Apakah kamu akan memberikan Novel ke ?
Berikan Novel ini kepada temanmu
Masukan nama pengguna
Blurb
Jakarta menjadi kuburan raksasa yang terlalu bising bagi Rian. Programmer lepas ini memilih menepi ke pelosok Bogor setelah nyaris meregang nyawa di ruang ICU akibat Covid-19. Rumah kontrakan terasing menjadi benteng sterilnya. Ia hanya membutuhkan kesunyian total untuk memulihkan endapan rasa sakit dan trauma batinnya yang mendalam.
Namun, ketenangan itu runtuh seketika. Abah Dirman, seorang lelaki tua ringkih, mulai berkeliaran di pekarangan rumah Rian. Langkah kaki sang kakek menyeret pelan sambil menenteng sebilah parang panjang yang berkilat tajam. Ia berdalih sedang menjaga rumah Rian dari gangguan makhluk halus.
Logika Rian menolak keras takhayul absurd pedesaan tersebut. Ia justru mencurigai kehadiran lelaki tua itu sebagai kedok intimidasi komunal untuk merampok seluruh asetnya. Ketua RT mengabaikan laporan bahaya ini. Rian terperangkap sendirian dalam kepungan paranoia yang kian memuncak. Keputusan untuk mengambil tindakan defensif menjadi satu-satunya cara agar kesempatan hidup keduanya tidak direnggut paksa.
Namun, ketenangan itu runtuh seketika. Abah Dirman, seorang lelaki tua ringkih, mulai berkeliaran di pekarangan rumah Rian. Langkah kaki sang kakek menyeret pelan sambil menenteng sebilah parang panjang yang berkilat tajam. Ia berdalih sedang menjaga rumah Rian dari gangguan makhluk halus.
Logika Rian menolak keras takhayul absurd pedesaan tersebut. Ia justru mencurigai kehadiran lelaki tua itu sebagai kedok intimidasi komunal untuk merampok seluruh asetnya. Ketua RT mengabaikan laporan bahaya ini. Rian terperangkap sendirian dalam kepungan paranoia yang kian memuncak. Keputusan untuk mengambil tindakan defensif menjadi satu-satunya cara agar kesempatan hidup keduanya tidak direnggut paksa.
Tokoh Utama
Rian
Abah Dirman
Hendra
#1
Bab 1: Pelarian
#2
Bab 2: Malware
#3
Bab 3: Pinus
#4
Bab 4: Masih
#5
Bab 5: Kamuflase
#6
Bab 6: Gesekan
#7
Bab 7: Kelumpuhan
#8
Bab 8: Klorin
#9
Bab 9: Fragmentasi
#10
Bab 10: Lavender
#11
Bab 11: Delusi
#12
Bab 12: Pemindaian
#13
Bab 13: Perangkap
#14
Bab 14: Kepungan
#15
Bab 15: Tracing
#16
Bab 16: Amarah
#17
Bab 17: Parang
#18
Bab 18: Layar
#19
Epilog: Karantina
Ulasan kamu
Ulasan kamu akan ditampilkan untuk publik, sedangkan bintang hanya dapat dilihat oleh penulis
Apakah kamu akan menghapus ulasanmu?
Disukai
26
Dibaca
731
Tentang Penulis
Jasma Ryadi
Hidup dalam tulisan. Menetap bersama kata-kata. Aku ada karena aku bercerita.
Bergabung sejak 2025-06-04
Telah diikuti oleh 376 pengguna
Sudah memublikasikan 137 karya
Menulis lebih dari 66,041 kata pada novel
Rekomendasi dari Horor
Novel
Karantina
Jasma Ryadi
Novel
The Ho[S]tel 2
Bentang Pustaka
Novel
ATM Antrian Tengah Malam
Herman Siem
Flash
Rere dan Dunia di Luar Sana
Rere Valencia
Cerpen
Sejak Study Tour Itu
Braindito
Cerpen
PETAKA BONEKA TERKUTUK
ari prasetyaningrum
Cerpen
Possessed Recuperatio 2
Samuel Fetz
Novel
Malam Takziah
Marion D'rossi
Novel
SELAMAT MALAM, KANIA
Rosi Ochiemuh
Cerpen
JERAT ILMU WARISAN
Citra Rahayu Bening
Novel
SEMBRONO
Datu Mas Satriaji Daniswara
Novel
Pesugihan sate Gagak Mang Yopi
Shinbul
Flash
2 Persen
Rere Valencia
Novel
The Raven
Noura Publishing
Flash
ALONE
Shabrina Farha Nisa
Rekomendasi
Novel
Karantina
Jasma Ryadi
Cerpen
Bronze
Ayah, Ke Mana Orang-Orang Setelah Mati?
Jasma Ryadi
Flash
Senja yang Dilepas
Jasma Ryadi
Cerpen
Bronze
Gamophobia
Jasma Ryadi
Cerpen
Bronze
Bingkai Tak Berujung
Jasma Ryadi
Flash
Mereka Bilang Aku Setan
Jasma Ryadi
Cerpen
Bronze
Bukan Babi Ngepet
Jasma Ryadi
Flash
Di Barisan Belakang
Jasma Ryadi
Flash
Tuhan, Jadikan Hariku Senin Selalu
Jasma Ryadi
Cerpen
Bronze
Rasa yang Tak Bisa Kembali
Jasma Ryadi
Cerpen
Bronze
Rindu di Antara Dua Stasiun
Jasma Ryadi
Cerpen
Bronze
Reuni di Bangku Cadangan
Jasma Ryadi
Cerpen
Bronze
Setelah Malin Menjadi Batu: Hasnah dan Debur Ombak
Jasma Ryadi
Flash
Teras
Jasma Ryadi
Flash
Dekapan yang Hilang
Jasma Ryadi