Flash Fiction
Disukai
1
Dilihat
16
Tanpa Kompromi
Thriller
Flash Fiction ini masih diperiksa oleh kurator

‎"Lu udah denger cerita kalo lu ketemu sama seorang gadis,"

"Lu harus nurutin semua keinginan dia,"

"Karena dia putri tunggal seorang boss Triad belum?"

‎Itulah pertanyaan yang dilontarkan oleh Ita yang hanya dijawab Susi dengan jawaban "Udah." Keduanya adalah mahasiswi asal Indonesia yang sedang berlibur di Hong Kong.

‎Dan dua minggu kemudian tubuh Susi ditemukan di tengah tengah peron stasiun, seolah sengaja digeletakkan agar mudah ditemukan sebagai ancaman bagi siapapun yang melanggar syarat dari sang boss Triad.

Kata-kata pertanyaan diatas dilontarkan oleh Ita saat menjadi saksi, tapi Ita terkejut karena kasus tersebut kemudian ditutup, dengan alasan tak ada cukup bukti, dianggap sebagai serangan jantung yang kebetulan saat itu Susi sedang berada di stasiun.

‎Ita pun berencana pulang ke Indonesia, ia tahu di Indonesia ia akan ditanyai macam-macam, menjadi bahan pemberitaan, tapi ia juga sadar, ia pasti sedang diincar Triad sebagai satu-satunya saksi.

‎Beberapa saat setelah ia menceritakan kisah yang seperti urban legend pada Susi, memang keduanya didatangi oleh seorang gadis seumuran mereka, gadis tersebut nampak bersama orang tua yang kikuk, saat itu ia meminta untuk menukarkan uang Yuan nya dengan Dollar Hongkong, tapi ditolak Susi, karena memang saat itu mereka kehabisan uang cash.

‎Ita percaya cerita yang ia dengar dari internet memang bukan urban legend lagi, tetapi benar-benar nyata, tak mau mati konyol, Ita bahkan sudah memesan tiket ke Indonesia sebelum dipanggil menjadi saksi, tapi entah mengapa selalu dipersulit untuk segera pulang, dengan segala alasan, dan salah satu alasannya tentu harus bersaksi yang justru ujung-ujungnya kasusnya malah ditutup.

‎Dengan ditutupnya kasus, bagi Ita sudah tidak ada pilihan lain selain pulang, meski ia tetap merasa ada yang janggal, karena setelah ditutupnya kasus, jalan dirinya untuk pulang ke Indonesia seolah menjadi mudah. Tapi kini ia tenang, sejauh ini tidak ada tanda-tanda dirinya diincar seperti yang ia takutkan di awal.

‎Ita sudah bersiap lepas landas, ia bersyukur sebagai saksi satu-satunya kejahatan Triad ia dibiarkan lolos, pesawat pun take off dan mengudara, ia melihat pesawat mulai meninggalkan langit Hong Kong menuju Jakarta, Indonesia. Baru beberapa saat mengudara, tiba-tiba pesawat meledak, membunuh Ita, sekaligus dua ratus lebih penumpang lainnya.

Saat ajalnya yang dipenuhi rasa panas perih api, Ita amat kesal, demi untuk membunuh dirinya, para Triad mengorbankan ratusan nyawa lain dengan entengnya. Ya memang begitulah organisasi kejahatan, kejam dan tanpa kompromi.

Suka
Favorit
Bagikan
Anda harus login atau daftar untuk mengirimkan komentar
Komentar (1)
Rekomendasi dari Thriller
Rekomendasi