Apakah kamu akan memberikan Novel ke ?
Berikan Novel ini kepada temanmu
Masukan nama pengguna
Blurb
Nadia hanya ingin liburan singkat di Kampung Suryaningrum untuk mengusir sepi, karena suaminya terlalu sibuk dan jarang pulang. Di sana, ia bertemu Raka — duda pemilik bengkel yang dingin, terluka oleh masa lalu istrinya yang kabur meninggalkan hutang dan dua anak.
Awalnya mereka hanya saling mengenal, namun perhatian kecil tumbuh menjadi cinta terlarang. Nadia tahu ini salah, Raka pun mencoba menjauh, tapi hati tak bisa diatur. Saat rahasia mereka terbongkar, Nadia terkurung di rumah dan Raka jadi bahan gunjingan kampung. Bisakah mereka berhenti sebelum segalanya hancur?
Awalnya mereka hanya saling mengenal, namun perhatian kecil tumbuh menjadi cinta terlarang. Nadia tahu ini salah, Raka pun mencoba menjauh, tapi hati tak bisa diatur. Saat rahasia mereka terbongkar, Nadia terkurung di rumah dan Raka jadi bahan gunjingan kampung. Bisakah mereka berhenti sebelum segalanya hancur?
Tokoh Utama
Nadia Pramesti
Raka Pradipta
#1
Chapter 1 Pulang untuk Menenangkan Diri
#2
Chapter 2 Duda dan Dua Anak
#3
Chapter3 Perhatian Kecil yang Tak Diinginkan
#4
Chapter 4 Benih di Hati yang Salah
#5
Chapter 5 Diam-Diam Berharap
#6
Chapter 6 Tembok Es Retak
#7
Chapter 7: Titik Balik
#8
Chapter 8: Rahasia yang Terungkap
#9
Chapter 9 Langkah Tersembunyi
#10
Chapter 10 Cinta yang Tertunda
#11
Chapter 11 Rasa yang Tak Terucap
#12
Chapter 12 Pertaruhan
#13
Chapter 13 Rahasia yang Terungkap
#14
Chapter 14 Terperangkap
#15
Chapter 15 Pencarian Diri
#16
Chapter 16 Tumpulnya Harapan
#17
Chapter 17: Titik Nadir
#18
Chapter18 Pemilihan
#19
Chapter 19 Terpatahkan
#20
Chapter 20 Dilema yang Terbuka
#21
Chapter 21 : Akar Masalah
#22
Chapter 22 Tembok yang Kembali Kokoh
#23
Chapter 23 Pilihan yang Pahit
#24
Chapter 24 Kedamaian yang Palsu
Ulasan kamu
Ulasan kamu akan ditampilkan untuk publik, sedangkan bintang hanya dapat dilihat oleh penulis
Apakah kamu akan menghapus ulasanmu?
Disukai
6
Dibaca
401
Tentang Penulis
Risti Windri Pabendan
Halo, aku Windri Pabendan . Aku seorang penulis yang suka menuangkan imajinasi ke dalam cerita. Menulis bagiku bukan sekadar hobi, tapi juga cara untuk berbagi dunia, perasaan, dan mimpi dengan orang lain.
Aku suka mengeksplorasi berbagai genre, mulai dari genre Komedi, fantasi, romance, slice of life, thriller dan horor, tapi tetap menulis dengan gaya yang sederhana, hangat, dan menyentuh hati.
Buatku, setiap kata adalah perjalanan, dan setiap cerita punya jiwa. Aku berharap karyaku bisa menemani, menghibur, atau bahkan menginspirasi orang yang membacanya.
Aku suka mengeksplorasi berbagai genre, mulai dari genre Komedi, fantasi, romance, slice of life, thriller dan horor, tapi tetap menulis dengan gaya yang sederhana, hangat, dan menyentuh hati.
Buatku, setiap kata adalah perjalanan, dan setiap cerita punya jiwa. Aku berharap karyaku bisa menemani, menghibur, atau bahkan menginspirasi orang yang membacanya.
Bergabung sejak 2025-08-15
Telah diikuti oleh 231 pengguna
Sudah memublikasikan 77 karya
Menulis lebih dari 156,262 kata pada novel
Rekomendasi dari Sejarah
Novel
Hati yang Tak Seharusnya Singgah
Risti Windri Pabendan
Novel
Kolecer & Hari Raya Hantu
Mizan Publishing
Novel
Berbagi Hati
Noura Publishing
Novel
Di Balik Gerbang
Bentang Pustaka
Cerpen
Kelopak Merah
Adinda Amalia
Novel
Senja Di Pantai
sukadmadji
Novel
Kisah Horor Pendakian Gunung Dempo
ahmad ridwan
Novel
Sang Kiai
Imajinasiku
Flash
Kalah Sebagai Manusia
Aneidda
Novel
Bersalah Sebelum Bernapas
Temu Sunyi
Novel
KISAHKU: LUNA
Deviannistia Suyonoputri
Novel
Dua Puluh Lima Tahun
Khatulistiwa
Novel
KAU, AKU DAN GELORA REVOLUSI
Akhmad Faizal Reza
Cerpen
Ayah Selalu Dikejar Anjing
Lian lubis
Novel
Tawarikh Nusantara - Kitab Ketiga: Benteng Terakhir
Kingdenie
Rekomendasi
Novel
Bronze
Hati yang Tak Seharusnya Singgah
Risti Windri Pabendan
Cerpen
Bronze
Bayangan di Benteng Batupasi
Risti Windri Pabendan
Cerpen
Bronze
Chat yang Tak Pernah Terkirim
Risti Windri Pabendan
Flash
Bronze
Pesan Terakhir
Risti Windri Pabendan
Flash
Bronze
Hujan di Balkon
Risti Windri Pabendan
Flash
Bronze
Kopi Pahit di Kantin
Risti Windri Pabendan
Flash
Bronze
Mantra Pelakor
Risti Windri Pabendan
Flash
Bronze
Gudang Belakang Rumah Kakek
Risti Windri Pabendan
Flash
Bronze
Kurir vs Emak-emak
Risti Windri Pabendan
Flash
Bronze
Di Antara Dua Hati
Risti Windri Pabendan
Flash
Bronze
Panggilan Telepon Tengah Malam
Risti Windri Pabendan
Flash
Bronze
Janji di Stasiun
Risti Windri Pabendan
Flash
Bronze
Lampu Minyak di Kuburan
Risti Windri Pabendan
Flash
Bronze
Bangku Taman yang Sama
Risti Windri Pabendan
Cerpen
Bronze
Tau-Tau yang Tersenyum
Risti Windri Pabendan