Kirim izin baca kepada penulis skrip ini?
Blurb
"Kastil Joempa", bangunan kuno peninggalan jajahan kaum Jepang. Dimasa pemerintahan Jepang, Kastil Joempa satu-satunya rumah bordir yang sangat tersohor saat itu, didalamnya tersimpan para perempuan cantik yang diculik para tentara Jepang untuk dijadikan tawanan seks disaat mereka membutuhkannya. Penghuni Kastil kebanyakan perempuan pribumi Indonesia, namun ada juga yang mereka bawa dari negeri Sakura. Ketika masa penjajahan Jepang berakhir, Kastil Joempa ditutup, para lacur hanya menjadi cerita dari bibir ke bibir. Keberadaan Kastil Joempapun sampai saat ini tak banyak orang yang tahu. Kastil Joempa banyak menyimpan cerita dari para wanita. Disebuah tempat yang tidak diketahui orang banyak, Kastil Joempa telah menjelma menjadi persinggahan untuk para perempuan yang datang dengan berbagai permasalahan seperti KDRT, Narkoba, Aborsi, Aids bahkan persoalan "Nikah Sirih" bagi pasangan yang tidak memiliki tempat aman untuk menjalaninya.
Adalah Dewi Yuko San sang pemilik Kastil, perempuan berdarah Jepang ini keturunan terakhir dari kakek buyut pemilik Kastil. Ia membuka tangan untuk para perempuan yang hendak belajar segala sesuatu mengenai "kekecewaan hidup" yang mereka temui ketika berada di dunia luar. Di dalam Kastil, Dewi Yuko San membekali para perempuan dengan segala macam keterampilan, berusaha mengobati luka para kaumnya dengan konsep mitologi kuno yang ia peroleh secara turun temurun dari nenek moyangnya yaitu Desaah..Istilah Desaah sendiri merupakan terapi emosional yang diberikan Dewi Yuko San untuk para perempuan yang datang dengan beragam persoalan dan beragam pertanyaan yang akan diselesaikan Dewi dengan satu jawaban yaitu DESAAAH!!
Bagi Dewi, perempuan punya hak untuk menyelesaikan dendam walau hanya sekedar dengan diam. Karna dibalik itu semua, ia pun sudah makan garam dengan hal-hal yang pernah membuatnya terjatuh sebagai seorang perempuan.
Kastil Joempa boleh jadi tinggal cerita, namun nafasnya bagai desah panjang yang akan terus hidup selama udara masih berhembus. Pelacuran tetap menjadi eksistensi tersembunyi dalam geliat Dewi Yuko San dan para perempuan desaah lainnya dengan sangat rapi. Hingga tamu yang datang adalah orang-orang yang tidak sembarangan. Kehadiran Jiwa, membawa cerita baru dalam Kastil Joempa, kecemburuan jelas tampak dari penghuni lama. Jiwa sendiri diantar oleh ibunya Ny. Venny, lantaran ia sudah merasa tidak sanggup mengatasi keanehan yang ada dalam diri "Jiwa", Dewi Yuko San menerimanya dengan tangan terbuka, Jiwa dibeli dengan harga yang sangat mudah ditawar dari Ny. Venny. Sepanjang berjalannya waktu, Jiwa tidak menunjukkan tanda-tanda untuk sembuh, meski dengan konsep desaaah yang Dewi Yuko San terapkan. Ada sesuatu yang tidak bisa dibuka oleh Dewi Yuko San dari Jiwanya.
Adalah Dewi Yuko San sang pemilik Kastil, perempuan berdarah Jepang ini keturunan terakhir dari kakek buyut pemilik Kastil. Ia membuka tangan untuk para perempuan yang hendak belajar segala sesuatu mengenai "kekecewaan hidup" yang mereka temui ketika berada di dunia luar. Di dalam Kastil, Dewi Yuko San membekali para perempuan dengan segala macam keterampilan, berusaha mengobati luka para kaumnya dengan konsep mitologi kuno yang ia peroleh secara turun temurun dari nenek moyangnya yaitu Desaah..Istilah Desaah sendiri merupakan terapi emosional yang diberikan Dewi Yuko San untuk para perempuan yang datang dengan beragam persoalan dan beragam pertanyaan yang akan diselesaikan Dewi dengan satu jawaban yaitu DESAAAH!!
