Rahma
Horor
"Mau aku seduhkan teh, Yang?"
Begitulah pertanyaan kecil Rahma menghiasi, membuatnya semakin manis. Rahma memang tidak secantik perempuan lain, tapi keramahannya bikin aku yang langsung asal tonjok saja bila ada masalah mencair.
Aku jawab iya. Tapi tak lama dia panik, mengaku teh sudah habis. Rahma memaksa membeli ke warung, tak mau dia bersedih aku pun mengiyakan. Aku yang sejak tadi mengantuk, mencoba tidur ayam di meja kerjaku. Aku tak boleh tidur karena tugasku harus diselesaikan dalam 5 hari, tapi masih menumpuk.
Tiba-tiba saja Rahma sudah ada di sampingku, membawakan teh celup kesukaanku. Aku terkejut karena ...
Baca cerita ini lebih lanjut?
Rp2.000
Suka
Favorit
Bagikan
Anda harus login atau daftar untuk mengirimkan komentar
Komentar (0)
Rekomendasi dari Horor
Cerpen
Rahma
Rere Valencia
Novel
Clown Terror
Noura Publishing
Cerpen
KM 108
awod
Flash
Janin
Bksai
Novel
Lea Perempuan Iblis
Mohamad Novianto
Cerpen
Lagu yang tidak Pernah Selesai
Ron Nee Soo
Novel
Sazadah Hitam
Paul Siem
Cerpen
Dia Menangkap Hantu dengan Dua Tangannya
Habel Rajavani
Cerpen
Tiga Hari Sebelum mati
Irvan D
Flash
Hades
AkunKosong
Novel
The Last Karta
Samuel Fetz
Flash
Hantu Bosan
Sulistiyo Suparno
Novel
Fantasteen: Lost and Found
Mizan Publishing
Cerpen
Aku Tidak Sakit
Christian Shonda Benyamin
Novel
Fantasteen Rumah Angker
Mizan Publishing
Rekomendasi
Cerpen
Bronze
Rahma
Rere Valencia
Flash
Bronze
Saga Recorded: Empat Hari Menuju Sempurna
Rere Valencia
Flash
Bronze
Bahagiamu Bahagiaku
Rere Valencia
Flash
Bronze
Idola (Isi Jiwa)
Rere Valencia
Cerpen
Bronze
Saksi Sekejap
Rere Valencia
Flash
Bronze
Yang Kucari Selalu Menemani
Rere Valencia
Skrip Film
Pahit
Rere Valencia
Flash
Bronze
Jalani Dulu
Rere Valencia
Flash
Bronze
Pelamar
Rere Valencia
Flash
Bronze
Realistis dan Arogan
Rere Valencia
Flash
Bronze
Rahasia Besar
Rere Valencia
Flash
Bronze
Fakir Mental
Rere Valencia
Flash
Bronze
Sebelum Jumat Tanggal 13
Rere Valencia
Cerpen
Trump's Era
Rere Valencia
Flash
Bronze
Sombong, Angkuh, Arogan
Rere Valencia