Sebentar, Nak, Ada yang Belum Pulih

Seorang anak termenung tak mengerti. Sementara seorang ibu lemah tak berdaya setelah menjelaskan banyak hal, tapi tak seorangpun percaya. Sebuah CCTV diputar berulang-ulang, setiap kali sang ibu menjelaskan. CCTV itu mengantarnya pada sebuah ruangan berjeruji. Hanya satu yang didengarkan dari sekian banyak penjelasan.

“Suami saya sudah meninggal. Saya sudah tidak punya saudara lagi untuk mengurus anak saya yang masih kecil.”

Sang anak yang tengah haus, meronta dalam gendongan saat memasuki ruangan berjeruji.

“Kenapa ibu mencuri susu?” tanya sang anak dengan bahasa yang hanya ibu itu yang mengerti.

“Karena ibu tidak ingin kamu menangis. Satu-satunya cara adalah kamu harus minum susu.”

“Tapi sekarang, jangankan susu, aku tidak bisa minum air putih, Bu.”

Dari balik jeruji, mereka menyaksikan seorang wanita bergaun cantik dan mahal melenggang keluar jeruji setelah beberapa jam dijebloskan ke penjara. Berita viralnya sempat ibu lihat tadi pagi. Dalam hati, dia berdoa, “semoga tiga hari lagi aku akan keluar seperti wanita itu.”

Sialnya, tak ada tanda-tanda doanya dikabulkan. Ia tetap menggendong sang anak yang selalu menangis hebat. Sementara wanita bergaun cantik itu kian terkenal karena diundang diberbagai acara.

3 disukai 923 dilihat
Suka
Bagikan
Anda harus login atau daftar untuk mengirimkan komentar
Saran Flash Fiction