Bait pertama buku yang sekar palupi pahami adalah tentang, kepemilikan atas rahim wanita yang berpindah alih tangan ke pria setelah menikah, lalu ia tertegun sesaat.
Mengapa strata sosial menganggap bahwa keperjakaan dan keperawanan adalah hal yang mutlak, jika tidak berdarah di malam pertama maka ia sudah tidak suci lagi.
Bagaimana dengannya, ia hanya gadis muda yang pernah sekali mengalami pemerkosaan keji anak dengan anak, akibat meniru perilaku orang tuanya, ia sungguh sudah tidak suci lagi.
"Sekar, apa yang kau pikirkan?" Tanya kakaknya, sembari menutup laptop—sepertinya gelagat sekar sudah ia ketahui sejak tadi— dan menyimpannya dalam tas.
"Hanya kepikiran masa lalu kak, andai aku tidak bermain dengan mereka aku tidak akan mengalami kejadian menjijikan itu. Mereka tidak akan bertumpuk dan mengilirku kak."
Kakaknya hanya menari napas dalam, "Iya, nyata sudah terjadi dan itu tidak perlu di sesali. Itu hanya bagian dari masa lalu." Ujar sang kakak, ia menepuk bahu sekar perlahan.
"Kak Hanum tau, bagian dari menyakitkan dari itu adalah mereka semua anak SD dan aku hanya bermain biasa. Mereka menyeretku dan membuka paksa celanaku dan mengesekkan kelamin mereka padaku, dan ku dengar mereka mencariku kembali."
Gadis yang dipanggul hanum itu memeluknya, "Sekar, listen to me kamu harus memaafkan mereka—" belum selesai Hanum berbicara sekar memutusnya.
"Kakak tau rasanya, di tindis dan dijamah lima orang anak kecil kak? Kakak tau rasanya smp satu saudara beserta temannya? Dan terakhir sepupu sendiri." Hanum terdiam, ia menderita sama dengan Sekar saat ini.
"Aku jadi harus konsul tiap waktu padahal aku tidak gila.." ujar Sekar menarik napas besar, "Apalagi aku pernah di jamah, pria mana yang akan mencintaiku... Wanita yang pernah terjamah." Lanjutnya, ada belati yang menancap tepat di hati Hanum.
Hanum mengelus kepalanya lembut gadis muda dihadapanku ini bergetar, "Mitos Keperawanan adalah puncak misteri feminim bagi laki-laki, dan itu menjadi kekuatan yang menakutkan dan begitu memikat. Kakak kutip dari simone de beauvoir" ujarku pada sekar.
"Sampai saat ini tidak ada yang bisa mengatakan bagaimana cara agar seorang perempuan tidak ingin diperkosa mengatakan karena terkadang mereka tidak bisa melawan, dan kamu juga tidak, kamu tidak perlu memaafkan." Lanjut Hanum berharap tangis Sekar itu reda akan tetapi, tangis sekar semakin menjadi, "bukankah hanya perawan yang akan dicintai?"
"Sekar.. itu hanya pengalaman pertama, tanpa itu kamu berhak tetap dicintai, dan carilah yang mencintaimu..." Katanya, walaupun hamun tak pernah ada diposisi Sekar.
Menurut Hanum, laki-laki yang menginginkan perempuan hanya karena ingin memperoleh hak tubuh dan kepemilikan atas anak yang dilegal secara hukum agama adalah kolot, karena tujuan kehidupan memang untuk memiliki anak tapi, dengan cinta. Ia berharap Sekar lekas sembuh dan mesikpun tidak secara sempurna.
"Sekar kamu pantas dicintai, terlepas dari apa yang terjadi..." Ujar Hanum pada Sekar yang baru menginjak masa smp dan memeluknya. Hari ini sudah cukup berat, untuknya...