GHOST

Mira seorang gadis yang memiliki kemampuan melihat hantu. Namun tidak ada yang percaya dengan kemampuan Mira, termasuk kekasihnya Bram. Mira selalu terganggu dengan kelebihannya itu.

Terkadang ia tidak sadar bahwa lawan bicaranya, ternyata adalah makhluk halus. Tidak jarang pula orang di sekeliling Mira merasa risih dan terganggu, bahkan ada juga yang mengecap Mira sebagai wanita yang kurang waras.

Malam itu, Mira pulang dari kantor dengan berjalan kaki, sambil mendorong motornya yang sedang mogok. Suasana malam itu sangat mencekam dengan suara lolongan anjing yang panjang, sampai membuat bulu kuduk mira merinding karena ngeri.

Tidak henti berdoa, Mira terus mendorong motornya dengan terburu-buru. Mira berharap malam ini tidak ada setan atau demit yang mengganggunya. Namun saat ia sudah sampai di parkiran apartemen, Mira malah di cegat dengan makhluk besar yang mengerikan layaknya seperti zombi.

Mira segera berlari ketakutan, dan meninggalkan motornya begitu saja. Makhluk itu terus mengejar Mira, sampai akhirnya mira kelelahan, dan terjatuh.

Makhluk itu semakin mendekat ke arah Mira, dengan mengumpulkan sedikit keberaniannya mira melemparkan sebuah botol kaca bekas yang tergeletak di sebelahnya, ke arah makhluk mengerikan itu.

Botol itu tepat mengenai kepala si makhuk zombi. Mira dapat melihat bahwa makhluk itu merasa kesakitan. Tanpa membuang kesempatan, Mira segera mendekati makhluk itu dan menendang dengan keras. Mira melakukan hal itu berulang kali, seolah ia sedang melampiaskan rasa marahnya selama ini.

"Rasakan itu makhluk jelek, beraninya kalian gangguin gue! Haha... akhirnya gue bisa balas dendam ke salah satu dari kalian," ucap mira dengan semangat, sebelum salah seorang yang ia kenal berlari ke arahnya sambil berteriak histeris.

"Kakak berhenti! itu Abang Bram bukan hantu."

Beberapa menit kemudian terdengar suara lengkingan ambulan di tempat kejadian, sebagai penutup akhir dari rencana lamaran yang membawa petaka.

1 disukai 807 dilihat
Suka
Bagikan
Anda harus login atau daftar untuk mengirimkan komentar
Saran Flash Fiction