Apakah kamu akan memberikan Novel ke ?
Berikan Novel ini kepada temanmu
Masukan nama pengguna
Novel ini masih diperiksa oleh kurator
Blurb
SENANDUNG PUJANGGA ABADI
Fardan Fauzan percaya bahwa sebuah taman harus dibangun dengan perhitungan: ruang yang tertata, garis yang sempurna, dan keindahan yang berada dalam kendali manusia. Sebagai seorang arsitek, ia terbiasa merancang kehidupan sebagaimana ia merancang bangunan—terukur, kokoh, dan tanpa celah.
Namun, pertemuannya dengan Ghalia Tarifa mengubah cara pandangnya tentang kehidupan.
Ghalia memandang taman bukan sekadar kumpulan bunga, pepohonan, dan ruang yang indah. Baginya, taman adalah tempat manusia bertemu dengan dirinya sendiri, tempat kenangan tumbuh, dan tempat cinta menemukan akar.
Pertemuan mereka bermula di tengah senja yang diguyur gerimis, aroma melati yang menguar dari Griya Puspa Arum, serta secangkir teh hangat yang disuguhkan dengan senyum sederhana. Perbedaan pandangan yang semula melahirkan perdebatan perlahan berubah menjadi percakapan panjang tentang cinta, kehidupan, pengorbanan, dan waktu.
Di antara taman yang terus bertumbuh dan perjalanan hidup yang tak selalu mudah, Fardan dan Ghalia belajar bahwa cinta bukanlah sesuatu yang dapat dirancang seperti bangunan. Ia tumbuh perlahan, membutuhkan kesabaran, kejujuran, dan keberanian untuk membiarkannya hidup.
Hingga bertahun-tahun kemudian, ketika usia telah membawa keriput pada tangan dan memutihkan rambut mereka, sebuah taman tetap berbunga dan generasi baru tumbuh di dalamnya.
Fardan Fauzan percaya bahwa sebuah taman harus dibangun dengan perhitungan: ruang yang tertata, garis yang sempurna, dan keindahan yang berada dalam kendali manusia. Sebagai seorang arsitek, ia terbiasa merancang kehidupan sebagaimana ia merancang bangunan—terukur, kokoh, dan tanpa celah.
Namun, pertemuannya dengan Ghalia Tarifa mengubah cara pandangnya tentang kehidupan.
Ghalia memandang taman bukan sekadar kumpulan bunga, pepohonan, dan ruang yang indah. Baginya, taman adalah tempat manusia bertemu dengan dirinya sendiri, tempat kenangan tumbuh, dan tempat cinta menemukan akar.
Pertemuan mereka bermula di tengah senja yang diguyur gerimis, aroma melati yang menguar dari Griya Puspa Arum, serta secangkir teh hangat yang disuguhkan dengan senyum sederhana. Perbedaan pandangan yang semula melahirkan perdebatan perlahan berubah menjadi percakapan panjang tentang cinta, kehidupan, pengorbanan, dan waktu.
Di antara taman yang terus bertumbuh dan perjalanan hidup yang tak selalu mudah, Fardan dan Ghalia belajar bahwa cinta bukanlah sesuatu yang dapat dirancang seperti bangunan. Ia tumbuh perlahan, membutuhkan kesabaran, kejujuran, dan keberanian untuk membiarkannya hidup.
Hingga bertahun-tahun kemudian, ketika usia telah membawa keriput pada tangan dan memutihkan rambut mereka, sebuah taman tetap berbunga dan generasi baru tumbuh di dalamnya.
