Apakah kamu akan memberikan Novel ke ?
Berikan Novel ini kepada temanmu
Masukan nama pengguna
Blurb
Sejauh apa pun kaki melangkah, hati selalu tahu arah jalan pulang.
Bagi Fathan, rumah bukanlah sekadar bangunan. Rumah adalah surga kecil yang sederhana, tempat di mana hamparan sawah membentang menyejukkan mata, dan tawa keluarga tak pernah usai. Di sana, ada Bapak Azlan yang bijaksana, Ibu Damirah yang penuh kasih, Kak Arizah yang menjadi penasihat, serta Gabina dan Ghazi yang selalu menghidupkan suasana.
Namun, demi mengejar cita-cita, Fathan harus merantau ke hiruk-pikuk kota. Di tengah lelahnya rutinitas dan sesaknya kesendirian, kerinduan akan kampung halaman terus menggerogoti. Ia rindu masakan Ibu, canda tawa saudara, dan damainya suasana desa yang mustahil ia temukan di kota.
Meskipun di kota ada waktu libur, rasanya tetap hampa. Baginya, tidak ada tempat istirahat paling nyaman dan tempat di mana ia bisa menjadi diri sendiri tanpa rasa takut dihakimi, selain di dalam pelukan keluarganya.
Sebuah novel yang menghangatkan hati tentang makna keluarga, kesederhanaan, dan penerimaan diri. Ikuti perjalanan Fathan menemukan bahwa kebahagiaan sejati sesungguhnya ada di rumah kita sendiri.
Bagi Fathan, rumah bukanlah sekadar bangunan. Rumah adalah surga kecil yang sederhana, tempat di mana hamparan sawah membentang menyejukkan mata, dan tawa keluarga tak pernah usai. Di sana, ada Bapak Azlan yang bijaksana, Ibu Damirah yang penuh kasih, Kak Arizah yang menjadi penasihat, serta Gabina dan Ghazi yang selalu menghidupkan suasana.
Namun, demi mengejar cita-cita, Fathan harus merantau ke hiruk-pikuk kota. Di tengah lelahnya rutinitas dan sesaknya kesendirian, kerinduan akan kampung halaman terus menggerogoti. Ia rindu masakan Ibu, canda tawa saudara, dan damainya suasana desa yang mustahil ia temukan di kota.
Meskipun di kota ada waktu libur, rasanya tetap hampa. Baginya, tidak ada tempat istirahat paling nyaman dan tempat di mana ia bisa menjadi diri sendiri tanpa rasa takut dihakimi, selain di dalam pelukan keluarganya.
Sebuah novel yang menghangatkan hati tentang makna keluarga, kesederhanaan, dan penerimaan diri. Ikuti perjalanan Fathan menemukan bahwa kebahagiaan sejati sesungguhnya ada di rumah kita sendiri.
Tokoh Utama
Fathan
Azlan
Damirah
Arizah
Gabina
Ghazi
#1
Hamparan Hijau dan Atap Sederhana
#2
Pilar dan Jantung Rumah
#3
Teguran Bijak Kak Arizah
#4
Gelak Tawa Gabina dan Ghazi
#5
Harmoni di Bawah Langit Desa
#6
Langkah Pertama ke Dunia Luar
#7
Kesibukan yang Menyesakkan
#8
Sawah di Balik Pagar Kota
#9
Aroma Masakan yang Dirindukan
#10
Ketegasan di Balik Jarak
#11
Riuhnya Rumah yang Terkenang
#12
Badai Kecil di Desa
#13
Langkah Kecil Gabina dan Ghazi
#14
Surat dari Kota
#15
Tetangga adalah Saudara
#16
Kelelahan yang Menumpuk
#17
Keputusan untuk Pulang
#18
Fajar di Perjalanan Pulang
#19
Pintu Gerbang Rindu
#20
Pelukan Pemimpin dan Penasihat
#21
Meja Makan yang Menyatukan
#22
Malam Kebebasan di Rumah
#23
Sinergi di Bawah Sinar Matahari Pagi
#24
Refleksi di Teras Rumah
#25
Sejauh Apa Pun Kaki Melangkah
Ulasan kamu
Ulasan kamu akan ditampilkan untuk publik, sedangkan bintang hanya dapat dilihat oleh penulis
Apakah kamu akan menghapus ulasanmu?
Disukai
6
Dibaca
765
Tentang Penulis
Amrullah Ibrahim
Seorang yang suka berpikir imajiner dan suka membaca cerita fiksis
Bergabung sejak 2026-07-30
Telah diikuti oleh 29 pengguna
Sudah memublikasikan 101 karya
Menulis lebih dari 6,679,804 kata pada novel
Rekomendasi dari
Rekomendasi
Novel
Pulang ke Pelukan Desa
Amrullah Ibrahim
Novel
Mahligai Suci Karena Ilahi
Amrullah Ibrahim
Novel
Lentera Teratai Tujuh Misteri
Amrullah Ibrahim
Novel
Celap Celup
Amrullah Ibrahim
Cerpen
Bronze
Cuma Kamu
Amrullah Ibrahim
Novel
Pesantren dan Pelangi Hati
Amrullah Ibrahim
Novel
Bronze
Bayang-Bayang Danau Toba
Amrullah Ibrahim
Novel
6 PEMBUKA MASALAH
Amrullah Ibrahim
Cerpen
Bronze
Sein Kanan, Belok Kiri
Amrullah Ibrahim
Novel
Baiti Jannati
Amrullah Ibrahim
Cerpen
Bronze
Deru Bara di Dada Gita
Amrullah Ibrahim
Novel
Menakar Waktu dalam Ridha-Nya
Amrullah Ibrahim
Novel
Bronze
Senandung Rindu yang Mencair
Amrullah Ibrahim
Cerpen
Bronze
Rindu di Bukit Rendingan
Amrullah Ibrahim
Novel
Milikku Seorang
Amrullah Ibrahim