Apakah kamu akan memberikan Novel ke ?
Berikan Novel ini kepada temanmu
Masukan nama pengguna
Blurb
"Gagal perkawinanku di ambang pintu... Semua orang tahu kalau kau itu milikku, kini di pelaminan kau dengan yang lain."
Bagi Fathian Akbar, meminang Nayla Samaira adalah ikrar suci yang telah mendapat restu. Namun, waktu seolah berkhianat ketika janji manis itu runtuh seketika di ambang pintu pernikahan. Cincin pertunangan dikembalikan, dan di hadapan banyak pasang mata, Nayla harus bersanding di pelaminan dengan pria pilihan orang tuanya.
Hancur berkeping-keping, Fathian dan keluarganya harus menelan kepahitan serta hinaan yang meremukkan harga diri. Ke mana lagi ia harus membawa sisa derita jiwa yang merana?
Di sisi lain, Nayla terjebak dalam dilema kepatuhan di bawah tekanan keluarga, menyimpan luka yang tak kalah dalam di lubuk hatinya. Ketika cinta dipisahkan oleh takdir dunia, keduanya memilih jalan sunyi: berserah kepada Sang Pemilik Waktu, memperbaiki diri lewat taubat, dan menjaga kehormatan syariat.
Dapatkah kesabaran menyembuhkan luka yang menganga? Dan mampukah takdir mempertemukan kembali dua hati yang terenggut dalam ikatan suci yang halal dan diridhai-Nya?
Bagi Fathian Akbar, meminang Nayla Samaira adalah ikrar suci yang telah mendapat restu. Namun, waktu seolah berkhianat ketika janji manis itu runtuh seketika di ambang pintu pernikahan. Cincin pertunangan dikembalikan, dan di hadapan banyak pasang mata, Nayla harus bersanding di pelaminan dengan pria pilihan orang tuanya.
Hancur berkeping-keping, Fathian dan keluarganya harus menelan kepahitan serta hinaan yang meremukkan harga diri. Ke mana lagi ia harus membawa sisa derita jiwa yang merana?
Di sisi lain, Nayla terjebak dalam dilema kepatuhan di bawah tekanan keluarga, menyimpan luka yang tak kalah dalam di lubuk hatinya. Ketika cinta dipisahkan oleh takdir dunia, keduanya memilih jalan sunyi: berserah kepada Sang Pemilik Waktu, memperbaiki diri lewat taubat, dan menjaga kehormatan syariat.
Dapatkah kesabaran menyembuhkan luka yang menganga? Dan mampukah takdir mempertemukan kembali dua hati yang terenggut dalam ikatan suci yang halal dan diridhai-Nya?
Tokoh Utama
Fathian Akbar
Nayla Samaira
#1
Detik-detik Keputusan
#2
Mengembalikan Amanah
#3
Istighfar di Sepertiga Malam Pertama Fathian
#4
Nayla di Antara Kepatuhan pada Orang Tua
#5
Mengapa Cinta Manusia Begitu Fana?
#6
Bab 6: Menepis Dendam dengan Doa
#7
Memindahkan Fokus Hati
#8
Sabar adalah Perisai Mukmin.
#9
Menata Kembali Puing-Puing
#10
Menjaga Pandangan (Ghadhdhul Bashar)
#11
Tawakal Tingkat Tinggi
#12
Memaknai Waktu Produktif
#13
Nayla Memperdalam Pemahaman
#14
Fathian Menemukan Ketenangan
#15
Batasan-Batasan Tegas
#16
Waktu Pagi yang Barokah
#17
Fathian dan Dakwah Pemuda
#18
Nayla Menekuni Jalan Sunnah
#19
Kesabaran Menghadapi Fitnah Dunia.
