Novel
Genre →
Asam Garam Kehidupan
Mulai membaca
Telah selesai
Gratis untuk dibaca
Novel ini masih diperiksa oleh kurator
Blurb
Perjalanan hidup Bara Fathan bukan sekadar kisah tentang seorang pemuda desa, melainkan sebuah pencarian makna di bawah hamparan kitab alam semesta.

Dimulai dari kepekaan batinnya membaca isyarat embun dan angin, Bara menempa diri melalui disiplin silat dan tasawuf yang mendalam di Pondok Pesantren Al-Fanan. Namun, ketenangan hidupnya diuji ketika badai modernisasi dan fitnah keji dari luar mencoba merobohkan akar kerukunan desanya.

Di tengah badai asam garam kehidupan tersebut, ia menemukan keteguhan lewat dukungan seorang wanita sholehah bernama Fathia Samaira. Bersama, mereka memaknai setiap ujian sebagai Sibghah Allah—celupan kasih sayang Ilahi yang membentuk jiwa yang tangguh.

Sebuah novel spiritual dan pencarian jati diri yang menyentuh hati, tentang bagaimana alam, kesabaran, dan cinta sejati berpadu menuntun manusia pulang menuju ridha-Nya.
Tokoh Utama
Bara Fathan
Fathia Samaira
#1
Embun Pertama di Ujung Daun
#2
Semburat Sinar dan Nafas Kehidupan
#3
Menghitung Detik di Bawah Pohon Rindang
#4
Bayangan Senja dan Irama Alam
#5
Siklus Abadi Semai Pertama
#6
Langkah Pertama Menuju Gerbang Cahaya
#7
Pertemuan di Bawah Naungan Kitab Kuning
#8
Bayangan Ilmu di Tengah Hari yang Terik
#9
Diskusi Senja di Tepi Kolam Ikan
#10
Malam Tafakur di Kamar Santri
#11
Keheningan Dini Hari di Tepi Sungai
#12
Fajar, Embun, dan Pelajaran Tasawuf Dasar
#13
Panasnya Siang dan Keteguhan Akar
#14
Semburat Senja dan Buku Catatan Hati
#15
Malam Penuh Bintang dan Lembar Perenungan
#16
Embun Pagi dan Ujian Kedewasaan
#17
Diskusi di Bawah Rindangnya Pohon Sawo
#18
Terik Siang dan Titik Balik Pikiran
#19
Lembayung Senja dan Batas Garis Pergaulan
#20
Malam Tafakur dan Penguatan Niat
#21
Langit Senja dan Transisi Usia Dewasa
#22
Malam Keputusan dan Ikatan Batin Suci
#23
Tirakat Sunyi di Sepertiga Malam
#24
Embun Pagi dan Latihan Fisik Dasar
#25
Terik Matahari dan Ujian Ketahanan Raga
#26
Bayangan Senja dan Gerak Bayangan Silat
#27
Malam Perenungan Energi dan Jiwa
#28
Arus Sungai di Dini Hari
#29
Kabut Pagi dan Kelenturan Gerak
#30
Panas Siang dan Kekuatan Akar
#31
Angin Sore dan Respon Kilat
#32
Malam Penyempurnaan Gerak Bayangan
#33
Isyarat Embun di Ujung Daun
#34
Membaca Arah Angin dan Gerak Manusia
#35
Panas Terik dan Ketajaman Intuisi Sosial
#36
Senja dan Isyarat Perubahan Zaman
#37
Malam Refleksi Ketajaman Batin
#38
Fajar Produktif dan Ragam Keterampilan
#39
Retorika Pagi dan Seni Berkomunikasi
#40
Siang Pengabdian dan Pemecahan Masalah Warga
#41
Senja Sastra dan Kelembutan Seni
#42
Malam Rangkuman Talenta dan Syukur
#43
Diskusi Senja di Serambi Pesantren
#44
Malam Transisi Menuju Badai Kehidupan
#45
Pagi yang Terusik oleh Kehadiran Asing
#46
Siang Hari dan Rapat Darurat Warga
#47
Sore Penetrasi Kepentingan Kapital
#48
Diskusi Malam di Serambi Pesantren
#49
Kewaspadaan Dini Hari Menghadapi Badai
#50
Pagi Penuh Kecurigaan dan Isu Miring
#51
Siang Hari dan Ujian Integritas di Balai Warga
#52
Sore yang Kelabu dan Goyahnya Kepercayaan
#53
Malam Pertemuan Rahasia dan Desas-Desus
#54
Dini Hari di Batas Kesabaran
#55
Titik Nadir di Kesunyian Malam
#56
Sujud Panjang di Sepertiga Malam
#57
Fajar yang Membawa Ketenangan Batin
#58
Pertemuan Singkat di Pagi Hari yang Teduh
#59
Refleksi Badai dan Buku Catatan Hati
#60
Pagi Strategi dan Pikiran yang Jernih
#61
Siang Hari dan Pengumpulan Bukti Tersembunyi
#62
Sore Hari di Bawah Naungan Kepastian
#63
Malam Konsolidasi Pemuda Desa
#64
Dini Hari Penyerahan Diri kepada Sang Pemilik Rencana
#65
Siang Hari Terbukanya Tabir Kebenaran
#66
Sore Rekonsiliasi dan Kekokohan Akar Kehidupan
#67
Fajar Tauhid dan Makna Sibghah Allah
#68
Pagi Pengabdian dan Pembersihan Hati
#69
Siang Perenungan Roda Takdir
#70
Sore Pengakuan dan Restu Sang Guru
#71
Malam Penyerahan Hati kepada Sang Pemilik Cinta
#72
Fajar Niat yang Suci
#73
Pagi Persiapan dan Restu Keluarga
#74
Pertemuan Terhormat di Siang Hari
#75
Jawaban yang Menyejukkan di Sore Hari
#76
Malam Syukur dan Doa Harapan
#77
Pagi Gotong Royong dan Persiapan Tempat
#78
Siang Gladi Bersih dan Ketenangan Jiwa
#79
Sore Tinjauan Akhir di Bawah Langit Jingga
#80
Malam Penyerahan Diri dan Munajat Panjang
#81
Fajar Penuh Berkah Menyongsong Hari Akad
#82
Pagi Sakral di Serambi Utama Pesantren
#83
Siang Hari dan Lembaran Baru Rumah Tangga
#84
Sore Megah di Bukit Harapan
#85
Syukuran Warga dan Harmoni Pedesaan
#86
Senja Pertama di Bukit Harapan
#87
Lembaran Baru di Rumah Kecil
#88
Cinta Sebagai Anugerah Terindah
Kamu harus masuk terlebih dahulu untuk mengirimkan ulasan, Masuk
Belum ada Ulasan
Disukai
0
Dibaca
733
Tentang Penulis
Amrullah Ibrahim
Seorang yang suka berpikir imajiner dan suka membaca cerita fiksis
Bergabung sejak 2026-07-30
Telah diikuti oleh 23 pengguna
Sudah memublikasikan 70 karya
Menulis lebih dari 3,651,470 kata pada novel
Rekomendasi dari
Rekomendasi