Apakah kamu akan memberikan Novel ke ?
Berikan Novel ini kepada temanmu
Masukan nama pengguna
Blurb
Menyoal tentang Papua, selama ini pasti terbayang di benak masyarakat yang terbelakang, animisme, koteka, konflik bersenjata ataupun perang antar suku. Namun tidak dengan Intan, mahasiswi kedokteran Universitas Indonesia, baginya masyarakat Papua juga bagian dari NKRI yang juga memiliki hak yang sama sebagai warga negara Indonesia. Baginya masyarakat Papua adalah saudara sebangsa setanah air. Masih ada cinta di masyarakat Papua.
"Jika masih ada cinta, kenapa harus ada perang. Kita semua bersaudara sebangsa setanah air Indonesia. Sudah saatnya bersama-sama membangun Papua yang lebih maju." -
Meskipun awalnya tidak disetujui oleh orangtuanya, selepas wisuda sarjana kedokteran, Intan tetap bersikukuh menerima tugas pengabdian sebagai dokter PTT di Oksibil, pedalaman Wamena, Papua. Oksibil merupakan kawasan zona merah, karena masih sering terjadi penyerangan antara gerombolan bersenjata dengan aparat keamanan baik TNI maupun kepolisian.
Dari kehidupan keluarga yang humanis, penuh kehangatan dan cinta kasih, dengan penuh keyakinan gadis muda itu berani meninggalkan semuanya untuk berangkat ke Oksibil dengan kehidupan masyarakat yang bertolak belakang dengan kehidupan yang dijalaninya selama ini.
Akhirnya dua bulan kemudian, Intan berangkat ke Wamena, Papua. Setibanya di Wamena, dia segera bertolak menuju Oksibil, wilayah tugasnya.
Meski dengan segala keterbatasan peralatan medis dan obat-obatan, Intan dibantu oleh Bertha, tenaga paramedis puskesmas untuk memberikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat setempat.
Hingga dalam sebuah acara Festival Lembah Baliem, secara tidak sengaja Intan bertemu dengan Bram, seorang pemuda tampan yang juga hobi fotografer. Bermula dari perkenalan singkat itu, telah menumbuhkan rasa suka di hati Bram kepada dokter cantik itu.
Pucuk dicinta ulampun tiba, rasa suka Bram tidak bertepuk sebelah tangan, ternyata Intan juga memendam rasa yang sama terhadap Bram. Kedekatan mereka semakin terjalin hingga diketahui ternyata Bram adalah seorang remaja 'broken home' yang terjebak narkoba. Dia melarikan diri dari masa rehabilitasinya di Amsterdam, Belanda.
Atas bujuk rayu Intan, akhirnya Bram memutuskan kembali meneruskan masa rehabilitasinya di Belanda dan menerima perjodohannya dengan Sandra, seorang gadis pilihan orangtuanya.
Suatu malam, kejadian buruk dialami oleh Intan, dia diculik oleh sekelompok orang bersenjata dan menyekapnya di suatu tempat yang tidak diketahui oleh siapa pun. Dalam keadaan depresi dan trauma, dengan taruhan keselamatan dirinya, gadis muda itu dipaksa melakukan operasi bedah terhadap salah seorang pimpinan mereka yang barusaja tertembak oleh aparat kepolisian dalam penyerangan kemarin malam. Dengan todongan senjata api dan peralatan medis seadanya, dokter Intan melakukan operasi bedah untuk mengeluarkan beberapa butir peluru timah yang bersarang di tubuh salah seorang pemimpin mereka.
Akhirnya Intan dibebaskan secara diam-diam karena telah berhasil melakukan pertolongan medis kepada pemimpin mereka. Karena dedikasi dan pengorbanannya sebagai seorang dokter, Intan menerima beasiswa melanjutkan kuliah S2 di negri Van Orange, Belanda. Di Belanda, dia kembali dipertemukan dengan Sandi, sahabatnya yang sejak kecil tinggal bersama di sebuah panti asuhan sebelum dirinya di adopsi oleh keluarga Pak Thomas.
