Ambar ngecek lagi aplikasi Kwikku, hatinya berdegup, ia membuka halaman autor, menunggu seperkian detik untuk terbuka, dan zonk, bab ketiga cerpennya belum dikurasi. Meski sejak sore ia telah diberitahu bahwa karyanya sudah mendapatkan kurator. Membuatnya semakin dongkol.
Gadis 16 tahun yang duduk di akhir bangku SMA itu uring-uringan. Sudah lima hari karyanya belum juga dikurasi, bagi Ambar karya yang sudah diverifikasi adalah cerminan nyata penulis matang.
"Karya lo engga pernah dikurasi, sama aja ada yang cacat sama tulisan lo, dan itu tanda penulis belum matang."
Pemikiran Ambar yang salah besar karena banyak juga sebetulnya penulis yang karyanya diloloskan meski menggunakan AI, bukan salah kuratornya, tapi alat canggih tersebut yang kadang berubah jadi kecerdasan tolol, terbolak balik saat menerawang, akibatnya banyak penulis ori justru tidak lolos.
Ambar terus menerus menunggu dan menunggu, gadis peranakan Tionghoa Jawa Sunda dengan mata sayu tersebut memelototi hapenya dan secara berulang ulang keluar masuk halaman autor.
Akhirnya ada satu notif, tapi gadis kelahiran Klaten tersebut langsung kecewa berat, ternyata itu notifikasi salah satu cerpennya yang disetujui oleh kurator. Ambar sedikit ngedumel, ia merasa karya yang bobotnya lebih tinggi justru kunjung tak disetujui, sebab cerpen yang ia tulis kemarin tersebut baginya hanyalah eksperimen iseng.
Ambar akhirnya ketiduran, hatinya capek pun kesal, ia terlelap, ngorok di kursi karena saking capeknya nunggu. Dirinya yang terbiasa tidak membunyikan notifikasi email karena merasa itu tak penting, terlelap.
Ambar tidak sadar jika sejak tadi ada notifikasi masuk, notifikasi untuk menyetujui salah satu karya milik akun bernama Kasih Setia. Yap, selama ini Ambar memang punya dua akun, satu akun untuk berkarya, satu akun lainnya sebagai kurator, itung itung buat belajar jadi editor profesional kalo jalan jadi penulis terlalu banyak pesaing, pikir Ambar.
Tapi berkali kali pula Ambar lupa kalau dia punya dua akun, berkali pula ia ditegur karena sampai berbulan bulan lupa menunaikan tugasnya sebagai kurator, sedang Kasih Setia sendiri adalah akun yang sekarang sedang digunakan oleh Ambar.