BONIE!!!

Malam diguyur hujan lebat. Seharusnya suhu ruang makan ini dingin, tapi nyatanya justru sebaliknya. Panas! Melebihi sidang anggota Parlemen. Semua gara-gara penghuni terbaru rumah ini____Bonie!

"Jadi, lo nuduh gue, Sal?" Chilo menggebrak meja makan tak terima atas tuduhan Faisal, yang notabene supir rumah ini.

Sontak saja tiga orang lainnya di ruangan ini gelagapan. Bagaimanapun Chilo adalah Tuan muda di rumah ini. Bisa berabe mereka kalau kena pecat, hari gini susah cari kerja cuy.

"Bukan begitu, Mas. Tapi di rumah ini cuma Mas Chilo yang engga suka Bonie. Mas Chilo terang-terangan nolak waktu Bonie pertama datang," elak Faisal membela diri.

"Gue bukan engga suka, Sal. Tapi gue alergi bulu kucing!"

Kucing! Yap benar dan tidak salah! Semua ini hanya karena kucing bernama Bonie!

Si kucing Scottish ini adalah bayi terbaru kesayangan mami Farah.____Nyonya rumah, sekaligus ibu dari Tuan muda Chilo___Tak tanggung-tanggung, didatangkan langsung dari Skotlandia.

Tadi pagi, sebelum Farah pamit untuk pergi ke Singapura, ia sudah mewanti-wanti. "Pokoknya saya pulang ke rumah, Bonie tidak boleh kehilangan satu helai bulu pun! Saya pecat kalian kalau sampai Bonie lecet. Termasuk kamu Tuan muda.____Farah membuka kaca mata hitamnya, menyipitkan mata, lalu menunjuk wajah Chilo penuh intimidasi____Kalau sampai baby Bonie kenapa-kenapa, nama kamu hilang dari KK keluarga!"

Dan sekarang, si Bonie bukan hanya lecet, melainkan hilang.____HILANG!

"Tapi ... Mas Chilo memang niat nyingkirin Bonie, kan Mas? Dua hari lalu Mas Chilo sendiri yang bilang sama saya di pos satpam. 'Pokoknya, kalau mami lengah, gue racun tuh kucing sialan! Gue buang ke kali, biar anyut!'"____Pak Tono menirukan ucapan Chilo sore itu di pos satpam tempatnya berjaga.

Chilo melotot.

"Oh, jadi saya disuruh beli racun tikus tadi siang itu untuk Bonie, Mas?" ucap bibi Inah polos.

Lahdalah, Chilo gelagapan, "Bu ... Bu ... Bukan! Ya ampun, gue cuma ngoceh doang. Lu pada lupa ancaman mami? Gue masih ingin hidup enak. Gila aja gue ambil risiko ditendang dari KK."

"Sebenarnya, siapa sih yang anak pungut?" Chilo ngedumel dalam hati. Harga dirinya terinjak-injak di rumah ini, hanya karena seekor kucing. Masih bayi pula!

Semua orang tegang di ruangan itu. Diam mencari solusi. Nasib mereka diujung tanduk, walau nyatanya si Bonie tidak bertanduk.

"Kalian malem-malem berisik banget, sih? Kasian nih Bonie engga bisa bobok. Iya, kan Sayang?" Farah datang memakai baju tidur, lengkap dengan Bonie dalam gendongan.

Chilo mengerjap tak percaya, Faisal mengelus dada lega, Tono melongo, dan bibi hanya tersenyum tanpa dosa seolah tak terjadi apapun.

"Mami? Bukannya di Singapore?"

"Engga jadi. Mami kepikiran Bonie. Makanya Mami jemput Bonie, besok kita jalan-jalan ke Singapur, ya Sayang," ucap Farah sembari mengelus Bonie, tak peduli pada ekspresi mereka berempat yang sudah antah-berantah tak terkata.

"Mami kapan datang?"

"Tadi sore pakai taksi."

"Hanya untuk jemput Bonie?" Wajah Chilo horor.

"IYES!!!"

Sudah jelas, kan? Siapa yang anak pungut?

-TAMAT-

5 disukai 4 komentar 721 dilihat
Suka
Bagikan
Anda harus login atau daftar untuk mengirimkan komentar
@naeehava : Mami tau, bukan mamah isshhhhh Meooww
@koji18 : 🥺🥺🥺🥺 jadi, siapa anak pungutnya?
Astaga, untung aja. Bonie aman sama mamahnya, mamah parah. Uwuuuuu
Wkwkwkw kocak, kok. Ish, bilangnya gak lucu. Kocak tau dit.
Saran Flash Fiction