Disukai
6
Dilihat
16
Pulang Pergi
Drama
Cerpen ini masih diperiksa oleh kurator

PULANG PERGI

Hening menyelimuti ruangan itu, hanya ada suara kipas tua yang berputar lambat, beradu dengan detak jantung Azka yang kian makin tak karuan. Udara saat itu terasa begitu padat, rasanya, seperti setiap detik yang berdetak membawa beban emosional yang rasanya sulit sekali untuk dijelaskan. Di luar jendela, langit senja memancarkan warna jingganya yang memudar perlahan, bak perasaan yang terkurung lama di dalam kalbu. Redup, hangat, namun menyimpan sisa-sisa kobaran yang enggan untuk padam

Di sudut ruangan, Azka memandangi meja kayu kecil. Permukaannya sudah mulai termakan usia. Tempat di mana Aidia duduk dengan tenang, Aidia adinda Kalora, sebuah pelabuhan baginya. Saat ini, gadis itu tengah membaca sebuah buku bertajuk "Berusaha Tenang di Dunia yang Berisik". Wajahnya terlihat begitu ceria sebagaimana biasanya, memancarkan ketenangan yang sama sekali kontras dengan badai yang tengah berkecamuk di da...

Baca cerita ini lebih lanjut?
Rp1.000
Suka
Favorit
Bagikan
Anda harus login atau daftar untuk mengirimkan komentar
Komentar (0)