Novel
Genre →
Pesantren dan Pelangi Hati
Mulai membaca
Telah selesai
Gratis untuk dibaca
Novel ini masih diperiksa oleh kurator
Blurb
"Dari kilau kemewahan kota Palembang menuju kedisiplinan bilik-bilik pesantren di Jawa Timur—inilah kisah tentang hijrah, air mata, dan ketulusan yang mengubah segalanya."

Bagi Ghazi, hidup adalah tentang kenyamanan. Sebagai putra tunggal seorang pengusaha BBM sukses, hari-harinya berjalan tanpa beban. Namun, permintaan sang ayah untuk masuk pesantren demi memperdalam agama mengubah arah hidupnya 180 derajat.

Beradaptasi dengan ritme hidup santri bukan hal mudah. Di bawah bimbingan Kiai Mahmud, Ghazi harus berjibaku dengan kerasnya kehidupan asrama serta lautan kitab kuning tingkat tinggi—mulai dari Alfiyah Ibnu Malik, Fathul Qorib, hingga samudra tasawuf Ihya" ‘Ulumuddin—bersama para sahabat setianya: Daffa, Fathan, Ghalib, Kamil, Fardhan, dan Yafiq.

Di tengah beratnya perjuangan itu, takdir mempertemukannya dengan Varisha, putri Kiai Mahmud yang anggun dan cerdas. Pertemuan tanpa sengaja ini menumbuhkan rasa, namun keduanya memilih jalan yang diridai-Nya: merajut cinta dalam koridor syariat, di mana rindu diselipkan dalam doa dan ikhtiar memperbaiki diri.

