tak berujung. Menjadi budak dari keinginan sendiri, tertawa di balik topeng, dan berpura-pura baik-baik saja di atas tumpukan harta yang merapikan jalan menuju kehancuran batin.
Lalu, bagaimana jika suatu hari sebuah godaan datang menguji? Sesuatu yang kecil, yang mampu meruntuhkan benteng moral manusia dalam sekejap mata, dan mengubah tawa menjadi paranoia yang mencekam?
Buku ini bukan tentang bagaimana cara menjadi kaya. Buku ini adalah cermin retak bagi zaman yang sakit. Sebuah perjalanan batin yang menelanjangi kepalsuan modern, menertawakan kebodohan sistem sosial kita, dan menuntunmu pada satu tombol rahasia paling mematikan yang paling ditakuti oleh dunia modern.
Sebelum kamu memutuskan untuk terus berlari mengejar segalanya, tanyakan pada dirimu sendiri: Sudah berapa banyak jiwamu yang tergadai demi hal-hal yang sebenarnya tidak kamu butuhkan?
Berani membuka halaman pertamanya, atau kamu memilih tetap pura-pura bahagia?
Tokoh Utama
Jono
Hilda
Bento
Togar
Andika
Ulasan kamu
Ulasan kamu akan ditampilkan untuk publik, sedangkan bintang hanya dapat dilihat oleh penulis
Apakah kamu akan menghapus ulasanmu?
Kamu harus masuk terlebih dahulu untuk mengirimkan ulasan, Masuk
kaget baca judulnya mirip dengan novel yang lagi saya tulis (belum publish).. hehehee.. tapi pas baca Bab nya tentu saja isinya beda 😁 Selamat berkarya 👍
Disukai
109
Dibaca
94
Tentang Penulis
Aga Lesmana
Suka membaca dan menulis. Dari sanalah aku akan terus belajar.
Bergabung sejak 2026-06-06
Telah diikuti oleh 558 pengguna
Sudah memublikasikan 4 karya
Menulis lebih dari 226,482 kata pada novel
Rekomendasi dari Drama
Novel
KAU BILANG MISKIN, KU BILANG CUKUP
Aga Lesmana
Novel
Kalahkan Aku dengan Cinta
Novianti
Cerpen
Natal Lain Kali
Rizky Siregar
Novel
Remaja Terbenam
Aya Fairuz
Novel
1121681
Delta
Novel
Keluar(ga)
UBI Master
Flash
Penggali Kubur
Writer In Box
Novel
Balada Ibu Rumah Tangga
Gie Salindri
Skrip Film
LITERATUR BERNYAWA ( SCRIPT FILM )
Rainzanov
Cerpen
Seorang Lelaki Tergeletak di Jalan
Sulistiyo Suparno
Cerpen
Jodoh Gunung
Anjrah Lelono Broto
Novel
Kesempatan Yang Berulang
Kiky
Novel
Kecubung
Ravistara
Cerpen
Future
desi lestari
Flash
Tengah Malam Terakhir (Membicarakan Adam Series Part 19)
Silvarani
Rekomendasi