PREPARE MY BAGGAGE

Aku menunggu, kau tahu aku selalu menunggu, aku tahu aku akan datang tapi waktu, tempat dan bagaimananya kau tidak memberitahuku.

Aku belajar berjalan hari ini, lalu berlari dan belajar dan belajar lagi tapi menyimpan hal sepele yang tidak perlu di otakku dari pada apa yang dibutuhkan.

Aku terus memuaskannya, setidaknya aku telah berusaha tapi dia tidak melihat hal itu, dia adalah seseorang yang yang hanya melihat kekurangan dariku dan melihat hanya kelebihan yang dimiliki orang lain lalu membandingkannya. Dia bilang bahwa dia merasa sangat kecewa, tentang segala sesuatu yang berkaitan denganku.

Kau tahu sangat sulit untuk mempertimbangkan, perduli dengan apa yang dipikirkan dan dirasakan oleh seseorang yang tak sama sekali perduli dengan keadaanku, jadi kuharap kau cepat datang menjemputku.

Aku membuka instagramku hari ini, para selebriti membuat hal-hal yang dikritisi lagi, membuat mereka dihina dan tidak dicintai, aku bahkan menjadi bosan dengan hanya dengan melihatnya. Itu tidak menghibur, semua masalah yang mereka buat tidak menghibur, bahkan jika aku memaki-maki mereka, aku tidak akan merasa terhibur.

Aku sudah menyelesaikan studyku sekarang , kau tahu bahwa dia belum akan puas dengan hal itu. Aku tidak tahu bahwa itu hanya dia ataukah semua manusia pada dasarnya seperti itu. Aku tidak banyak bertemu dengan orang-orang, jadi aku tidak tahu banyak hal.

Kurasa sekarang dia mencoba untuk membuangku, dia mencoba membuatku menghabiskan sisa hidupku dengan seseorang yang bahkan tidak pernah kutemui. Aku jadi bertanya-tanya, apa yang salah? kenapa dia tidak pernah berheti membuatku merasa buruk? Kenapa dia tidak pernah membiarkanku melakukan apa yang yang kuinginkan? kenapa dia berusaha menulis script dalam kehidupannku? ini hidupku atau hidupnya?

Aku berpikir jika aku tidak bisa hidup dengan caraku bukankah akan lebih baik jika kau cepat-cepat datang menjemputku?

Ini menyakitkan, semakin menyakitkan dari hari ke hari. Aku bukanlah sesuatu yang bagus untuk dibanding-bandingkan lagi, aku bukan lagi sesuatu yang bisa dibanggakan lagi, dia melihatku seperti mesin tua saat ini, dia tidak bisa menggunakanku dengan baik kareka aku menjadi tuli dengan perkataannya akhir-akhir ini, dia hanya mengatakan hal yang menyakitkan jadi lebih baik aku menutup pendengaranku.

Aku serius dengan hal ini, aku telah mempersiapkan barang-barangku, aku sudah mempersiapkannya beberapa kali, menggantinya beberapa kali, mengatur waktunya berulang-ulang.

Aku mulai mengerti cara kerjanya sekarang, bukan jam yang tergantung di dinding penjara ini yang menjadi patokan, jam milikmu adalah patokkannya.

Aku harus aku telah mempersiapkan barang bawaan terbaikku saat kau datang, aku mungkin akan sedikit terlena.

196 dilihat
Suka
Bagikan
Anda harus login atau daftar untuk mengirimkan komentar
Saran Flash Fiction