Sanggupkah Ghazi bertahan di tengah gemblengan ilmu pesantren? Dan mampukah ia membuktikan diri hingga layak mendapatkan restu sang kiai untuk mempersunting Neng Varisha?
Tokoh Utama
Ghazi Akbar Ar Rimbai
Varisha Mahmud
#1
Kemewahan dan Rutinitas Ghazi
#2
Haji Akbar dan Kerajaan Bisnis BBM
#3
Pesta Kelulusan SMA yang Meriah
#4
Obrolan di Ruang Kerja Ayah
#5
Penolakan Awal Ghazi
#6
Pesan Ibu dan Doa Restu
#7
Pengepakan Koper
#8
Perpisahan di Bandara
#9
Perjalanan Panjang
#10
Gerbang Pesantren
#11
Pertemuan Pertama
#12
Pendaftaran Administrasi
#13
Pengenalan Komplek Asrama
#14
Penyesuaian Diri Pertama
#15
Malam Pertama di Pesantren
#16
Bangun Pukul 03.00 Dini Hari
#17
Ngantuk di Kelas Diniyah
#18
Mengenal Daffa
#19
Fathan dan Ghalib
#20
Kamil dan Fardhan
#21
Yafiq, Santri Asal Madura
#22
Masuknya Kitab Ta"limul Muta"alim
#23
(Antre Air) dan Mandi Kilat
#24
Tempat Berbagi Nasi Bungkus
#25
Hukum Disiplin
#26
Pelajaran Pertama Fathul Qorib
#27
Jatuh Bangun Memahami
#28
Perjalanan Menimba Ilmu
#29
Dinamika Santriwati
#30
Chafia, Hanifah, Nadhira, dan Yumna
#31
Piket Kebersihan Asrama
#32
Surat Pertama untuk Ayah dan Ibu di Palembang
#33
Musim Hujan di Pesantren
#34
Diskusi Malam Jumat
#35
Evaluasi Bulanan
#36
Titik Balik Semangat
#37
Memasuki Gerbang Nahwu Tingkat Lanjut
#38
Pusing Tujuh Keliling Menghafal Nadhom Alfiyah
#39
Kajian Bajuri dan Pendalaman Hukum
#40
Pertemuan Tanpa Sengaja
#41
Buku yang Tertukar
#42
Rasa Penasaran yang Mulai Tumbuh
#43
Pelajaran Akhlak dan Tasawuf
#44
Pertemuan Kedua di Kantor Pengurus
#45
Ghazi Mulai Menyelami Kitab Fathul Mu"in.
#46
Kelompok Bersama Daffa, Fathan, dan Ghalib
#47
Menghafal Hadis Pilihan
#48
Kajian Hadis Hukum melalui Bulughul Maram
#49
Senyum Singkat di Halaman Ndalem
#50
Dinamika Persahabatan
#51
Fardhan dan Yafiq Memimpin Aksi
#52
Mengkaji Kitab Akidah
#53
Sapaan Hangat yang Dijaga
#54
Memasuki Dunia Tafsir
#55
Kedalaman Makna Al-Qur'an
#56
Memahami Keunikan Kosakata
#57
Perdebatan Ilmiah Antar-Santri
#58
Ghazi Mulai Diperhitungkan dalam Diskusi Ilmiah
#59
Peran Zahrah dan Gamila
#60
Chafia, Hanifah, Nadhira, dan Yumna
#61
Mempelajari Metodologi Hukum Islam
#62
Puncak Kelelahan Mental
#63
Nasihat Mendalam Kiai Mahmud
#64
Pesan Tersirat dari Varisha
#65
Menyelami Samudra Tasawuf Tingkat Tinggi
#66
Perubahan Drastis Hati Ghazi
#67
Kunjungan Haji Akbar ke Pesantren
#68
Pengakuan Sang Ayah
#69
Persiapan Menghadapi Ujian Akhir
#70
Bab 70: Malam-Malam Panjang Tanpa Tidur
#71
Ujian Syafahiyah (Lisan)
#72
Ghazi Berhasil Menjawab Pertanyaan Sulit
#73
Pengumuman Peringkat Kelas
#74
Syukuran Sederhana di Kamar Asrama
#75
Tekad Bulat Ghazi untuk Melangkah
#76
Ghazi Ditunjuk Mewakili Pesantren
#77
Masa Karantina Intensif
#78
Dukungan Moril dari Teman-Teman
#79
Hari Perlombaan Tiba
#80
Babak Final
#81
Pengumuman Juara
#82
Sambutan Kepulangan yang Meriah
#83
Pertemuan Singkat dengan Varisha
#84
Program Pengabdian Masyarakat
#85
Menyaksikan Langsung Realitas Kehidupan Masyarakat
#86
Mengaplikasikan Kitab
#87
Kepulangan dari Pengabdian
#88
Desas-desus di Kalangan Santri
#89
Ujian Integritas
#90
Respons Kiai Mahmud
#91
Perenungan Panjang
#92
Peran Zahrah, Gamila, Chafia, Hanifah, Nadhira, dan Yumna
#93
Yafiq dan Fathan Membantu Ghazi
#94
Sidang Munaqosyah Akhir
#95
Ghazi Mempertahankan Argumen
#96
Hasil Sidang Kelulusan
#97
Persiapan Wisuda Akbar
#98
Undangan Resmi untuk Haji Akbar dan Keluarga
#99
Pertemuan Keluarga Besar
#100
Pembicaraan Empat Mata
#101
Restu Resmi Diberikan
#102
Prosesi Lamaran Sesuai Syariat Islam
#103
Sambutan Hangat Varisha
#104
Persiapan Hari Bahagia
#105
Refleksi Perjalanan: Mengingat Kembali
#106
Hari Wisuda Santri Berprestasi
#107
Pidato Perpisahan Santri
#108
Pesan Terakhir
#109
Momen Perpisahan yang Haru
#110
Kenang-kenangan Terakhir dari Zahrah, Gamila, Chafia, Hanifah, Nadhira, dan Yumna untuk Angkatan Lulusan.
#111
Persiapan Pernikahan
#112
Hari H Pernikahan
#113
Akad Nikah: Suara Tegas Ghazi
#114
Sah! Air Mata Syukur Haji Akbar
#115
Resepsi Islami: Pertemuan Budaya Palembang
#116
Malam Pertama dalam Koridor Syariat
#117
Amanah Baru : Ghazi
#118
Kunjungan Kembali ke Palembang
#119
Membuka Majelis Taklim Baru
#120
Keseimbangan Dunia dan Akhirat
#121
Kelahiran Anak Pertama
#122
Kelahiran Anak Kedua
#123
Titian Cahaya Abadi
Kamu harus masuk terlebih dahulu untuk mengirimkan ulasan, Masuk
Belum ada Ulasan
Disukai
11
Dibaca
1.3k
Tentang Penulis
Amrullah Ibrahim
Seorang yang suka berpikir imajiner dan suka membaca cerita fiksis
Bergabung sejak 2026-07-30
Telah diikuti oleh 25 pengguna
Sudah memublikasikan 87 karya
Menulis lebih dari 5,302,076 kata pada novel
Rekomendasi dari
Rekomendasi