Kidung Rupa yang Tinggal
Langit Jakarta di penghujung tahun 2050 tidak lagi menyisakan warna biru. Ia menjelma bak kanvas raksasa kusam, terpapar jelaga artifisial dari menara-menara fusi dingin yang berdengung tanpa henti di seantero distrik metropolitan. Udara di luar jendela apartemenku di lantai empat puluh tiga terasa pekat, beraroma ozon sisa pembakaran hidrogen dan debu besi yang merayap melalui sela-sela ventilasi bioclimate.
Di dalam ruangan berukuran enam kali enam meter persegi ini, keheningan memiliki beratnya sendiri. Ia menekan rongga dada, menciptakan gema hampa setiap kali aku menarik napas.
Kehilangan datang bergantian, ia merayap pelan bak lumut di dinding batu yang lembap. Dimulai dari runtuhnya perusahaan logistik tempat ayahku mengabd...