Apakah kamu akan memberikan Novel ke ?
Berikan Novel ini kepada temanmu
Masukan nama pengguna
Blurb
Disclaimer: Kesamaan nama tokoh dan tempat bukanlah kesengajaan dan faktor kebetulan semata.
Klien Itkas kali ini unik. Tidak ada energi negatif ataupun gangguan makhluk halus semacamnya yang menyertai, tetapi Puspa mengalami penglihatan dari masa lalu mengerikan yang tertinggal dari tragedi Mei 1998.
"Ingatlah oleh kalian kenangan tentang hari ini. Sampaikan pada generasi masa depan bahwa jalan keadilan masihlah panjang. Semoga sejarah menjadi pelajaran yang cukup untuk bekal perjalanan kalian nanti hingga mampu mengantarkan negeri ini pada perubahan yang lebih baik. Tidak perlu sibuk mencari siapa yang salah dan menghabiskan energi untuk menuding pihak-pihak tertentu, tetapi marilah kita bersama-sama menyembuhkan luka ini sebagai satu tubuh yang saling melengkapi. Perbedaan adalah rahmat, tanda bahwa kita adalah bangsa yang kaya. Semoga, saya masih hidup untuk menyaksikan Indonesia yang makmur, adil, dan sentosa."
Kolaborasi antara Rahmiyatus Safitri dan Arief Setiawan, M.M.
Klien Itkas kali ini unik. Tidak ada energi negatif ataupun gangguan makhluk halus semacamnya yang menyertai, tetapi Puspa mengalami penglihatan dari masa lalu mengerikan yang tertinggal dari tragedi Mei 1998.
"Ingatlah oleh kalian kenangan tentang hari ini. Sampaikan pada generasi masa depan bahwa jalan keadilan masihlah panjang. Semoga sejarah menjadi pelajaran yang cukup untuk bekal perjalanan kalian nanti hingga mampu mengantarkan negeri ini pada perubahan yang lebih baik. Tidak perlu sibuk mencari siapa yang salah dan menghabiskan energi untuk menuding pihak-pihak tertentu, tetapi marilah kita bersama-sama menyembuhkan luka ini sebagai satu tubuh yang saling melengkapi. Perbedaan adalah rahmat, tanda bahwa kita adalah bangsa yang kaya. Semoga, saya masih hidup untuk menyaksikan Indonesia yang makmur, adil, dan sentosa."
Kolaborasi antara Rahmiyatus Safitri dan Arief Setiawan, M.M.
Tokoh Utama
Itkas Gazali
Puspa Dwi Kartika
Gilang Raharjo
Kiai Tulus
Gunardi
Kusuma
Indriana Tamam
#1
Jejak
#2
Pancaindra (1)
#3
Pancaindra (2)
#4
Pancaindra (3)
#5
Orang Lain yang Sama
#6
Semestinya Engkau Hadir di Sana (1)
#7
Semestinya Engkau Hadir di Sana (2)
#8
Semestinya Engkau Hadir di Sana (3)
#9
Sang Spiritualis
#10
Rahasia Besar
#11
Mitomania (1)
#12
Mitomania (2)
#13
Penyangkalan (1)
#14
Penyangkalan (2)
#15
Penyangkalan (3)
#16
Mundur ke Masa Lalu (1)
#17
Mundur ke Masa Lalu (2)
#18
Kepungan Kematian
#19
Sang Penyintas
#20
Jalan Panjang Keadilan
#21
Bukan Akhir Catatan
Ulasan kamu
Ulasan kamu akan ditampilkan untuk publik, sedangkan bintang hanya dapat dilihat oleh penulis
Apakah kamu akan menghapus ulasanmu?
Disukai
5
Dibaca
6.4k
Tentang Penulis
Ravistara
https://ravistara.simdif.com
Bergabung sejak 2020-01-01
Telah diikuti oleh 500 pengguna
Sudah memublikasikan 41 karya
Menulis lebih dari 564,798 kata pada novel
Rekomendasi dari Misteri
Novel
Bocah Angin & Turbulensi Waktu
Ravistara
Flash
After Dark
Populartflower
Cerpen
SKETSA BAPAK
Kagura Lian
Cerpen
Operasi bayangan di gedung lama
Syaqueenn
Cerpen
Kiamat
hyu
Flash
Arsip Nomor 47
Penulis N
Cerpen
Halo, Selamat Tinggal!
Ilestavan
Novel
Lembar Usang Berkisah
Dwimarta
Flash
Ratap Tiri Tuan
lidia afrianti
Cerpen
Pohon-pohon Yang Berbicara
Eko Hartono
Novel
Wentira "Another Story of the Invisible City"
Etzar Diasz
Flash
SIAPAKAH DIRIKU?
Ismawati
Novel
Candraleka
RaaRion.
Flash
"Jadi" Hamil, Enggak?
YK-Andriyana-RBD
Flash
Dunia Rumit Sofia
Sofia Rahman
Rekomendasi
Novel
Bronze
Bocah Angin & Turbulensi Waktu
Ravistara
Novel
Bronze
Putih Polos Avicenna
Ravistara
Cerpen
Bronze
Serenade Untuk Hafizah
Ravistara
Novel
LE SOLEIL DE MA VIE
Ravistara
Novel
Bronze
Penjara Sukma
Ravistara
Flash
Api yang Berdamai dengan Hujan
Ravistara
Novel
Ariana of Zarya
Ravistara
Flash
Sebatang Rosewood
Ravistara
Novel
Bronze
My Blue White Avicenna
Ravistara
Novel
Kecubung
Ravistara
Flash
Rindu di Balik Jendela
Ravistara
Novel
ATLAS
Ravistara
Flash
Jurit Malam
Ravistara
Novel
Bronze
Sang Peneduh Hati
Ravistara
Novel
Jagat Rasa
Ravistara