Daftar isi
#1
IDEOLOGI TAILOR-MADE
#2
KONTRADIKSI GLOBAL & KEUNIKAN LOKAL
#3
DARI ALAT PEMERSATU MENJADI ALAT KEKUASAAN
#4
FORMALISME TANPA SUBSTANSI
#5
KETUHANAN YANG BERSEKAT & KEMANUSIAAN YANG TEBANG PILIH
#6
PERSATUAN YANG DIPAKSA & KERAKYATAN DALAM BAYANG OLIGARKI
#7
KEADILAN SOSIAL YANG TERTINGGAL DI KERTAS
#8
MEREBUT KEMBALI HAK TAFSIR
#9
PISAU ANALISIS DAN NALAR KRITIS PUBLIK
#10
MEMUTUS RANTAI BANALITAS: PENDIDIKAN TANPA INDOKTRINASI
#11
JALAN PULANG KE PASAL 33
#12
KOMPAS YANG MENOLAK USANG
Apakah Anda akan menghapus komentar ini?
Apakah Anda akan menghapus komentar ini?
#10
MEMUTUS RANTAI BANALITAS: PENDIDIKAN TANPA INDOKTRINASI
Bagikan Chapter
Chapter ini masih diperiksa oleh kurator
1. Freire, Paulo. Pedagogy of the Oppressed. Translated by Myra Bergman Ramos. New York: Continuum, 1970. Freire mengkritik sistem pendidikan tradisional yang ia sebut sebagai "banking concept of education", di mana guru menanamkan informasi ke dalam diri murid secara pasif, sehingga mematikan nalar kritis dan daya cipta.
2. Dewey, John. Democracy and Education: An Introduction to the Philosophy of Education. New York: Macmillan, 1916. Dewey berargumen bahwa pendidikan adalah proses sosial, dan sekolah harus menjadi miniatur masyarakat demokratis agar siswa dapat belajar berpartisipasi sebagai warga negara yang aktif.
3. Jackson, Philip W. Life in Classrooms. New York: Holt, Rinehart and Winston, 1968. Jackson adalah tokoh yang pertama kali mempopulerkan istilah "hidden curriculum" untuk menjelaskan nilai, norma, dan keyakinan tak tertulis yang dipelajari siswa dari lingkungan sosial sekolah dan masyarakat, di luar kurikulum formal.
4. Dewantara, Ki Hadjar. Karya Ki Hadjar Dewantara, Bagian I: Pendidikan. Yogyakarta: Majelis Luhur Persatuan Taman Siswa, 1962. Prinsip Ing ngarso sung tulodo (di depan memberi teladan) menekankan bahwa pendidikan karakter tidak bisa dipisahkan dari integritas moral dan keteladanan figur pemimpin atau pendidik.
2. Dewey, John. Democracy and Education: An Introduction to the Philosophy of Education. New York: Macmillan, 1916. Dewey berargumen bahwa pendidikan adalah proses sosial, dan sekolah harus menjadi miniatur masyarakat demokratis agar siswa dapat belajar berpartisipasi sebagai warga negara yang aktif.
3. Jackson, Philip W. Life in Classrooms. New York: Holt, Rinehart and Winston, 1968. Jackson adalah tokoh yang pertama kali mempopulerkan istilah "hidden curriculum" untuk menjelaskan nilai, norma, dan keyakinan tak tertulis yang dipelajari siswa dari lingkungan sosial sekolah dan masyarakat, di luar kurikulum formal.
4. Dewantara, Ki Hadjar. Karya Ki Hadjar Dewantara, Bagian I: Pendidikan. Yogyakarta: Majelis Luhur Persatuan Taman Siswa, 1962. Prinsip Ing ngarso sung tulodo (di depan memberi teladan) menekankan bahwa pendidikan karakter tidak bisa dipisahkan dari integritas moral dan keteladanan figur pemimpin atau pendidik.
Chapter Sebelumnya
Chapter 9
PISAU ANALISIS DAN NALAR KRITIS PUBLIK
Chapter Selanjutnya
Chapter 11
JALAN PULANG KE PASAL 33
Anda harus login atau daftar untuk mengirimkan komentar
Komentar (0)
Rekomendasi
Novel
Cinta Segitiga: Aku, Kamu dan Cicilan KPR
Cerpen
When I Was Your Man
Novel
Labirin Hati
Flash
Rindu di Balik Jendela
Novel
I LO(lea)VE YOU!
Cerpen
Manusia Dan Mesin
Novel
ISYARAT
Novel
Rumah Bertuah
Flash
Debu cinta di barang antik ,strategi hati yang terencana
Flash
Abi Hoyong Magnum, Pak!
Novel
Warisan Elfhaven: Petualangan Terlarang
Flash
Banjir yang Tidak Jadi Datang
Cerpen
Gadai Emas Bonus Cerita
Novel
Miss Travel Beauty
Novel
Larasuka
Novel
BACKPACKER GELIS
Flash
Masita
Novel
GARIS MERAH
Flash
Ulat
Flash
Sisa Diriku di Cermin