Novel
Genre → Fantasi
KEMELUT TERATAI KEMBAR
Mulai membaca
Telah selesai
Gratis untuk dibaca
Novel ini masih diperiksa oleh kurator
Blurb
Ketika Kitab Teratai Agung kembali diincar oleh Golongan Hitam, dunia persilatan terjerumus ke dalam jurang kekacauan. Pusaka legendaris dari Lembah Sunyi ini hanya tunduk pada dua insan yang mampu menyatukan ikatan jiwa: Arka, pemuda berhati hangat, dan Tera, gadis anggun berjiwa tenang.

Di tengah badai intrik, cemburu, dan siasat adu domba musuh, keduanya harus menguasai Jurus Teratai Kembar. Namun, ketika racun mematikan merenggut keselamatan Tera, Arka dihadapkan pada pilihan paling menyayat hati—mengorbankan rahasia agung perguruan atau membiarkan belahan jiwanya binasa.

Sebuah epik tentang cinta, kesetiaan, dan pertarungan harga diri di rimba persilatan yang kejam.
Tokoh Utama
Arka
Tera
#1
Sejarah kelam Kitab Teratai Agung
#2
Pergerakan Golongan Hitam
#3
Kehangatan di Tengah Angin Mula
#4
Pertemuan pertama Arka dan Tera
#5
Tera, gadis anggun berpikiran dingin
#6
Serangan mendadak Golongan Hitam
#7
Pewarisan takdir: Kitab Teratai Agung
#8
Pertemuan Arka, Tera dan Sahabat
#9
Perkenalan Fathan dan Galin
#10
Hadirnya Kamil, Rafar, dan Yafid
#11
Peran Zahra dan Chafia dalam mengobati
#12
Keahlian Azalia dan Risha dalam Memantau
#13
Bayangan Teratai Belum Terikat
#14
Latihan awal Arka dan Tera
#15
Malam penuh bintang di perkemahan
#16
Memasuki wilayah rimba persilatan
#17
Penyergapan pertama di Hutan Kabut
#18
Aksi Gemilang Fathan dan Galin
#19
Analisis Jitu Kamil, Rafar, dan Yafid
#20
Kemenangan pertama, harus dibayar mahal
#21
Peran krusial Zahra dan Chafia
#22
Tugas Pengintaian Sunyi
#23
Bayangan Bulan di Atas Lembah
#24
Hambatan emosional
#25
Sentuhan kehangatan dari Arka
#26
Percobaan kedua Jurus Teratai Kembar
#27
Desas-desus di dunia persilatan
#28
Reaksi Murka, Petinggi Golongan Hitam
#29
Bayangan Perpecahan
#30
Singgah di sebuah desa terpencil
#31
Bayangan dari Masa Lalu
#32
Dinding Es yang Kembali Terbentuk
#33
Niat Baik yang Diberi Racun
#34
Buah Siasat Adu Domba
#35
Sentuhan kehangatan dari Arka
#36
Penjaga Benteng Terakhir
#37
Kabar Buruk dari Garis Depan
#38
Serangan di Tengah Kerapuhan
#39
Darah di Garis Belakang
#40
Kecepatan di Ambang Maut
#41
Kesadaran di Ujung Tanduk
#42
Penyatuan Hati yang Merenggang
#43
Kelahiran Jurus Teratai Kembar
#44
Kehancuran Pos Terdepan Musuh
#45
Tempat Perlindungan di Gua Sunyi
#46
Langkah Menuju Jantung Kegelapan
#47
Blueprint Benteng Besi
#48
Pembagian Peran di Bayangan Malam
#49
Kematian Senyap di Gerbang Benteng
#50
Jalan Keluar di Dinding Timur
#51
Misi Rahasia di Ruang Arsip
#52
Jebakan Labirin Bawah Tanah
#53
Penawar dari Luar Benteng
#54
Benturan di Koridor Sempit
#55
Tarian Pedang Bayangan Besi
#56
Rahasia Terbesar Pimpinan Tertinggi
#57
Lautan Musuh di Benteng Merah
#58
Pengorbanan di Gerbang Utama
#59
Hujan Maut di Bawah Bulan Pucat
#60
Suaka di Balik Tirai Air Terjun
#61
Pembalasan Darah dari Sarang Hitam
#62
Kabut Kematian Tanpa Nama
#63
Runtuhnya Benteng Tenaga Dalam
#64
Perisai Terakhir di Tubuh Tera
#65
Detik-Detik Menuju Kehampaan
#66
Runtuhnya Ketegasan Sang Pemimpin
#67
Vonis Mati dari Sang Tabib
#68
Syarat Mutlak Kitab Teratai Agung
#69
Dilema Berat di Persimpangan Takdir
#70
Keadilan Dunia dan Nyawa Tercinta
#71
Suara Bulat Delapan Sahabat
#72
Keputusan Mutlak Sang Pendekar
#73
Ritual Pembersihan di Malam Buta
#74
Keajaiban dan Harga yang Dibayar
#75
Mata yang Terbuka di Sisi Pria Lemah
#76
Air Mata Penyesalan di Ujung Pelukan
#77
Mencairnya Benteng Es Terakhir
#78
Pacuan Waktu di Pos Medis Darurat
#79
Bisikan Hitam di Sarang Musuh
#80
Keputusan untuk Menghabisi Sampai Tuntas
#81
Kelopak Mata, Terbuka di Detik Akhir
#82
Rapat Strategi di Ambang Maut
#83
Garis Pertahanan Terakhir
#84
Ketegangan di Lembah Sunyi
#85
Langit Merah di Bawah Kepungan Hitam
#86
Benturan Awal yang Menggelegar
#87
Karang di Tengah Badai
#88
Maut dari Ketinggian
#89
Jebakan Maut di Lembah Sempit
#90
Pertahanan Nyawa di Pos Medis
#91
Munculnya Sang Penguasa Kegelapan
#92
Penyatuan Kembali Ikatan Jiwa
#93
Benturan Jurus Teratai
#94
Batas Akhir Raga yang Rapuh
#95
Dorongan Jiwa dari Delapan Sahabat
#96
Keselarasan Sempurna Menembus
#97
Pukulan Pamungkas Cinta dan Kesetiaan
#98
Runtuhnya Benteng Kejahatan Abadi
#99
Fajar Baru di Rimba Persilatan
#100
Penghormatan Terakhir Delapan Sahabat
#101
Merajut Masa Depan di Lembah Sunyi
Kamu harus masuk terlebih dahulu untuk mengirimkan ulasan, Masuk
Belum ada Ulasan
Disukai
7
Dibaca
470
Tentang Penulis
Amrullah Ibrahim
Seorang yang suka berpikir imajiner dan suka membaca cerita fiksis
Bergabung sejak 2026-07-30
Telah diikuti oleh 15 pengguna
Sudah memublikasikan 16 karya
Menulis lebih dari 1,003,977 kata pada novel
Rekomendasi dari Fantasi
Rekomendasi