Butuh enam belas jam lebih dari Indonesia menuju Kenya; khusus naik di Bandara Internasional Soetta, Jakarta. Hampir seharian dalam pesawat, badan pasti pegal-pegal, paling nggak kaki Dowu agak berasa senyar. Belum lagi mesti sedia uang KES. Bukan uang kes dalam arti tunai, tapi Shilling Kenya. Itu kalau memang benar Dowu naik pesawat menuju Afrika bagian timur.
Lah ini? Boro-boro pegal atau siap uang, terkejut iya!
Beberapa saat lalu, mata Dowu yang belo hampir keluar kalau nggak ada alasan masih dipakai. Ruangan beraroma apak, kain jendela motif polkadot dekil sampai nggak kelihatan warna aslinya, terik matahari tembus melalui jendela tanpa kaca dan terali, busa tipis yang jadi alas duduk Dowu. Sungguh asing.
Awalnya dia nggak tahu ada di mana sebelum sosok perempuan datang membawa segelas air ke arahnya, sambil menyungging senyum yang nggak manis-manis banget, tapi Dowu terpesona.
“U...