Tokoh Utama
Fardan Fauzan
Ghalia Tarifa
#1
Taman Tanpa Kelopak
#2
Grya Puspa Arum
#3
Sayembara Zamrud Kota
#4
Wangi Sedap Malam
#5
Pena Sang Jurnalis
#6
Duri di Balik Kelopak
#7
Buku Berdebu Para Pujangga
#8
Garis Biru Rancangan Bangun
#9
Giat Bekerja Demi Sebuah Nama
#10
Perjanjian Dua Dunia
#11
Menyemai Benih Anggrek Hitam
#12
Langkah Kaki di Pasar Bunga
#13
Tatapan Penuh Curiga
#14
Formula Minyak Atsiri
#15
Nyanyian Senja di Bawah Kenanga
#16
Pameran Maket Zamrud Raya
#17
Detak Jantung, Tak Lagi Sunyi
#18
Jangan Cinta Buta
#19
Chapter tanpa judul #19
#20
Chapter tanpa judul #20
#21
Chapter tanpa judul #21
#22
Chapter tanpa judul #22
#23
Chapter tanpa judul #23
#24
Chapter tanpa judul #24
#25
Chapter tanpa judul #25
#26
Chapter tanpa judul #26
#27
Chapter tanpa judul #27
#28
Chapter tanpa judul #28
#29
Chapter tanpa judul #29
#30
Chapter tanpa judul #30
#31
Chapter tanpa judul #31
#32
Chapter tanpa judul #32
#33
Chapter tanpa judul #33
Ulasan kamu
Ulasan kamu akan ditampilkan untuk publik, sedangkan bintang hanya dapat dilihat oleh penulis
Apakah kamu akan menghapus ulasanmu?
Disukai
2
Dibaca
61
Tentang Penulis
Amrullah Ibrahim
Seorang yang suka berpikir imajiner dan suka membaca cerita fiksis
Bergabung sejak 2026-07-30
Telah diikuti oleh 33 pengguna
Sudah memublikasikan 111 karya
Menulis lebih dari 7,331,120 kata pada novel
Rekomendasi dari Romantis
Novel
Hello Rava
Raiya Pramudita
Novel
Bunga di Taman jiwa
Amrullah Ibrahim
Flash
20
Faristama Aldrich
Flash
Malam yang Seharusnya Tidak Dilewati
Aulia umi halafah
Flash
Hari Ini Hari Apa, Sayang?
Vika Rahelia
Cerpen
Katanya sih Cinta
Rizki Mubarok
Cerpen
Popo dan Opung Doli
Nuel Lubis
Cerpen
YESTERDAY
Febby Yonika
Flash
SEBUAH KODE
Reiga Sanskara
Cerpen
Kunanti di Bawah Pohon Kamboja
Ninik Sirtufi Rahayu
Novel
Ruang Napas Falena
fitri yulia rachmawati
Cerpen
Diaresi Zilendra
Mufidah Mubarokah
Novel
Spring Breeze
Ratna Aleefa
Novel
Setelah Kamu Pergi
Bentang Pustaka
Novel
Prolog
Gistia Rengganis
Rekomendasi
Novel
Bunga di Taman jiwa
Amrullah Ibrahim
Novel
Bronze
Baiti Jannati
Amrullah Ibrahim
Novel
Bronze
KEMELUT TERATAI KEMBAR
Amrullah Ibrahim
Novel
Cinta Yang Kembali Kepada-Nya
Amrullah Ibrahim
Novel
SEAKAN Cuma MIMPI
Amrullah Ibrahim
Novel
Milikku Seorang
Amrullah Ibrahim
Novel
Bronze
Ketika Cinta
Amrullah Ibrahim
Cerpen
Bronze
Ketika Hati Menemukan Rumahnya
Amrullah Ibrahim
Novel
Bronze
Lentera di Sudut Hati
Amrullah Ibrahim
Novel
Bronze
Senandung Rindu yang Mencair
Amrullah Ibrahim
Novel
Pulang ke Pelukan Rumah
Amrullah Ibrahim
Novel
Bronze
Arkan Ar Rimbai
Amrullah Ibrahim
Novel
ANAK JURAGAN EMPING
Amrullah Ibrahim
Novel
Pengembaraan Cinta Sang Pendekar Langit
Amrullah Ibrahim
Cerpen
Bronze
Deru Bara di Dada Gita
Amrullah Ibrahim