Mimpi Orang Mati

Ada banyak yang menggangu pikiranku akhir-akhir ini, aku mungkin akan menggagumu lagi dengan beberapa keluh kesah. Jika tidak perduli, kau bisa saja mengabaikannya, kau mungkin tidak akan perduli sama sekali dengan hal ini tapi akupun menjadi tidak perduli dengan pedulimu, aku tetap mengirimkan pesan ini karena kau satu-satunya yang belum memanggilku gila dari yang lain.

Begini, aku punya pemikiran tentang mimpi-mimpi yang tertinggal.

Apa kau mengerti maksudku?

Orang-orang mati yang meninggalkan mimpi mereka, bagaimana perasaan mereka tentang hal itu?

Aku mendengarkan lagu lama akhir-akhir ini, aku dengar dia telah puluhan tahun yang lalu, penyanyinya maksudku, mimpinya masih hidup hingga hari ini, harapannya masih hidup hingga kini, mimpinya jauh lebih kuat dari fisiknya yang digorogoti kangker dan mati kerenanya. Dia telah mati tapi aku masih bisa mendengar suaranya.

Beberapa bulan yang lalu, aku tidak tahu tepatnya kapan, aku melihat lukisan dari internet, aku ingin melihatnya langsung tapi kurasa tak dipajang di negara kita, aku tidak punya sedikit uangpun untuk pergi melihatnya secara langsung. Itu adalah lukisan yang indah, tidak dipenuhi hal yang berkilauan tapi tetap indah. Kudengar, ah ... kubaca, dia tidak mendapatkan segala pujian tentang seninya saat hidup, dia hidup dalam kemiskinan sekalipun dia adalah seorang pencipta karya seni yang kini dipuja-puja, aku tidak ingat apa dia mati karena sakit atau membunuh dirinya sendiri tapi aku ingat dengan jelas bahwa dia mencobanya, percobaan bunuh diri maksudku.

Bunga mataharinya indah, bunga matahari dalam lukisannya yang terkenal itu, kudengar... ah.... sekali lagi, kubaca, orang-orang dulu mengatainya tentang bagaimana bunga itu tidak terlihat seperti bunga matahari atau tentang bagaimana dia memotong telinganya. Aku tidak tahu bagaimana memahami seni, bahkan setelah mendengar penjelasnya dari you tube, aku tetap tidak mengerti. Kurasa aku bodoh, aku memang bodoh tapi bukannya kita semua memang bodoh? ada banyak pertanyaan yang tak terjawab, ada banyak jawaban yang rasanya tidak tepat.

Bagaimana perasaan ilmuan itu? kubaca seseorang mencuri hasil penemuannya dan mengklaimnya sebagai miliknya tapi kini, orang-orang telah mengetahui bahwa dia kecurian.

Ada lagi tentang ilmuan yang satunya lagi, mesin terbang yang dia impikian kita telah menjadi kenyataan?

Ya, penulis diary itu, dia terbunuh sehari sebelum dia harusnya terbebaskan, hidup bebas setelah persembunyian lama di hidupnya. Apa kematian juga adalah sebuah kebebasan?

Ah, aku hampir lupa, pertanyaan utamanya adalah bagaimana jika mereka bisa hidup seharinya saja di masa kini dan melihat apa yang mereka capai dengan apa yang dulunya mereka perjuangkan? apa itu masih penting? apa mereka masih perduli? ataukah mereka benar-benar meninggalkan segalanya sekarang? membiarkan segala anggan dan harapan tertutup oleh kematian dan menjadi kehidupan baru di alam yang tak pernah tercapai oleh kita yang masih di sini, perjalan satu arah, tak ada yang kembali untuk bercerita pada kita.

2 disukai 1.6K dilihat
Suka
Favorit
Bagikan
Anda harus login atau daftar untuk mengirimkan komentar
Tidak ada komentar
Saran Flash Fiction