Apakah kamu akan memberikan Novel ke ?
Berikan Novel ini kepada temanmu
Masukan nama pengguna
Novel ini masih diperiksa oleh kurator
Blurb
"Pertemuan yang kuimpikan kini jadi kenyataan..."
Bertahun-tahun lamanya, mereka hidup di bawah bayang-bayang perpisahan yang menyiksa. Sang wanita merajut rindu dalam diam hingga membeku di dasar hati, sementara sang pria berjuang seorang diri mengobati lara di tengah bisingnya dunia.
Takdir akhirnya mempertemukan mereka kembali. Ibarat es yang diterpa kehangatan mentari, rindu yang menggunung itu mencair, tumpah ruah dalam dekap kemesraan yang sempat hilang. Namun, menyatukan kembali kepingan hati yang pernah hancur tentu tidak mudah.
Diuji oleh bayang-bayang masa lalu dan ketakutan akan kehilangan untuk kedua kalinya, keduanya dihadapkan pada satu sumpah suci: cukup sekali berpisah, cukup sekali merana.
Sanggupkah mereka merajut sisa waktu tanpa ada kata perpisahan lagi?
Bertahun-tahun lamanya, mereka hidup di bawah bayang-bayang perpisahan yang menyiksa. Sang wanita merajut rindu dalam diam hingga membeku di dasar hati, sementara sang pria berjuang seorang diri mengobati lara di tengah bisingnya dunia.
Takdir akhirnya mempertemukan mereka kembali. Ibarat es yang diterpa kehangatan mentari, rindu yang menggunung itu mencair, tumpah ruah dalam dekap kemesraan yang sempat hilang. Namun, menyatukan kembali kepingan hati yang pernah hancur tentu tidak mudah.
Diuji oleh bayang-bayang masa lalu dan ketakutan akan kehilangan untuk kedua kalinya, keduanya dihadapkan pada satu sumpah suci: cukup sekali berpisah, cukup sekali merana.
Sanggupkah mereka merajut sisa waktu tanpa ada kata perpisahan lagi?
Tokoh Utama
Aris Ar Rimbai
Maya Ghinah
#1
Kenangan di Stasiun Terakhir
#2
Hidup di Bawah Bayang-Bayang
#3
Pria di Balik Layar Kesibukan
#4
Bayangan yang Tak Mau Pergi
#5
Surat yang Belum Terkirim
#6
Desas-Desus di Kota Kecil
#7
Jantung yang Berdegup Kembali
#8
Pertemuan yang Kuimpikan (Bagian 1)
#9
Pertemuan yang Kuimpikan (Bagian 2)
#10
Suara yang Dirindukan
#11
Pulang dengan Luka yang Terobati
#12
Mencairnya Es di Hati
#13
Bayang-Bayang Orang Ketiga
#14
Menghadang Badai Masa Lalu
#15
Senandung di Ujung Senja
#16
Rindu yang Menggunung
#17
Air Mata Kelegaan
#18
Menepis Ragu di Hati
#19
Langkah Awal Memulai Kembali
#20
Titik Terang di Ujung Malam
#21
Secangkir Kopi dan Kejujuran
#22
Memaafkan Diri Sendiri
#23
Memaafkan Keadaan
#24
Senandung di Bawah Hujan
#25
Cinta yang Kembali Bernapas
#26
Perhatian yang Manis
#27
Menghapus Jejak Air Mata
#28
Restu Semesta
#29
Pertentangan Keluarga (Konflik Awal)
#30
Benteng Pertahanan Bersama
#31
Mengukir Senyum yang Hilang
#32
Kenangan Tempat Favorit
#33
Bisikan di Angin Malam
#34
Ujian Kesetiaan
#35
Kepercayaan yang Dibangun Ulang
#36
Tercurah Penuh Kemesraan
#37
Rahasia di Balik Senyum
#38
Menghadapi Hari Esok Bersama
#39
Malam Penuh Bintang
#40
Pelukan yang Menghapus Jarak
#41
Cemburu yang Manis
#42
Menggenggam Erat Tangan
#43
Nyanyian Hati yang Sama
#44
Hari yang Sempurna
#45
Penutup Babak Kedua
#46
Bayang-Bayang Kegagalan Lama
#47
Tawaran Pekerjaan di Luar
