Daftar isi
#1
IDEOLOGI TAILOR-MADE
#2
KONTRADIKSI GLOBAL & KEUNIKAN LOKAL
#3
DARI ALAT PEMERSATU MENJADI ALAT KEKUASAAN
#4
FORMALISME TANPA SUBSTANSI
#5
KETUHANAN YANG BERSEKAT & KEMANUSIAAN YANG TEBANG PILIH
#6
PERSATUAN YANG DIPAKSA & KERAKYATAN DALAM BAYANG OLIGARKI
#7
KEADILAN SOSIAL YANG TERTINGGAL DI KERTAS
#8
MEREBUT KEMBALI HAK TAFSIR
#9
PISAU ANALISIS DAN NALAR KRITIS PUBLIK
#10
MEMUTUS RANTAI BANALITAS: PENDIDIKAN TANPA INDOKTRINASI
#11
JALAN PULANG KE PASAL 33
#12
KOMPAS YANG MENOLAK USANG
Apakah Anda akan menghapus komentar ini?
Apakah Anda akan menghapus komentar ini?
#4
FORMALISME TANPA SUBSTANSI
Bagikan Chapter
Chapter ini masih diperiksa oleh kurator
1. Simulacra (Simulakra): Teori filsafat dari Jean Baudrillard yang merujuk pada representasi atau salinan dari sesuatu yang aslinya tidak lagi memiliki referensi di dunia nyata; sebuah realitas semu/hiper-realitas di mana citra (simbol) dianggap lebih penting daripada kebenaran esensialnya.
2. Teknokrasi Nir-Etika: Sistem pemerintahan atau pembuatan kebijakan yang sepenuhnya didominasi oleh hitung-hitungan teknis, statistik, dan efisiensi mekanis (teknokrasi), namun mengabaikan landasan moral, kemanusiaan, dan keadilan sosial (nir-etika).
3. Banality of Evil (Banalitas Kejahatan): Konsep yang diperkenalkan oleh filsuf politik Hannah Arendt dalam bukunya Eichmann in Jerusalem (1963). Konsep ini menjelaskan bahwa kejahatan sistemik yang masif sering kali lahir bukan dari niat jahat yang fanatik, melainkan dari kepatuhan birokratis yang membabi buta, di mana pelaku berhenti berpikir kritis mengenai konsekuensi moral dari pekerjaannya.
2. Teknokrasi Nir-Etika: Sistem pemerintahan atau pembuatan kebijakan yang sepenuhnya didominasi oleh hitung-hitungan teknis, statistik, dan efisiensi mekanis (teknokrasi), namun mengabaikan landasan moral, kemanusiaan, dan keadilan sosial (nir-etika).
3. Banality of Evil (Banalitas Kejahatan): Konsep yang diperkenalkan oleh filsuf politik Hannah Arendt dalam bukunya Eichmann in Jerusalem (1963). Konsep ini menjelaskan bahwa kejahatan sistemik yang masif sering kali lahir bukan dari niat jahat yang fanatik, melainkan dari kepatuhan birokratis yang membabi buta, di mana pelaku berhenti berpikir kritis mengenai konsekuensi moral dari pekerjaannya.
Chapter Sebelumnya
Chapter 3
DARI ALAT PEMERSATU MENJADI ALAT KEKUASAAN
Chapter Selanjutnya
Chapter 5
KETUHANAN YANG BERSEKAT & KEMANUSIAAN YANG TEBANG PILIH
Anda harus login atau daftar untuk mengirimkan komentar
Komentar (0)
Rekomendasi
Novel
Cinta Segitiga: Aku, Kamu dan Cicilan KPR
Cerpen
When I Was Your Man
Novel
Labirin Hati
Flash
Rindu di Balik Jendela
Novel
I LO(lea)VE YOU!
Cerpen
Manusia Dan Mesin
Novel
ISYARAT
Novel
Rumah Bertuah
Flash
Debu cinta di barang antik ,strategi hati yang terencana
Flash
Abi Hoyong Magnum, Pak!
Novel
Warisan Elfhaven: Petualangan Terlarang
Flash
Banjir yang Tidak Jadi Datang
Cerpen
Gadai Emas Bonus Cerita
Novel
Miss Travel Beauty
Novel
Larasuka
Novel
BACKPACKER GELIS
Flash
Masita
Novel
GARIS MERAH
Flash
Ulat
Flash
Sisa Diriku di Cermin