Flash Fiction
Disukai
1
Dilihat
40
Lebih Buruk Ketimbang Dieksekusi
Thriller
Flash Fiction ini masih diperiksa oleh kurator

‎Tolong buatin cover bergaya komik dengan genre mafioso berwarna, kak. Aspek rasio 9:16, judul: Lebih Buruk Ketimbang Dieksekusi. Di bawah judul kasih by ReVa. Fontnya bergaya komik dengan genre mafioso berwarna. Covernya seunik mungkin dan seoriginal mungkin, dan engga pernah dibuat dimanapun.

‎Catatan: Model covernya aku dengan memakai gaun pesta dan rambut tergerai, kak. Tapi cuma wajah aja yang jadi referensi. Soal pakaian sesuai isi cerpen.

‎Catatan: Selain judul sama by ReVa, engga ada tulisan atau text lain.

‎Bikin sesuai sama cerpen aku. Ini cerpenku:

‎Hari sudah menuju pagi, kediaman Don Antonio masih ramai dengan pestanya. Sebagai putri Antonio tentu aku juga ada di tempat pesta.

‎Lalu kulihat Albert, ia nampak sangat segar sambil mengobrol ala kadarnya dengan setiap yang ia temui di pesta.

‎Albert baru saja melakukan pengkhianatan, tepatnya pengkhianatan yang diketahui ayahku. Karena kutahu banyak yang berkhianat padanya, tanpa ia ketahui.

‎Sembilan puluh persen malah. Hampir semua yang bekerja padanya pernah berkhianat. Termasuk aku dan suamiku.

‎Lalu ku dekati Albert, aku katakan aku ingin bercinta dengannya. Tentu itu pancingan, supaya ia mau menemuiku empat mata.

‎Akhirnya kutemui ia di salah satu kamar. Albert yang dasarnya kurang ajar itu langsung berusaha mencumbuku.

‎Aku mengelak, dan mengatakan ada hal lain yang lebih penting daripada bercinta. Albert terkekeh, menyatakan akulah wanita pertama yang menolaknya.

‎Aku menariknya, menghentikan tawanya lebih keras, agar para soldier ayahku tidak masuk. Lalu kukatakan apa yang akan aku katakan sangat penting.

‎Albert mulanya terkekeh. Tapi setelah aku membeberkan pengkhianatannya, dia mulai terdistraksi. Ia bertanya darimana aku tahu.

‎Lalu langsung kubalas hukuman bagi pengkhianat bukanlah dihabisi. Tapi lebih dikucilkan dari segala bisnis ayahku.

‎Albert terkekeh dan berkata, jika hanya seperti itu ia akan berkhianat seseringnya. Ia berkata seperti itu sambil berjalan keluar.

‎Kutarik kembali tangannya. Aku menghadangnya keluar. Aku katakan bahwa itu tak sesederhana yang dibayangkan.

‎Aku katakan ayahku bukan hanya berbisnis haram saja. Sembilan puluh persen bisnis di negara ini dikuasai olehnya.

‎Awalnya ia tertawa, tapi kemudian ia membeku beberapa detik. Ia mulai berpikir. Aku memandangnya. Merasa dia mulai mengerti apa bahayanya dikucilkan dari segala bisnis.

‎Kemudian ia bertanya apa yang harus dilakukan. Aku pun berkata, hampir tidak ada. Meski diterima dan bisa berbaur seenaknya, bahkan bisa bercinta.

‎Hanya ada cara kecil, yaitu jadi parasit. Dekatlah pada siapapun, lalu jadilah penjilat untuk mereka. Terimalah walau hanya remah roti.

‎Jadilah budak mereka untuk melakukan hal apapun. Kukatakan, terimalah upahnya meski seremah apapun.

‎Albert pun keluar dari kamar. Aku bernafas lega karena akhirnya dia mengerti apa konsekuensinya jika berkhianat.

‎Tapi, tak lama kemudian, dari kamarku, kudengar ia terkekeh. Aku hanya bisa pasrah, karena aku tahu tipe orang seperti Albert. Orang yang bebal.

‎Aku pun sudah tahu, dua bulan dari sekarang dia akan menjadi apa. Pecandu, hidup di jalanan, atau seperti suamiku, yang juga memutuskan lari dari dunia, saking tak tahannya.

Suka
Favorit
Bagikan
Anda harus login atau daftar untuk mengirimkan komentar
Komentar (0)
Rekomendasi dari Thriller
Rekomendasi