Flash Fiction
Disukai
1
Dilihat
6
DATK- Halaman 20
Romantis
Flash Fiction ini masih diperiksa oleh kurator

“Buka buku halaman 20.”

Hanya ada buku catatan kosong di meja Tata, bukunya belum tersedia, setidaknya sampai hari senin, ia hanya harus bertahan satu hari ini saja. Teman sebangkunya masih sama seperti tadi, matanya menatap ke luar jendela, kepalanya kini bersandar ke tangannya dan mungkin hampir terlelap. Bukunya sendiri sudah dikeluarkan dari tas, tapi tak terbuka, Tata takut jika harus memintanya untuk berbagi.

Akhirnya ia hanya membuka buku kosongnya, mencoba mendengarkan apa pun penjelasan guru di depan. Serius, apa yang sejak tadi gurunya bicarakan sebenarnya?

Tata memaksa dirinya untuk fokus ke depan, atau setidaknya ia mencoba. Duduk di barisan paling belakang dan tidak punya buku cetak, sungguh kombinasi paling buruk baginya.

Tangannya menyentuh sesuatu saat ia tengah memicingkan matanya dan menarik tubuhnya ke depan. Sebuah buku?

Buku pelajaran yang tadinya berada di meja teman sebangkunya kini ada di pinggir mejanya. Ia menatap orang di sampingnya, masih di posisi semula, tapi tangannya mendorong buku itu lebih dekat ke Tata.

“Te…terima kasih,” bisiknya kaku, tak ada jawaban.

Ia menelan ludahnya sendiri, tangannya membuka lembaran buku hingga menemukan halaman yang dibilang gurunya tadi. Setelahnya, di meletakkan buku itu di tengah-tengah mereka.

***

Pelajaran berganti, laki-laki itu menarik bukunya setelah Tata menutupnya. Tangannya merogoh tasnya lagi, mengeluarkan buku pelajaran selanjutnya dan langsung meletakkannya di meja Tata. Meski dirinya sendiri masih tak melihat ke arah Tata,

“Terima… kasih,” bisiknya lagi, kali ini dengan suara yang lebih ringan,

Kali ini ia tidak menunggu jawaban, dengan cepat tangannya membalik lembaran hingga menemukan halaman yang disuruh.

Hei penggebrak meja… terima kasih. 

Suka
Favorit
Bagikan
Anda harus login atau daftar untuk mengirimkan komentar
Komentar (0)
Rekomendasi dari Romantis
Rekomendasi