Novel
Genre → Drama
The Carrot Can Fly
Oleh Yesno S
Mulai membaca
Telah selesai
Gratis untuk dibaca
Blurb
Musik, mural, anak Jaksel, shelter anjing terlantar, kisah cinta yang membisul, dan kumpulan
remaja yang (pernah) mengalami kegagalan ada di sini.
Tokoh Utama
Karen
Dhaka
Saijah
Ronaldo
Kamu harus masuk terlebih dahulu untuk mengirimkan ulasan, Masuk
❤❤❤❤❤❤
Melihat cover dan membaca judulnya, tanpa membaca blurb nya kupikir ini cerita fantasi. Namun setelah dilihat secara keseluruhan: Genre, cover, judul, dan blurb ini yang aku maksud first impressions. First impression yang membuatku terpancing dan membuka first page. First page-first hook. Second page until the end of the page is sharp hook. Tidak heran banyak pembaca yang terpikat. Untuk teman-teman yang belum membaca "The Carrot Can Fly", coba baca ini. Siapa tahu kalian akan merasa bernostalgia dan hanyut di dalam kisah ini.

Untuk Author "The Carrot Can Fly", salam sukses! ❤️
Judulnya bikin penasaran, gaya penulisan dan cara penyampaiannya unik. Apalagi isinya. . . "Great Story" 👍🥰.
Judul unik membuat hati kepincut untuk membaca naskah ini. Lantas bab pertama membuat dahi berkernyit. Apa ini shelter anjing. Sungguh di luar dugaan. Semakin dalam mengulas isinya banyak hal istimewa. Diksi, alur cerita, penokohan dan mural2 yang di sajikan. Memanjakan imajinasi pembaca. Saya sangat terhibur hingga bab terakhirnya. Terima kasih kepada penulis yang terlihat piawai mengolah ide menjadi cerita yang menarik.
Berasa diajak ngumpul bareng grup pergaulan yang berbeda. Bisanya cuma melompong, ndengerin doang, karena bingung mau nimbrungnya gimana. Tapi sangat menikmati!
Novel yang simple namun luar biasa.. recommended untuk dibaca 👍
Easy to read, stories full of surprises, rich diction, mural themes that have never been discussed by many writers, not ordinary teenage stories BUT lively. Apalagi, sih?
Ini kisah remaja yang berbeda dari kisah remaja pada umumnya. Dengan gaya bertutur sederhana dan ringan, tapi tetap terjaga diksi dan narasinya yang tidak bertele-tele. Tokoh Karen membawa kita menjelajahi dunia khas remaja yang ceria dan easy going. Dengan bumbu humor yang segar dan ringan, terasa sangat menghibur. Dialognya khas remaja, tidak ada konflik yang berat, tapi kita bisa menyelami karakter tokohnya dari gesture dan deskripsinya yang unik. Ada tokoh yang digambarkan memiliki kacamata dengan nama Burhan dan AT Mahmud. Bikin kita senyum geli. Salut buat penulisnya. Menghadirkan bacaan ringan dan menghibur, tapi tetap memuat pesan moral.
Setiap paragrafnya sarat narasi yang memancing imajinasi. Kisah cinta ABG yg diaduk sempurna dengan warna warni mural dan aneka lagu, membikin sesi membaca saya bak lagi nonton drama musikal broadway. Ditambah bumbu2 humor yang pas takaran. Acung jempol buat Wortel yang bisa terbang.
Ini catatan lengkap atas fenomena budaya yang populer era kekinian khususnya di kota besar. Dialog dan alur ngalir abis dari awal, bercerita kisah keseharian persahabatan tulus dan cinta unyu-unyu (tadinya saya kira 'cuma' tentang itu), diwarnai cat dan mural di sana sini, diiringi alunan musik dari AT Mahmud, The Beatles sampai K-Pop. Tiba-tiba... blar. Twistnya segede gunung.
Setiap adegan pada novel ini seperti panel-panel komik yang dituangkan dalam kata-kata, tetapi "gambar"-nya justru terbayang jelas di kepala, bahkan tanpa perlu deskripsi yang berlebihan. Dan ini saya maksudkan sebagai pujian. Dialog yang berlimpah dari bab ke bab ditulis dengan lincah; membuat saya mampu "melihat" air muka dan gestur tubuh para tokoh. Penyampaian Kak Yesno yang cenderung komikal—dan sarat humor—tidak membuat novel ini 'misleading' atau 'unbeliavable'. Alurnya rapi dan "di luar kotak", tapi sebenarnya akrab dan dekat. Ceritanya menghangatkan hati. Karakter-karakternya ekspresif; saya seperti bertemu teman-teman lama, dengan segala keunikan yang menjadikan mereka sangat mudah dicintai. Sekalipun disampaikan dengan ringan, saya yakin setiap paragrafnya mengandung riset mendalam. Jelas terlihat (atau terbaca) penulis menguasai apa yang ditulisnya.
Kisah ini penuh dengan kesederhanaan dan keluguan dari tokoh-tokoh di dalamnya. Nuansa persahabatan di masa remaja yang tertuang dalam kehidupan keseharian mereka. Akhirnya cerita ini menjadi suatu penggambaran kedamaian hati sang penulis.
LAYAK. Saya Terhanyut gak bisa lepas dari setiap bab. Seperti curhatan yang membuat rasa penasaran meningkat. Jadi senyum-senyum sendiri kayak orang gila, ketawa tipis, sampai emosi membacanya. Benar-benar dibuat kecanduan. Ini salah satu kisah ketika kesederhanaan dan realita dilapangan menyatu, akan melahirkan kesempurnaan. Benar-benar apa adanya. Terimakasih untuk penulis yang bersedia menuangkan hati dan pikiran untuk karya ini.
Salah satu pemberian berkelas dalam kisah mural pada masa muda, diisi dengan latar realisme yang nyata. Sebuah cerita yang menghibur dan padat makna dari sisi sebagai seorang perempuan. Ini sangat menarik dan pantas untuk dikisahkan.
Ada tokoh yang memberi nama kacamatanya: A.T. Mahmud! Itu saja sudah membuat kepincut. Metaforanya pun tak biasa, bagaimana bisa kepikiran melukiskan sebuah kamar dengan sekotak donat?
Sepintas tampak seperti cerita menye-menye masa remaja, tapi kemudian penulis usil menjadi tuhan maha kecil (meminjam istilah dalam novel ini), menyajikan tikungan kisah ringan remaja menjadi . . . ah baca sendirilah. Seperti film Marvel atau DC, haram memberi spoiler di jalinan kisah ini.
Dari judulnya aja udah unik, judul bab2nya juga.
Gaya bahasanya segar banget, ngalir..
Paling ngakak bagian yang dibilang "kurang startup." 🤣.
Disukai
7.5k
Dibaca
71.2k
Tentang Penulis
Yesno S
yesno.s.2008@gmail.com

Bergabung sejak 2020-07-22
Telah diikuti oleh 1,235 pengguna
Sudah memublikasikan 3 karya
Menulis lebih dari 125,430 kata
Rekomendasi dari Drama
Rekomendasi