Apakah kamu akan memberikan Novel ke ?
Berikan Novel ini kepada temanmu
Masukan nama pengguna
Novel ini masih diperiksa oleh kurator
Blurb
Kehilangan anak pertama dan rongrongan mertuanya yang tiada berhenti mengusik kehidupan rumah tangga yang sedang ia bangun, membuat Mariyam nekat meninggalkan kampung halaman, mengabaikan larangan suaminya.
Merantau dia ke sebuah desa yang belum pernah dia jamah, membawa anak keduanya yang baru beberapa bulan lahir ke dunia, beserta suaminya yang terpaksa ikut.
Seorang diri dia membesarkan anak-anaknya di sana, suami yang dulu dia cinta, yang membuatnya jatuh cinta karena kelembutan suaranya kala melantunkan adzan, telah lenyap karisma dan tanggung jawabnya, berubah menjadi lelaki brengsek yang cuman tau berjudi kartu dan berfoya-foya.
Berpuluh tahun dia berjuang, membina keluarga, menyejahterakan anak-anaknya, memberikan pendidikan yang layak. Dan ketika dirasa tugasnya sebagai Ibu tunai, anaknya yang lain pergi meninggalkannya. Mengadu ia pada Tuhan, "Kenapa kau biarkan aku mengalami kehilangan ini terus-menerus? Tak bisakah kau cabut nyawaku lebih dulu dibanding mereka? Tak kuasa aku jika harus mendengarkan kabar kematian mereka satu per satu."
Berkata ia pada sahabatnya, "Kupikir Tuhan telah menganggapku layak menjadi seorang ibu, tetapi melihat nasib anak-anakku rasanya tidak seperti itu. Aku ini memang ibu yang buruk, pantas Tuhan memperingatkanku di awal-awal pernikahan. Dan aku dengan sombongnya malah mengabaikan itu semua, menambah-nambah anak yang akhirnya bernasib sama seperti pendahulunya."
Merantau dia ke sebuah desa yang belum pernah dia jamah, membawa anak keduanya yang baru beberapa bulan lahir ke dunia, beserta suaminya yang terpaksa ikut.
Seorang diri dia membesarkan anak-anaknya di sana, suami yang dulu dia cinta, yang membuatnya jatuh cinta karena kelembutan suaranya kala melantunkan adzan, telah lenyap karisma dan tanggung jawabnya, berubah menjadi lelaki brengsek yang cuman tau berjudi kartu dan berfoya-foya.
Berpuluh tahun dia berjuang, membina keluarga, menyejahterakan anak-anaknya, memberikan pendidikan yang layak. Dan ketika dirasa tugasnya sebagai Ibu tunai, anaknya yang lain pergi meninggalkannya. Mengadu ia pada Tuhan, "Kenapa kau biarkan aku mengalami kehilangan ini terus-menerus? Tak bisakah kau cabut nyawaku lebih dulu dibanding mereka? Tak kuasa aku jika harus mendengarkan kabar kematian mereka satu per satu."
Berkata ia pada sahabatnya, "Kupikir Tuhan telah menganggapku layak menjadi seorang ibu, tetapi melihat nasib anak-anakku rasanya tidak seperti itu. Aku ini memang ibu yang buruk, pantas Tuhan memperingatkanku di awal-awal pernikahan. Dan aku dengan sombongnya malah mengabaikan itu semua, menambah-nambah anak yang akhirnya bernasib sama seperti pendahulunya."
Tokoh Utama
Mariyam
Ali
Putra Majua
Nenek Piyah
Ulasan kamu
Ulasan kamu akan ditampilkan untuk publik, sedangkan bintang hanya dapat dilihat oleh penulis
Apakah kamu akan menghapus ulasanmu?
Disukai
0
Dibaca
231
Tentang Penulis
Azrai Putra Barumun Daulay
Penulis hebat (belum)
Bergabung sejak 2026-07-02
Telah diikuti oleh 11 pengguna
Sudah memublikasikan 1 karya
Menulis lebih dari 56,252 kata pada novel
Rekomendasi dari Drama
Novel
KKPK London Im Coming
Mizan Publishing
Novel
Mariyam dan Ali
Azrai Putra Barumun Daulay
Novel
Story With My Best Friend
Rara Rahilah
Novel
Dan Si Tragedi Itu Bercerita
Nayla F.M.
Novel
Lapar di Balik Lamborghini
Suwito Sarjono
Cerpen
SIMFONI HITAM
Ezra Jo
Skrip Film
Bintang SMA 105
Yorandy Milan Soraga
Cerpen
(Bukan) Anak Haram
Husni Magz
Cerpen
Simfoni Sunyi di Ujung Napas
Ezra Jo
Flash
Rahasia
Ejas Intan
Flash
Sebentar, Nak, Ada yang Belum Pulih
Atsuka D
Skrip Film
Beauty And The Boss
Herlan Herdiana
Flash
Dokter Muda
Herman Siem
Novel
We Need Shelter
winda aprillia
Flash
It's My Tackle
Sugiadi Azhar
Rekomendasi