#20
Menjaga Lisan dari Ghibah
#21
Langkah Interaksi Sosial
#22
Menabung Ridha Allah
#23
Evaluasi Diri (Muhasabah)
#24
Fathian Belajar Bisnis
#25
Nayla Membantu Umat
#26
Detik-detik Pergantian Musim
#27
Mengikis Ego dan Mengobati Luka Lama
#28
Silaturahmi yang Terjaga
#29
: Ujian Kesabaran Fathian
#30
Doa Rabithah yang Mengikat
#31
Menyucikan Niat
#32
Titik Jenuh yang Dihilangkan
#33
Penyesuaian Hati
#34
Perubahan Pandangan Ayah Nayla
#35
Istikharah Panjang yang Dilakukan
#36
Perantara yang Saleh
#37
Maaf dalam Bingkai Adab
#38
Menimbang Niat Baru
#39
Jawaban Nayla
#40
Pertemuan Keluarga (Ta'aruf Formal)
#41
Menyamakan Visi Rumah Tangga
#42
Mengatur Waktu Khitbah
#43
Menjaga Kesucian Masa Tunggu (Khitbah)
#44
Nasihat Pra-Nikah
#45
Mempersiapkan Mahar
#46
Fathian Memperdalam Fiqih
#47
Nayla Menyiapkan Hati
#48
Detik Penuh Sujud Syukur
#49
Mengikhlaskan Masa Lalu
#50
Undangan Pernikahan yang Sederhana
#51
Restu Orang Tua
#52
Menjelang Hari Akad
#53
Kalimat Ijab Kabul
#54
Resmi Menjadi Suami Istri
#55
Walimah yang Sesuai Syariat
#56
Mengawali Malam Pertama
#57
Doa Perlindungan Rumah Tangga
#58
Membangun Komunikasi
#59
Pembagian Peran Domestik
#60
Menjaga Rahasia Rumah Tangga
#61
Ujian Kecil Rumah Tangga Baru
#62
Fathian Menjadi Imam Shalat
#63
Waktu Berkualitas (Quality Time)
#64
Pengelolaan Keuangan Keluarga
#65
Menghadapi Ujian Rezeki
#66
Silaturahmi Harmonis
#67
Saling Mengingatkan dalam Kebaikan
#68
Dari Luka Lama
#69
Nayla Belajar Menjadi Istri Shalihah
#70
Bab 70: Fathian Menunjukkan Keteladanan Pemimpin
#71
Menjaga Keharmonisan
#72
Musyawarah dalam Setiap Keputusan
#73
Mensyukuri Nikmat Cinta
#74
Menata Harapan untuk Generasi Penerus yang Bertakwa.
#75
Menghadapi Badai Kecil
#76
Menyongsong Kehadiran Buah Hati
#77
Masa Kehamilan Nayla
#78
Fathian Siaga Menjaga
#79
Kelahiran Sang Buah Hati
#80
Aqiqah dan Penamaan Anak
#81
Mendidik Anak dengan Keteladanan
#82
Refleksi Perjalanan Panjang Fathian dan Nayla.
#83
Mengambil Ibrah dari Setiap Detik Waktu
#84
Memperkuat Komitmen Dakwah Keluarga
#85
Menghadapi Ujian Usia Pernikahan
#86
Menjaga Cinta Agar Tetap Berporos
#87
Keluarga yang Sakinah, Mawaddah, wa Rahmah
#88
di Atas Ridha Allah SWT.
Ulasan kamu
Ulasan kamu akan ditampilkan untuk publik, sedangkan bintang hanya dapat dilihat oleh penulis
Apakah kamu akan menghapus ulasanmu?
Disukai
2
Dibaca
3.3k
Tentang Penulis
Amrullah Ibrahim
Seorang yang suka berpikir imajiner dan suka membaca cerita fiksis
Bergabung sejak 2026-07-30
Telah diikuti oleh 37 pengguna
Sudah memublikasikan 119 karya
Menulis lebih dari 8,136,604 kata pada novel
Rekomendasi dari
Rekomendasi
Novel
Bronze
Menakar Waktu dalam Ridha-Nya
Amrullah Ibrahim
Novel
Mahligai Suci Karena Ilahi
Amrullah Ibrahim
Novel
Bronze
Sang Kembang Desa
Amrullah Ibrahim
Cerpen
Bronze
Deru Bara di Dada Gita
Amrullah Ibrahim
Novel
Bronze
Senandung Rindu yang Mencair
Amrullah Ibrahim
Novel
Bronze
Ketika Cinta
Amrullah Ibrahim
Novel
Denyut Nadi di Rumah Kita
Amrullah Ibrahim
Cerpen
Bronze
Goresan Takdir di Jalur Besi
Amrullah Ibrahim
Novel
Bronze
TERATAI BERDARAH DI RAWA MUSI
Amrullah Ibrahim
Novel
Cinta Yang Kembali Kepada-Nya
Amrullah Ibrahim
Novel
Bronze
Pulang Menuju Pelukan
Amrullah Ibrahim
Novel
Bronze
Kejernihan yang Kita Jaga
Amrullah Ibrahim
Novel
Bronze
Bayang-Bayang Danau Toba
Amrullah Ibrahim
Novel
Milikku Seorang
Amrullah Ibrahim
Cerpen
Bronze
GADIS TALANG AKAR
Amrullah Ibrahim