Disukai
0
Dilihat
5
JEJAK SUNYI DI TENGAH BISIK DUNIA
Drama
Cerpen ini masih diperiksa oleh kurator

JEJAK SUNYI DI TENGAH BISIK DUNIA

Aku berjalan di antara bisik dunia,

Mendengar suara yang bukan milikku,

Menimbang setiap langkah di ruang yang sempit,

Di mana kepercayaan kadang tak sejalan dengan kebenaran.

Beban kadang datang dari tangan sendiri,

Tapi aku tetap memikulnya,

Karena langkah yang benar bukan selalu yang terlihat benar bagi semua orang.

 

Bagian I : Hari-Hari Ketika Segalanya Masih Bernama Bersama

Pada awalnya, segalanya tidak pernah terasa seperti sebuah perjuangan besar. Rendra bahkan tidak ingat kapan tepatnya ia mulai berada di posisi yang dianggap “di depan”. Ia hanya tahu, ada satu hari ketika seseorang berkata, “Kalau bukan kamu yang merapikan ini, kita akan berjalan tanpa arah.”

Hari itu ia tertawa kecil.

Ia tidak merasa istimewa.

Ia hanya merasa bertanggung jawab.

Rendra memulai segalanya dari hal yang paling tidak menarik: legalitas. Ia datang ke kantor-kantor dengan map tipis di tangan, menunggu berjam-jam di kursi plastik, mendengarkan penjelasan yang sama diulang-ulang oleh petugas berbeda. Berkali-kali berkasnya dikembalikan hanya karena satu tanda tangan kurang jelas atau satu lampiran terlewat.

“Apa tidak capek?” tanya sekretaris suatu sore, ketika matahari hampir tenggelam dan kantor-kantor mulai menutup pintu.

Rendra menggeleng.

“Capek itu nanti,” jawabnya. “Sekarang kita pastikan ini sah dulu.”

Ia percaya, sesuatu yang ingin tumbuh harus berdiri di tanah yang benar. Tidak boleh setengah-s...

Baca cerita ini lebih lanjut?
Rp1.000
Suka
Favorit
Bagikan
Anda harus login atau daftar untuk mengirimkan komentar
Komentar (0)
Rekomendasi dari Drama
Rekomendasi