Disukai
3
Dilihat
160
HIJAU SEBELUM MENGUNING
Drama
Cerpen ini masih diperiksa oleh kurator

HIJAU SEBELUM MENGUNING

 

Sebelum Menguning

Padi belum merunduk, sudah dihargai,

bulirnya masih susu, sudah ada yang menimbang.

Di pematang yang basah oleh embun subuh

seseorang berjanji pada sesuatu yang belum ada.

Uang datang lebih dulu dari butir,

lebih ramah dari hujan,

lebih cepat dari doa.

Ia mengetuk pintu dengan salam,

membawa gula, membawa amplop,

membawa ingatan tentang siapa yang dulu menolong.

Maka tanah mengajar kami berhitung:

bahwa ada utang yang jitak tercatat di buku,

ada budi yang tak bisa dilunasi,

dan ada timbangan

yang jujur pada angka

tetapi tidak pada orang.

Di ujung musim, siapa yang menguning?

Padi, atau mereka yang menunggunya?

 

I. SUBUH DI PEMATANG

  Darto sudah berdiri di pematang ketika azan subuh dari musala Al-Hidayah masih menggantung di udara, serak oleh pengeras suara yang bocor. Kabut tipis menempel di permukaan sawah. Ia berjongkok, menyibak rumpun padi dengan dua jari, lalu memeriksa batangnya seperti bidan memeriksa perut perempuan hamil: pelan, penuh hormat, sedikit takut.

Padinya sedang bunting. Bulir-bulir hijau pucat menggembung di dalam pelepah, belum mau keluar sepenuhnya. Lima puluh hari lagi, kira-kira, kalau hujan tidak telat dan wereng tidak datang. Lima puluh hari, dan pupuk di gudang kecil di belakang rumahnya tinggal seperempat karung.

“Sudah isi ya, Dar?”

Darto tidak perlu menoleh. Suara itu ia kenal seperti ia mengenal bunyi pintu rumahnya sendiri: berat, lembut, selalu terdengar seperti baru selesai membaca doa. Haji Mansur berdiri di jalan tanah di ujung pematang, bersarung kotak-kotak dan berkopiah putih yang agak miring, sebelah tangannya menenteng kantong plastik hitam. Di belakangnya, pick-up bak terbuka dengan cat putih yang mulai mengelupas diparkir miring, mesinnya masih berdetak pelan.

“Bunting, Pak Haji. Alhamdulillah,” jawab Darto sambil berdiri. Lutu...

Baca cerita ini lebih lanjut?
Rp1.000
Suka
Favorit
Bagikan
Anda harus login atau daftar untuk mengirimkan komentar
Komentar (0)
Rekomendasi dari Drama
Rekomendasi