Apakah kamu akan memberikan Novel ke ?
Berikan Novel ini kepada temanmu
Masukan nama pengguna
Novel ini masih diperiksa oleh kurator
Blurb
Di tengah peralihan antara hujan yang enggan pergi dan kemarau yang belum sepenuhnya tiba, dua hati tersesat dalam jeda yang sunyi. Di Antara Dua Musim menelusuri perasaan yang ragu untuk tumbuh dan kenangan yang enggan luruh. Sebuah kisah tentang pilihan, penantian, dan keberanian untuk melangkah—meski musim belum sepenuhnya berpihak.
Raya masih belajar mengikhlaskan rasa yang pernah tumbuh diam-diam, sementara Egi hadir sebagai keteduhan yang tak banyak bicara tapi selalu ada. Keduanya terikat dalam percakapan-percakapan kecil di Kopitaloka, di antara aroma kopi dan gema puisi yang tak selesai dibaca. Tanpa disadari, ada kehangatan baru yang mulai menyusup di sela kehampaan.
Raya masih belajar mengikhlaskan rasa yang pernah tumbuh diam-diam, sementara Egi hadir sebagai keteduhan yang tak banyak bicara tapi selalu ada. Keduanya terikat dalam percakapan-percakapan kecil di Kopitaloka, di antara aroma kopi dan gema puisi yang tak selesai dibaca. Tanpa disadari, ada kehangatan baru yang mulai menyusup di sela kehampaan.
Tokoh Utama
Raya Amara Pradipta
Farelan Egi Wirantara
Sena Ardani
Karya yang Terhubung
#1
ACT I, Scene I - Raya Amara Pradipta
#2
Di Antara Kata-Kata yang Belum Tersampaikan
#3
Di Bawah Lampu Temaram Kopitaloka
#4
Kiriman Badai Dari Denting Smaradhana
#5
Kopi, Tawa, dan Sedikit Lupa
#6
Sore yang Terlambat Disadari
#7
Lelaki yang Tidak Punya Nama
#8
Apa yang Tidak Kamu Katakan
#9
END of ACT I
#10
ACT II, SCENE I -- Farelan Egi Wirantara
#11
PETA DI ANTARA BUKU DAN TUGAS
#12
MANUAL BREW DAN MANUAL LIFE
#13
POSTER KECIL DI TIANG LISTRIK
#14
PINTU BERNAMA KOPITALOKA
#15
LATTE SALAH DAN BUKU KELIRU
#16
RANCANGAN KATA-KATA
#17
GETAR YANG TAK TERUCAP
#18
BAYANG-BAYANG YANG TAK TERLIHAT
#19
TANDA YANG DIBACA DARI SENYUM
#20
LANGIT YANG AMBRUK DALAM DIAM
#21
END OF ACT II
#22
ACT III, SCENE I -- The Closure
#23
PERCAKAPAN DI ANTARA DUA CANGKIR KOPI
#24
LANGKAH KECIL KE ARAH MATAHARI
#25
END OF ACT III -- End of the Drama
Ulasan kamu
Ulasan kamu akan ditampilkan untuk publik, sedangkan bintang hanya dapat dilihat oleh penulis
Apakah kamu akan menghapus ulasanmu?
Disukai
5
Dibaca
197
Tentang Penulis
Indra Afriza Arsad
Sebagai seorang penyair, saya kadang juga menulis cerpen, novella, apa pun yang membuat saya mampu untuk membeli roti dan kopi
Bergabung sejak 2026-06-13
Telah diikuti oleh 27 pengguna
Sudah memublikasikan 12 karya
Menulis lebih dari 62,717 kata pada novel
Rekomendasi dari Romantis
Novel
Linea Recta
tianyan
Novel
Sakanpari: Tempat Kita Pernah Ada
Indra Afriza Arsad
Novel
Di Antara Dua Musim
Indra Afriza Arsad
Cerpen
Satu Pagi Di Kopitaloka
Indra Afriza Arsad
Novel
MisStar
Envy (Yo Wes Ben)
Novel
My Pilot Loveholic
San
Novel
Mei
Sitikamilapdmanagara
Flash
Pria Dalam Lemari
Best Siallagan
Flash
Tentang Hujan dan Lentera yang Bersandar di Samping Jendela
Muhammad Hamdan Mukafi (Emhaf)
Novel
RAYHAN MAHAWIRA
starss
Novel
The Last Letter To You
Ayu fazira
Novel
Sementara
Mega Rohayana
Flash
Tanda Tangan
Haru Wandei
Flash
Di Kereta: Kursi Kita
Sena N. A.
Flash
Bahasa Cinta Azra
Hans Wysiwyg
Rekomendasi
Cerpen
Selembar Puisi Di Musim Hujan
Indra Afriza Arsad
Cerpen
Bronze
Satu Pagi Di Kopitaloka
Indra Afriza Arsad
Novel
Sakanpari: Tempat Kita Pernah Ada
Indra Afriza Arsad
Novel
Bronze
Di Antara Dua Musim
Indra Afriza Arsad
Flash
Pemburu Capung
Indra Afriza Arsad
Cerpen
Bronze
Untuk Yang Pernah Diam
Indra Afriza Arsad
Cerpen
Kopitaloka: Rumah Yang Kebetulan Menjual Kopi
Indra Afriza Arsad
Novel
Hujan Pertama Di Musim Semi (Buku I: Bramanta)
Indra Afriza Arsad
Flash
N-P-D
Indra Afriza Arsad
Flash
Mei
Indra Afriza Arsad
Novel
Bronze
Penjaga Suara Yang Hilang
Indra Afriza Arsad