Bagi Dewi, perempuan punya hak untuk menyelesaikan dendam walau hanya sekedar dengan diam. Karna dibalik itu semua, ia pun sudah makan garam dengan hal-hal yang pernah membuatnya terjatuh sebagai seorang perempuan.
Kastil Joempa boleh jadi tinggal cerita, namun nafasnya bagai desah panjang yang akan terus hidup selama udara masih berhembus. Pelacuran tetap menjadi eksistensi tersembunyi dalam geliat Dewi Yuko San dan para perempuan desaah lainnya dengan sangat rapi. Hingga tamu yang datang adalah orang-orang yang tidak sembarangan. Kehadiran Jiwa, membawa cerita baru dalam Kastil Joempa, kecemburuan jelas tampak dari penghuni lama. Jiwa sendiri diantar oleh ibunya Ny. Venny, lantaran ia sudah merasa tidak sanggup mengatasi keanehan yang ada dalam diri "Jiwa", Dewi Yuko San menerimanya dengan tangan terbuka, Jiwa dibeli dengan harga yang sangat mudah ditawar dari Ny. Venny. Sepanjang berjalannya waktu, Jiwa tidak menunjukkan tanda-tanda untuk sembuh, meski dengan konsep desaaah yang Dewi Yuko San terapkan. Ada sesuatu yang tidak bisa dibuka oleh Dewi Yuko San dari Jiwanya.
Premis
Bagian ini terkunci, beli untuk bisa melihat ini
Pengenalan Tokoh
Bagian ini terkunci, beli untuk bisa melihat ini
Sinopsis
Bagian ini terkunci, beli untuk bisa melihat ini
Disukai
0
Dibaca
137
Tentang Penulis
Muhammad Yunus
Galak Nulis tapi katek nasib, katek dekeng
Bergabung sejak 2020-10-23
Telah diikuti oleh 94 pengguna
Sudah memublikasikan 13 karya
Menulis lebih dari kata
Rekomendasi dari Drama
Novel
Kara Angka & Albert Einstein
ursausang
Komik
BR[OK]EN
i nengah doni adhitama
Skrip Film
Desaahh...!!
Muhammad Yunus
Skrip Film
Airmata di Sujud Terakhir
Dani Manesah
Flash
Tangis Pecahan Vas Bunga
Aniqul Umam
Flash
Peri-Peri Mungil
anjel
Flash
Gema yang Redup
Jasma Ryadi
Novel
Kontrak Tanpa Tanggal Merah
Yulee Py
Novel
Upacara Membakar Bayangan
🕯Koo Marko✨
Skrip Film
Sayap-Sayap Surga
Its J
Skrip Film
A Flower from Angel
Ika Karisma
Flash
Teman baik
Bungaran gabriel
Flash
Sepatu Bau
myht
Cerpen
Gema Dua Jiwa
Shinta Larasati Hardjono
Cerpen
Ketika Dunia Tak Lagi Mengingat Namamu
Fahri Nurul A'la
Rekomendasi
Skrip Film
Desaahh...!!
Muhammad Yunus
Skrip Film
rasa - rasanya RASA
Muhammad Yunus
Flash
Bronze
dari APRIL
Muhammad Yunus
Flash
Bronze
Ketua Kelas
Muhammad Yunus
Flash
Bronze
Pak Yeee
Muhammad Yunus
Skrip Film
Batas Suci
Muhammad Yunus
Flash
Bronze
Lingkaran Kecil
Muhammad Yunus
Flash
Bronze
Pesan dari Puyang
Muhammad Yunus
Novel
Raksasa yg terjebak di Negeri Liliput
Muhammad Yunus
Flash
Bronze
Inun
Muhammad Yunus
Flash
Bronze
BATAS SUCI
Muhammad Yunus
Skrip Film
Serasa Dunia Milik Berdua
Muhammad Yunus
Flash
Bronze
Khayalan Babu
Muhammad Yunus