Debaran yang Tidak Pernah Kukenal
Namaku Yafiq Ramadhan.
Aku adalah pewaris tunggal Ramadhan Group, sebuah perusahaan besar yang dibangun ayahku dari perjuangan panjang, kerja keras, dan keberanian mengambil risiko. Sejak kecil, aku tumbuh di lingkungan yang membuat hampir semua keinginanku mudah terpenuhi.
Rumah megah.
Mobil mewah.
Pendidikan terbaik.
Koneksi bisnis yang luas.
Bahkan seorang asisten pribadi yang selalu siap mengatur segala kebutuhanku.
Namanya Raka Perdana.
"Pak Yafiq, jadwal rapat dengan jajaran direksi pukul sepuluh pagi. Setelah itu ada makan siang dengan komisaris utama," katanya suatu pagi.
Aku mengangguk sambil memperhatikan layar ponsel.
"Baik."
"Untuk malam nanti, ada undangan makan malam dari keluarga Wiratama. Putri mereka juga akan hadir."
Aku mengangkat wajah.
"Batalkan."
Raka menghela napas.
"Pak, ini sudah undangan ketiga yang Bapak batalkan minggu ini."
"Memangnya kenapa?"
"Ya... tidak apa-apa. Saya hanya berpikir, mungkin sesekali Bapak perlu bersosialisasi."
Aku tersenyum tipis.
"Aku bersosialisasi setiap hari."
"Kalau dengan direksi dan komisaris, itu namanya pekerjaan, Pak."
Aku tertawa kecil.
Raka memang satu-satunya orang yang berani berbicara seperti itu kepadaku.
Aku tidak pernah kekurangan perhatian perempuan. Sejak kuliah, banyak gadis yang mencoba mendekat. Ada yang mengagumi wajahku, ada yang tertarik dengan kehidupan mewahku, dan ada pula yang terang-terangan ingin menjadi bagian dari keluarga Ramadhan.
Namun, aku tidak pernah benar-benar tertarik.
Aku pernah makan malam bersama perempuan cantik. Pernah menerima hadiah mahal. Pernah menjalin hubungan yang awalnya terasa menyenangkan.
Tetapi semuanya berakhir dengan perasaan yang sama.
Hampa.
Aku selalu merasa ada sesuatu yang kurang.
Sampai suatu hari, seorang gadis berhijab datang ke perusahaan kami.
Namanya Nayla Azzahra.
Dan untuk pertama kalinya dalam hidupku, jantungku berdebar tanpa bisa kukendalikan.
Aku belum tahu bahwa gadis itu akan mengubah cara pandangku tentang cinta.
Aku juga belum tahu bahwa di balik senyum sederhananya, tersimpan rahasia keluarga yang akan membuat hidupku tidak lagi sama.
--o0o--
Bab 1 — Gadis yang Membuat Jantungku Berdebar
Pagi itu, aku sebenarnya tidak memiliki agenda ke bagian HR.
Namun, sebuah dokumen penting harus kutandatangani. Aku meminta Raka menemaniku menuju lantai tempat bagian sumber daya manusia bekerja.
"Pak Yafiq, setelah ini langsung ke ruang direksi?" tanya Raka.
"Iya."
Kami berjalan melewati lorong kantor. Beberapa karyawan menyapaku.
"Selamat pagi, Pak."
"Selamat pagi."
Aku membalas dengan senyum biasa.
Kemudian, ketika sampai di depan ruang HR, langkahku terhenti.
Seorang gadis berdiri di dekat meja administrasi.
Ia mengenakan hijab berwarna krem, blus putih sederhana, dan rok panjang berwarna gelap. Tangannya memegang beberapa dokumen. Wajahnya terlihat tenang, tetapi sorot matanya menunjukkan kecerdasan.
"Baik, Bu. Terima kasih atas kesempatannya. Saya akan berusaha memberikan yang terbaik."
Suaranya lem...