Setelah sekian waktu tidak diketahui lagi soal keberadaan Bram, membuat kerinduannya semakin membuncah. Namun dia masih yakin dan berharap Bram selamat dari kecelakaan pesawat terbang setahun yang lalu dan akan kembali menemuinya di Belanda.
Karena sebagai sahabat, meski dia harus mengorbankan perasaannya, Sandi merelakan cinta Intan untuk Bram.
Hanya satu yang menjadi harapan Sandi, dia ingin melihat Intan bahagia, meski dia harus rela mengubur dalam-dalam rasa cintanya kepada gadis cantik tersebut.
"Jika masih ada cinta, kenapa harus ada perang. Kita semua bersaudara sebangsa setanah air Indonesia. Sudah saatnya bersama-sama membangun Papua yang lebih maju." -
Meskipun awalnya tidak disetujui oleh orangtuanya, selepas wisuda sarjana kedokteran, Intan tetap bersikukuh menerima tugas pengabdian sebagai dokter PTT di Oksibil, pedalaman Wamena, Papua. Oksibil merupakan kawasan zona merah, karena masih sering terjadi penyerangan antara gerombolan bersenjata dengan aparat keamanan baik TNI maupun kepolisian.
Dari kehidupan keluarga yang humanis, penuh kehangatan dan cinta kasih, dengan penuh keyakinan gadis muda itu berani meninggalkan semuanya untuk berangkat ke Oksibil dengan kehidupan masyarakat yang bertolak belakang dengan kehidupan yang dijalaninya selama ini.
Akhirnya dua bulan kemudian, Intan berangkat ke Wamena, Papua. Setibanya di Wamena, dia segera bertolak menuju Oksibil, wilayah tugasnya.
Meski dengan segala keterbatasan peralatan medis dan obat-obatan, Intan dibantu oleh Bertha, tenaga paramedis puskesmas untuk memberikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat setempat.
Hingga dalam sebuah acara Festival Lembah Baliem, secara tidak sengaja Intan bertemu dengan Bram, seorang pemuda tampan yang juga hobi fotografer. Bermula dari perkenalan singkat itu, telah menumbuhkan rasa suka di hati Bram kepada dokter cantik itu.
Pucuk dicinta ulampun tiba, rasa suka Bram tidak bertepuk sebelah tangan, ternyata Intan juga memendam rasa yang sama terhadap Bram. Kedekatan mereka semakin terjalin hingga diketahui ternyata Bram adalah seorang remaja 'broken home' yang terjebak narkoba. Dia melarikan diri dari masa rehabilitasinya di Amsterdam, Belanda.
Atas bujuk rayu Intan, akhirnya Bram memutuskan kembali meneruskan masa rehabilitasinya di Belanda dan menerima perjodohannya dengan Sandra, seorang gadis pilihan orangtuanya.
Suatu malam, kejadian buruk dialami oleh Intan, dia diculik oleh sekelompok orang bersenjata dan menyekapnya di suatu tempat yang tidak diketahui oleh siapa pun. Dalam keadaan depresi dan trauma, dengan taruhan keselamatan dirinya, gadis muda itu dipaksa melakukan operasi bedah terhadap salah seorang pimpinan mereka yang barusaja tertembak oleh aparat kepolisian dalam penyerangan kemarin malam. Dengan todongan senjata api dan peralatan medis seadanya, dokter Intan melakukan operasi bedah untuk mengeluarkan beberapa butir peluru timah yang bersarang di tubuh salah seorang pemimpin mereka.
Akhirnya Intan dibebaskan secara diam-diam karena telah berhasil melakukan pertolongan medis kepada pemimpin mereka. Karena dedikasi dan pengorbanannya sebagai seorang dokter, Intan menerima beasiswa melanjutkan kuliah S2 di negri Van Orange, Belanda. Di Belanda, dia kembali dipertemukan dengan Sandi, sahabatnya yang sejak kecil tinggal bersama di sebuah panti asuhan sebelum dirinya di adopsi oleh keluarga Pak Thomas.
