Pancasila yang Hilang Arah
#10
MEMUTUS RANTAI BANALITAS: PENDIDIKAN TANPA INDOKTRINASI
Bagikan Chapter
Chapter ini masih diperiksa oleh kurator
  • Bookmark Paragraf ini
  • 1. Freire, Paulo. Pedagogy of the Oppressed. Translated by Myra Bergman Ramos. New York: Continuum, 1970. Freire mengkritik sistem pendidikan tradisional yang ia sebut sebagai "banking concept of education", di mana guru menanamkan informasi ke dalam diri murid secara pasif, sehingga mematikan nalar kritis dan daya cipta.

    2. Dewey, John. Democracy and Education: An Introduction to the Philosophy of Education. New York: Macmillan, 1916. Dewey berargumen bahwa pendidikan adalah proses sosial, dan sekolah harus menjadi miniatur masyarakat demokratis agar siswa dapat belajar berpartisipasi sebagai warga negara yang aktif.

    3. Jackson, Philip W. Life in Classrooms. New York: Holt, Rinehart and Winston, 1968. Jackson adalah tokoh yang pertama kali mempopulerkan istilah "hidden curriculum" untuk menjelaskan nilai, norma, dan keyakinan tak tertulis yang dipelajari siswa dari lingkungan sosial sekolah dan masyarakat, di luar kurikulum formal.

    4. Dewantara, Ki Hadjar. Karya Ki Hadjar Dewantara, Bagian I: Pendidikan. Yogyakarta: Majelis Luhur Persatuan Taman Siswa, 1962. Prinsip Ing ngarso sung tulodo (di depan memberi teladan) menekankan bahwa pendidikan karakter tidak bisa dipisahkan dari integritas moral dan keteladanan figur pemimpin atau pendidik.
    Chapter Sebelumnya
    Chapter 9
    PISAU ANALISIS DAN NALAR KRITIS PUBLIK
    Chapter Selanjutnya
    Chapter 11
    JALAN PULANG KE PASAL 33