Apakah kamu akan memberikan Novel ke ?
Berikan Novel ini kepada temanmu
Masukan nama pengguna
Blurb
Tidak semua anak perempuan tumbuh dengan kesempatan mengejar hidupnya sendiri.
Sebagian dari mereka tumbuh terlalu cepat—karena keadaan. Di ambang usia kepala tiga, Andira menghabiskan hari-harinya di antara lorong rumah sakit, bau obat-obatan, dan suara mesin cuci darah yang seolah menjadi detak baru dalam hidupnya. Sejak ibunya divonis gagal ginjal kronis dan harus menjalani hemodialisa seumur hidup, ia tahu hidupnya tak akan lagi sama.
Ia memilih berhenti bekerja. Menyingkirkan perlahan cita-cita yang dulu pernah ia bangun dengan susah payah. Bukan karena ia tidak punya mimpi, melainkan karena ada satu orang yang lebih ingin ia selamatkan daripada dirinya sendiri: ibunya.
Hidup tidak pernah benar-benar memberi jeda bagi orang-orang yang bertahan. Di balik senyum yang selalu ia paksa terlihat kuat, ada perempuan yang perlahan kehilangan dirinya sendiri. Tentang pengorbanan yang tak pernah disebut heroik. Tentang cinta anak kepada ibu yang tidak meminta balasan apa pun. Dan tentang manusia-manusia yang tetap memilih bertahan, bahkan ketika hidup terasa terlalu berat untuk dipeluk.
Merawat seseorang dalam waktu yang terlalu lama diam-diam mengikis manusia dari dalam. Tanpa disadari—yang ia rawat bukan hanya ibunya yang sakit, tapi juga dirinya sendiri yang semakin menghilang. Di tengah lelah yang tidak pernah selesai, Andira mulai mempertanyakan satu hal yang selama ini ia hindari:
Jika semua orang punya kehidupan untuk dijalani. . .
lalu hidup siapa yang sedang ia jalani sekarang?
Dan ketika sebuah kesempatan datang—membuka kemungkinan untuk memilih dirinya sendiri—Andira dihadapkan pada pilihan yang tidak pernah sederhana:
tetap menjadi sekoci bagi orang lain,
atau akhirnya belajar menyelamatkan dirinya sendiri.
Karena tidak semua yang bertahan. . . benar-benar hidup.
Sebagian dari mereka tumbuh terlalu cepat—karena keadaan. Di ambang usia kepala tiga, Andira menghabiskan hari-harinya di antara lorong rumah sakit, bau obat-obatan, dan suara mesin cuci darah yang seolah menjadi detak baru dalam hidupnya. Sejak ibunya divonis gagal ginjal kronis dan harus menjalani hemodialisa seumur hidup, ia tahu hidupnya tak akan lagi sama.
Ia memilih berhenti bekerja. Menyingkirkan perlahan cita-cita yang dulu pernah ia bangun dengan susah payah. Bukan karena ia tidak punya mimpi, melainkan karena ada satu orang yang lebih ingin ia selamatkan daripada dirinya sendiri: ibunya.
Hidup tidak pernah benar-benar memberi jeda bagi orang-orang yang bertahan. Di balik senyum yang selalu ia paksa terlihat kuat, ada perempuan yang perlahan kehilangan dirinya sendiri. Tentang pengorbanan yang tak pernah disebut heroik. Tentang cinta anak kepada ibu yang tidak meminta balasan apa pun. Dan tentang manusia-manusia yang tetap memilih bertahan, bahkan ketika hidup terasa terlalu berat untuk dipeluk.
Merawat seseorang dalam waktu yang terlalu lama diam-diam mengikis manusia dari dalam. Tanpa disadari—yang ia rawat bukan hanya ibunya yang sakit, tapi juga dirinya sendiri yang semakin menghilang. Di tengah lelah yang tidak pernah selesai, Andira mulai mempertanyakan satu hal yang selama ini ia hindari:
Jika semua orang punya kehidupan untuk dijalani. . .
lalu hidup siapa yang sedang ia jalani sekarang?
Dan ketika sebuah kesempatan datang—membuka kemungkinan untuk memilih dirinya sendiri—Andira dihadapkan pada pilihan yang tidak pernah sederhana:
tetap menjadi sekoci bagi orang lain,
atau akhirnya belajar menyelamatkan dirinya sendiri.
Karena tidak semua yang bertahan. . . benar-benar hidup.
Tokoh Utama
Andira Sasmita
Ibu Ruswina
Indira Sasmira
Almira Puspita
Deri Setiawan
Bapak Ahmad setiadi
Arga
#1
Sukacita Semu
#2
Yang Tak Ditanya
#3
Membasuh luka di langit biru
#4
Orang Bertahan di Ruang Putih
#5
Riak Sesal
#6
Dibalik Cermin yang Berantakan
#7
Pelepasan Sejenak
#8
Dibalik bayang Rumah sakit
#9
Bayang-Bayang Kepulangan
#10
Badai Sebelum Fajar
#11
Mengurai Sunyi di Ambang Takdir
#12
Dua Sisi Ambang Waktu
#13
Tiket Surga
#14
Bakti yang Tak Bersuara
#15
Sembilu di Antara Riuh Keluarga
#16
Ketika Mereka Akhirnya Mengerti
#17
Jejak Kelelahan
#18
Luruh Sebelum Senja
#19
[TAMAT] Sunyi yang Tertinggal di Pelataran
Disukai
1
Dibaca
1.5k
Tentang Penulis
S_hayati
Berdiam bagiku adalah tentang mengeluarkan isi kepala lewat tulisan
Bergabung sejak 2024-02-06
Telah diikuti oleh 210 pengguna
Sudah memublikasikan 2 karya
Menulis lebih dari 94,524 kata pada novel
Rekomendasi dari Drama
Novel
Sekoci Terakhir
S_hayati
Skrip Film
Jarak Kita-Script Film (Skenario Film)
Caressa
Flash
Ikan
Impy Island
Novel
It"s About Choice
Umu Fatimiah
Flash
Putri Dangdut
Farida Zulkaidah Pane
Flash
Hi Kak!
Halimah RU
Flash
PARMIN DAN BURUNG MAJIKAN
Hans Wysiwyg
Flash
Dia Namanya Anto
ayyy
Novel
Goldfish
Gemi
Novel
Anugrah Rindu
Subhan Mars
Skrip Film
Mama, Aku Pengen Beli HP Baru!
Alif Aliss
Flash
She's Broken, Inside
Alfi Zakira
Flash
Rindu di Awal November
Lirin Kartini
Flash
Kedai Soto Warisan Bapak
kutipan.izs
Cerpen
Modus Operandi
Katangga
Rekomendasi