Pancasila yang Hilang Arah
#12
KOMPAS YANG MENOLAK USANG
Bagikan Chapter
Chapter ini masih diperiksa oleh kurator
  • Bookmark Paragraf ini
  • 1. Soekarno. Lahirnja Pantjasila. Jakarta: Kementerian Penerangan Republik Indonesia, 1947. Dalam pidato 1 Juni 1945, Soekarno menggunakan istilah Leitstar (bintang penunjuk jalan) untuk menegaskan fungsi Pancasila sebagai panduan ideologis (Weltanschauung) yang bersifat dinamis dan progresif dalam memandu arah revolusi bangsa.

    2. Hatta, Mohammad. Demokrasi Kita. Jakarta: Pustaka Antara, 1960. Dalam esai yang sangat historis ini, Hatta memberikan kritik tajam terhadap matinya demokrasi akibat pemusatan kekuasaan, namun ia menutup kritiknya dengan keyakinan filosofis bahwa demokrasi di Indonesia akan selalu bangkit kembali karena ia berakar kuat pada tradisi musyawarah masyarakat aslinya.

    3. Putnam, Robert D. Bowling Alone: The Collapse and Revival of American Community. New York: Simon & Schuster, 2000. Putnam menguraikan pentingnya Modal Sosial (Social Capital)—yaitu jaringan, norma, dan kepercayaan sosial yang memfasilitasi koordinasi dan kerja sama masyarakat—sebagai syarat mutlak bagi berjalannya demokrasi yang fungsional dan perlawanan terhadap korupsi sistemik.

    4. Madjid, Nurcholish. Cita-Cita Politik Islam Era Reformasi. Jakarta: Paramadina, 1999. Cak Nur secara konsisten mengelaborasi konsep Masyarakat Madani (Civil Society) yang bertumpu pada civic virtue (keutamaan etis warga negara), di mana partisipasi politik didorong oleh kesadaran moral untuk mewujudkan kebaikan publik (maslahat), bukan sekadar pertarungan kekuasaan.
    Chapter Sebelumnya
    Chapter 11
    JALAN PULANG KE PASAL 33
    Chapter Selanjutnya
    Tamat