Setelah sekian waktu tidak diketahui lagi soal keberadaan Bram, membuat kerinduannya semakin membuncah. Namun dia masih yakin dan berharap Bram selamat dari kecelakaan pesawat terbang setahun yang lalu dan akan kembali menemuinya di Belanda.
Karena sebagai sahabat, meski dia harus mengorbankan perasaannya, Sandi merelakan cinta Intan untuk Bram.
Hanya satu yang menjadi harapan Sandi, dia ingin melihat Intan bahagia, meski dia harus rela mengubur dalam-dalam rasa cintanya kepada gadis cantik tersebut.
Tokoh Utama
Bram
Bertha
Sandi
Intan
#2
GADIS BACKPACKER #2
#3
KAKAK JADI GURU KAMI KAH? #3
#4
ADA CINTA DI FESTIVAL LEMBAH BALIEM #4
#5
CINTA YANG MENDERA #5
#6
PECANDU NARKOBA #6
#7
REHABILITASI #7
#8
PERJODOHAN YANG TIDAK DIKEHENDAKI #8
#9
DOKTER PRATIWI HILANG #9
#10
DILEMA DUA HATI #10
#11
OPERASI BEDAH #11
#12
PERANG SUDAH BERAKHIR #12
#13
NEGERI VAN ORANGE #13
Ulasan kamu
Ulasan kamu akan ditampilkan untuk publik, sedangkan bintang hanya dapat dilihat oleh penulis
Apakah kamu akan menghapus ulasanmu?
Disukai
28
Dibaca
6.5k
Tentang Penulis
DENI WIJAYA
phone : 081945709771
email : deniaditamawijaya@gmail.com
instagram : @deniaditamawijaya
email : deniaditamawijaya@gmail.com
instagram : @deniaditamawijaya
Bergabung sejak 2020-05-03
Telah diikuti oleh 632 pengguna
Sudah memublikasikan 31 karya
Menulis lebih dari 292,717 kata pada novel
Rekomendasi dari Romantis
Novel
Ada Cinta Di Rumah Honai
DENI WIJAYA
Novel
LOVE is ART
Kezia Geralda Tandi
Novel
Datang Untuk Meira
Dinyshu
Novel
Normal People
Bentang Pustaka
Novel
Elena Kartini
rudy
Skrip Film
AVICENNA
Ravistara
Novel
Koi No Yokan
Wiwit Widianti
Novel
Unfinished Business - Dineshcara
KATHERINE PRATIWI
Flash
Laut Juga Ingin Bercinta
A.S Rahayu
Novel
REMEDIAL
Andi bulan Rahma nabila
Novel
Goodbye
Yohana Yunita
Novel
Kekasih Untuk Suamiku
Bramanditya
Novel
The Corrs in My Veins
Shabrina Farha Nisa
Novel
We Could Be in Love
Bentang Pustaka
Novel
PSYCHO
Anis Nabilah
Rekomendasi
Novel
Bronze
Ada Cinta Di Rumah Honai
DENI WIJAYA
Novel
Bronze
DAUN JATI BERBISIK
DENI WIJAYA
Flash
CATATAN JURNALIS DARI KAMBOJA
DENI WIJAYA
Flash
LONCENG KEMATIAN
DENI WIJAYA
Novel
MOHM PATH : gadis kecil yang tidak bisa menangis
DENI WIJAYA
Novel
Bronze
Saksi Terakhir
DENI WIJAYA
Flash
Bronze
NONA SEGERALAH MENIKAH
DENI WIJAYA
Novel
Cinta Yang Dirindukan Surga
DENI WIJAYA
Flash
KUTITIPKAN RINDU INI
DENI WIJAYA
Cerpen
Cintaku Di Kampus Biru '97
DENI WIJAYA
Skrip Film
Romeo Bukan Anak Jalanan
DENI WIJAYA
Novel
Bronze
TRIAD
DENI WIJAYA
Cerpen
Surat Kecil Dari Kamboja
DENI WIJAYA
Flash
MENUNGGU DI BANDARA EL-TARI
DENI WIJAYA
Flash
TUAN HAJI MURAD
DENI WIJAYA