Ketika Milo Mati
Slice of Life
Aku menemukannya di pinggir sungai. Tubuhnya kotor, matanya setengah tertutup. Ia tampak tak berdaya. Mungkin tenggelam, kedinginan berhari-hari, tetapi tetap berusaha bertahan. Aku mengangkatnya. Bobotnya ringan, seperti kehilangan semangat untuk menatap dunia.
Sepanjang perjalanan pulang ia terus mengerang. Taringnya yang masih kecil menggigiti lenganku. Aku memintanya diam. Ia memandangiku dengan raut sayu.
“Kalau ibuku sampai tahu aku membawamu, kamu akan telantar lagi,” ucapku, memohon.
Ia tak mendengar, d...
Baca cerita ini lebih lanjut?
Rp1.000
Suka
Favorit
Bagikan
Anda harus login atau daftar untuk mengirimkan komentar
Komentar (0)
Rekomendasi dari Slice of Life
Cerpen
Ketika Milo Mati
Jasma Ryadi
Cerpen
UANG IURAN KELUARGA
N. HIDAYAH
Cerpen
MINE & YOURS
Racelis Iskandar
Cerpen
Koridor-koridor yang Diisi Nyanyian Murai
Jie Jian
Cerpen
Bergumul Dengan Tuhan
Pipo Vernandes
Cerpen
Rindu Gaharu
Nisa Dewi Kartika
Cerpen
Sang Idola
Faristama Aldrich
Cerpen
Janu Kara
RD Sinta
Cerpen
Tak Sampai ke Long Jenew
Rifin Raditya
Cerpen
Pagar Depan Rumah
spacekantor
Cerpen
TERLAHIR UNTUK BERJUANG
Daniel Sarumaha
Cerpen
GLADIS MUDIK
Toni Al-Munawwar
Cerpen
I am a tea, You are a coffee
faridhachacha
Cerpen
Pendar
Shinta Larasati Hardjono
Cerpen
Jejak yang Tertinggal di Lembah Hujan
Ezra Jo
Rekomendasi
Cerpen
Bronze
Ketika Milo Mati
Jasma Ryadi
Flash
Dahlia
Jasma Ryadi
Cerpen
Bronze
Inang
Jasma Ryadi
Flash
Telepon
Jasma Ryadi
Flash
Layangan di Langit Hitam
Jasma Ryadi
Cerpen
Bronze
Shift Tiga
Jasma Ryadi
Flash
Mereka Bilang Aku Setan
Jasma Ryadi
Flash
Sosok yang Lain
Jasma Ryadi
Flash
Sandekala
Jasma Ryadi
Flash
Sisa Rindu
Jasma Ryadi
Flash
Mengapa Aku Belum Mati?
Jasma Ryadi
Cerpen
Bronze
Setelah Malin Menjadi Batu: Hasnah dan Debur Ombak
Jasma Ryadi
Cerpen
Bronze
Telinga Kelima
Jasma Ryadi
Cerpen
Bronze
Setan-Setan dalam Rumah
Jasma Ryadi
Flash
Sisa Siang
Jasma Ryadi