Daftar isi
#1
IDEOLOGI TAILOR-MADE
#2
KONTRADIKSI GLOBAL & KEUNIKAN LOKAL
#3
DARI ALAT PEMERSATU MENJADI ALAT KEKUASAAN
#4
FORMALISME TANPA SUBSTANSI
#5
KETUHANAN YANG BERSEKAT & KEMANUSIAAN YANG TEBANG PILIH
#6
PERSATUAN YANG DIPAKSA & KERAKYATAN DALAM BAYANG OLIGARKI
#7
KEADILAN SOSIAL YANG TERTINGGAL DI KERTAS
#8
MEREBUT KEMBALI HAK TAFSIR
#9
PISAU ANALISIS DAN NALAR KRITIS PUBLIK
#10
MEMUTUS RANTAI BANALITAS: PENDIDIKAN TANPA INDOKTRINASI
#11
JALAN PULANG KE PASAL 33
#12
KOMPAS YANG MENOLAK USANG
Apakah Anda akan menghapus komentar ini?
Apakah Anda akan menghapus komentar ini?
#3
DARI ALAT PEMERSATU MENJADI ALAT KEKUASAAN
Bagikan Chapter
Chapter ini masih diperiksa oleh kurator
1. Leitstar (Leitstern): Istilah bahasa Jerman yang dipopulerkan oleh Soekarno, bermakna "bintang pimpinan" atau "bintang penunjuk jalan" bagi pelaut untuk mencapai tujuan dengan selamat.
2. Celah Hermeneutik: Ruang atau kemungkinan multi-interpretasi dalam ilmu tafsir (hermeneutika) teks, yang membuat sebuah aturan atau kalimat abstrak bisa dimaknai sangat berbeda tergantung siapa yang menafsirkannya.
3. Sinkretisme: Perpaduan, percampuran, atau upaya menyatukan aliran, doktrin, atau paham yang sebenarnya berbeda dan sering kali memiliki asas yang saling bertentangan.
4. Asas Tunggal: Kebijakan politik rezim Orde Baru melalui UU No. 3 Tahun 1985 yang mewajibkan seluruh organisasi masyarakat dan partai politik untuk menggunakan Pancasila sebagai satu-satunya asas organisasi, menyingkirkan asas-asas lain termasuk agama.
5. Subversif (Subversi): Tindakan, gerakan, atau niat yang bertujuan meruntuhkan, menggulingkan, atau menghancurkan tatanan kekuasaan dan institusi negara yang sah. Pada masa Orde Baru, istilah ini sering digunakan secara elastis untuk memenjarakan oposisi.
2. Celah Hermeneutik: Ruang atau kemungkinan multi-interpretasi dalam ilmu tafsir (hermeneutika) teks, yang membuat sebuah aturan atau kalimat abstrak bisa dimaknai sangat berbeda tergantung siapa yang menafsirkannya.
3. Sinkretisme: Perpaduan, percampuran, atau upaya menyatukan aliran, doktrin, atau paham yang sebenarnya berbeda dan sering kali memiliki asas yang saling bertentangan.
4. Asas Tunggal: Kebijakan politik rezim Orde Baru melalui UU No. 3 Tahun 1985 yang mewajibkan seluruh organisasi masyarakat dan partai politik untuk menggunakan Pancasila sebagai satu-satunya asas organisasi, menyingkirkan asas-asas lain termasuk agama.
5. Subversif (Subversi): Tindakan, gerakan, atau niat yang bertujuan meruntuhkan, menggulingkan, atau menghancurkan tatanan kekuasaan dan institusi negara yang sah. Pada masa Orde Baru, istilah ini sering digunakan secara elastis untuk memenjarakan oposisi.
Chapter Sebelumnya
Chapter 2
KONTRADIKSI GLOBAL & KEUNIKAN LOKAL
Chapter Selanjutnya
Chapter 4
FORMALISME TANPA SUBSTANSI
Anda harus login atau daftar untuk mengirimkan komentar
Komentar (0)
Rekomendasi
Novel
Cinta Segitiga: Aku, Kamu dan Cicilan KPR
Cerpen
When I Was Your Man
Novel
Labirin Hati
Flash
Rindu di Balik Jendela
Novel
I LO(lea)VE YOU!
Cerpen
Manusia Dan Mesin
Novel
ISYARAT
Novel
Rumah Bertuah
Flash
Debu cinta di barang antik ,strategi hati yang terencana
Flash
Abi Hoyong Magnum, Pak!
Novel
Warisan Elfhaven: Petualangan Terlarang
Flash
Banjir yang Tidak Jadi Datang
Cerpen
Gadai Emas Bonus Cerita
Novel
Miss Travel Beauty
Novel
Larasuka
Novel
BACKPACKER GELIS
Flash
Masita
Novel
GARIS MERAH
Flash
Ulat
Flash
Sisa Diriku di Cermin