KISAH CINTAKU

Hari ini, Tepat tahun ke Lima dari kelulusanku. Aku harus tersenyum sendu mendengar kabar dia yang akan melangsungkan Pernikahan.

Tanpa sempat memulai, aku sudah mengakhiri perasaanku yang aku pendam selama 8 Tahun hari ini. Dibalik jendela kereta aku melihat smatphoneku yang mana melihat unggahan dirinya bersama calon istrinya.

Aku tidak tau apa yang aku rasakan ini? aku harus senang atau bersedih. Baru saja kemarin aku membicarakannya kepada adikku bahwa ada seseorang yang aku sukai dan aku kagumi. Hingga aku masih belum bisa membuka hatiku untuk orang lain. Namun, ternyata Tuhan berkata lain dengan mencoba membuka mataku tentang dirinya.

Meski demikian, aku tak menyesal mengenal dirinya. Aku bahagia pernah mengenalnya berada dalam hidupku meski hanya sekedar mengenalnya. Bagiku, Dialah yang pertama membuat aku tersenyum dikala mengingat dirinya. Meski kami tak pernah begitu dekat dan berteman baik layaknya teman pada umumnya. Namun melihatnya dari bangku sebrang saja sudah menghibur hatiku yang sepi ini. Dia datang dalam hidupku sebagai teman yang dikirimkan Tuhan. Menunjukan tak semua lelaki itu sempurna dan juga buruk. Dialah yang mampu membuatku berfikir demikian. Meski pertemuan kami tak bisa dibilang akan menjadi sebuah kisah cinta. Tapi bagiku, Pertemuanku dengannya merupakan sepenggal dari KISAH CINTAKU.

Teruntuk Engkau Lelaki dengan senyum indah disana, Aku doakan semoga pernikahanmu nanti bahagia. Kini aku akan mengakhirinya disini. Mengagumimu sebagai seorang wanita yang selalu melihat dirimu dari sisi yang berbeda.

Usai aku tutup smartponeku. Aku pasang Headseatku dan aku arahkan pandanganku kembali ke hadapan kursi kosong di depanku dimana tak seorang terduduk disana. Aku tutup mataku dan aku dengarkan musik keras kala itu. Hingga akhirnya para penumpang memenuhi kursi yang kosong di depanku hingga kursi samping kanan dan kiriku. Dengan berisiknya suara penumpang kereta lainnya disebelahku dan di depanku. Aku buka mata perlahan dan aku lihat seseorang di depan kursi sana. "Ahh, Dia manis juga." Aku pun kembali memejamkan mataku menikmati musik rock kesukaanku hingga tiba pemberhentian selanjutnya.

159 dilihat
Suka
Bagikan
Anda harus login atau daftar untuk mengirimkan komentar
Saran Flash Fiction