Hari ini, sejarah tak mungkin akan melupakan. Sebuah pencapaian besar. Seekor makhluk telah ditemukan. Dan itu menyadarkan dunia pada peradaban jutaan tahun lalu.
***
Asep me-reload senapan mesinnya yang kedap suara. Ia sadar Yanto, salah satu yang tersisa selain Asep di wilayah Barat telah tewas. Dengan mata kepalanya sendiri ia melihat t-rex menggigit tubuh Yanto menjadi dua, seolah remaja tersebut adalah stik keju.
Asep juga melihat kawannya itu dilahap. Sehingga kemarahan Asep mendidih. Tapi ia harus menahan emosi sejenak. Makhluk raksasa seperti t-rex tak bisa diserang asal dan serampangan.
Sedangkan alat komunikasi dengan pamannya sejak tadi terputus. Asep sadar, di tengah kota jakarta yang tinggal puing tersisa, besar kemungkinan sang paman, Abdul, dan kelompoknya, seluruhnya telah dimakan.
Asep menyadari kini hanya dirinyalah manusia yang tersisa. Ia menyimpulkan karena beberapa bulan sebelumnya Presiden mengumumkan, Jakarta tepatnya Jakarta Barat dan Jakarta Timurlah dimana umat manusia masih bertahan, sedangkan manusia di wilayah lain sudah tak ada. Presiden sendiri tewas di wilayah Barat, dimana Asep dan beberapa lainnya menjadi saksi.
Asep memutar, ia mengendap pelan. Ia mengincar punggung t-rex, karena itulah bagian yang bisa membuat makhluk yang berat nya seratus kali lipat dari dirinya rubuh, kemudian tewas karena tak mampu menopang berat badannya sendiri.
Senapan ia tembakkan, makhluk tersebut memang tumbang, tapi itu hanya satu, dua t-rex lain nya yang kebetulan ada di sekitar tempat Asep sekarang langsung menyerang.
Bahkan salah satu mendadak menyerang, Asep untung terbiasa refleks oleh serangan makhluk yang seharusnya sudah punah itu. Sambil mengaduh ia kembali bersembunyi. Dalam persembunyiannya, Asep harus memikirkan eksekusi paling matang.
Pemuda 20 tahun tersebut memikirkan bagaimana cara membereskan salah satu dulu, kembali bersembunyi, dan kemudian menyerang t-rex lain.
Sambil berpikir, ia tak boleh membuang waktu, sehingga Asep memikirkan strategi sekaligus me-reload senjata sambil terus berusaha senyap. Hal tersebut tidak tercipta lewat teori, tetapi insting demi bertahan hidup. Karena jika ia terlalu ramai juga tidak efisien, t-rex lain akan datang, sebab mendengar keributan.
Sialnya, hal yang ditakutkan datang, baru saja dipikirkan sebagai potensi, beberapa t-rex sudah datang bergerombol. Asep melalukan satu kesalahan. Dirinya yang sudah bersembunyi terlihat dari arah selatan.
Asep tahu ini akhir. Semenjak lahir ia tak pernah menyangka akan menjadi manusia terakhir yang tersisa dalam sejarah peradaban. Ia pun nekad menyerang, menembak ke seluruh arah. Asep berpikir sebagai manusia terakhir, setidaknya ia memberi perlawanan sengit sampai akhir hayat.
Dua t-rex tumbang, namun jumlah mereka cukup banyak, dan yang lain pun mulai berdatangan. Asep terus memuntahkan peluru kedap suara miliknya, tetapi terus meleset karena gugup.
Kemudian tibalah masa kepunahan umat manusia. Asep diangkat oleh mulut salah satu t-rex. Giginya yang super tajam langsung membuat Asep tewas seketika. Tapi karena tanpa sengaja t-rex tersebut mengigit lampu senter, Asep yang tinggal mayat itu pun di muntahkan.
Asep terlempar jauh, menghantam tembok bangunan. Lalu, ekor salah satu t-rex tanpa sengaja menghancurkan gedung tempat jasad Asep tergeletak. Bangunan delapan lantai tersebut pun runtuh. Menyatu dengan tanah.
Dua juta tahun kemudian, ditemukan satu makhluk aneh. Bentuk dan proporsional tubuhnya tak umum. Itulah jasad Asep. Yang menemukannya sendiri adalah ilmuwan kesohor, sehingga berita tersebut menyebar dengan sangat cepat.
Mereka heran karena tubuh Asep ukurannya tak lebih besar dari hewan peliharaan mereka. Ditambah sang profesor menyatakan bahwa saat diteliti, Asep atau spesiesnya memiliki intelegensi sangat tinggi untuk ukuran zamannya.
Ya, sang profesor, juga penduduk yang heboh, adalah t-rex yang telah berevolusi layaknya dulu manusia berevolusi. Tubuh mereka jauh mengecil, namun tetap lebih besar daripada manusia. Teknologi mereka super maju, dan sudah membangun koneksi antar galaksi.