#48
Ketakutan yang Kembali Menghantui
#49
Komunikasi yang Mulai Retak
#50
Malam Penuh Debat
#51
Cukup Sekali Merana (Refleksi)
#52
Langkah Mundur untuk Maju
#53
Keputusan Besar Sang Pria
#54
Air Mata Penyesalan
#55
Badai Mulai Reda
#56
Restu yang Mulai Terbuka
#57
Dukungan Sahabat Setia
#58
Menghadapi Kritik Sosial
#59
Hari Ulang Tahun Kenangan
#60
Kado Terindah
#61
Kejutan Kecil
#62
Jawaban yang Dinanti
#63
Persiapan Menuju Babak Baru
#64
Ujian Terakhir: Masa Lalu yang Datang Menagih
#65
Ketegasan Sikap Sang pria
#66
Kesetiaan yang Diuji
#67
Penyelamatan Emosional
#68
Kepercayaan Mutlak
#69
Menatap Masa Depan
#70
Sumpah di Bawah Langit Senja
#71
Menghapus Sisa Luka
#72
Restu Orang Tua Sepenuhnya
#73
Menghitung Hari
#74
Malam Tenang Sebelum Badai
#75
Penutup Babak Ketiga
#76
Pagi Menuju Hari Bahagia
#77
Detail Kecil yang Bermakna
#78
Pertemuan Keluarga Besar
#79
Pesan dari Orang Tua
#80
Detik-Detik Menuju Tempat akad nikah
#81
Langkah Kaki Penuh Makna
#82
Tatapan Mata yang Menyatukan
#83
Ikrar Cinta
#84
Cincin Pengikat Jiwa
#85
Ciuman Pertama sebagai Pasangan Seutuhnya
#86
Pesta Sederhana Penuh Makna
#87
Senandung Kebahagiaan
#88
Tangis Haru di Ujung Malam
#89
Pagi Pertama sebagai Suami Istri
#90
Bulan Madu Sederhana
#91
Menikmati Setiap Detik
#92
Membangun Rumah Kecil Impian
#93
Menghadapi Rutinitas Harian
#94
Candaan hangat di dapur
#95
Tempat Curhat Terbaik
#96
Menyelesaikan Masalah Bersama
#97
Kunjungan ke Tempat Kenangan Lama
#98
Bersyukur atas Badai Lalu
#99
Malam Renungan
#100
Penutup Babak Keempat
#101
Cinta Tetap Abadi
#102
Menghadapi Ujian Usia dan Waktu
#103
Peran Baru di Lingkungan
#104
Hari Tenang di Masa Tua
#105
Mengenang Kembali Lirik Lama
#106
Cukup Sekali Merana
#107
Menghargai Napas Terakhir Bersama
#108
Genggaman Tangan
#109
Warisan Cinta tentang pesan Moral
#110
Pertemuan yang Menjadi Langgeng
#111
Tak Ada Lagi Perpisahan
Ulasan kamu
Ulasan kamu akan ditampilkan untuk publik, sedangkan bintang hanya dapat dilihat oleh penulis
Apakah kamu akan menghapus ulasanmu?
Disukai
0
Dibaca
1.1k
Tentang Penulis
Amrullah Ibrahim
Seorang yang suka berpikir imajiner dan suka membaca cerita fiksis
Bergabung sejak 2026-07-30
Telah diikuti oleh 25 pengguna
Sudah memublikasikan 87 karya
Menulis lebih dari 5,287,502 kata pada novel
Rekomendasi dari
Rekomendasi
Novel
Milikku Seorang
Amrullah Ibrahim
Novel
Senandung Rindu yang Mencair
Amrullah Ibrahim
Cerpen
Bronze
AROMA KOPI DI LERENG CINTA
Amrullah Ibrahim
Novel
Dua Sujud Satu Muara
Amrullah Ibrahim
Novel
Bayang-Bayang Danau Toba
Amrullah Ibrahim
Cerpen
Bronze
Jejak Cinta, Terukir Kembali
Amrullah Ibrahim
Cerpen
Bronze
DEGUP DI ANTARA DUA KOTA
Amrullah Ibrahim
Cerpen
Bronze
GADIS TALANG AKAR
Amrullah Ibrahim
Cerpen
Bronze
CINTA KEPADA REKAN KERJA
Amrullah Ibrahim
Flash
Jingga di Langit Senja
Amrullah Ibrahim
Cerpen
Bronze
ANGGUR HITAM
Amrullah Ibrahim
Novel
Jarak di Ujung Nozzle
Amrullah Ibrahim
Novel
Denyut Nadi di Rumah Kita
Amrullah Ibrahim
Novel
Pesantren dan Pelangi Hati
Amrullah Ibrahim
Cerpen
Bronze
CINTA YANG MENJADI TANGGUNG JAWAB
Amrullah Ibrahim