Pemburu Capung
Aksi
Seorang pria duduk di kursi kulit hitam. Di belakangnya, bendera tanpa negara—hanya lingkaran merah gelap, dengan gambar capung warna putih dipotong dengan garis hitam melintang –menyiratkan penebasan untuk semua harapan.
Tangan pria itu memegang foto lusuh. Seorang perempuan muda, rambut panjang, wajah ketakutan, berdiri di depan rumah tua.
"Temukan dia," katanya. "Aku takkan biarkan bunga itu tumbuh tanpa kendali."
Suka
Favorit
Bagikan
Anda harus login atau daftar untuk mengirimkan komentar
Komentar (0)
Rekomendasi dari Aksi
Flash
Pemburu Capung
Indra Afriza Arsad
Flash
Sebatang Paku
Hans Wysiwyg
Novel
The Young Elites
Mizan Publishing
Flash
Play Game
Fitri Handayani Siregar
Novel
belati dan verisai
SAKSI PENA
Flash
Happy Wedding
Ron Nee Soo
Flash
World War Samurai
Silvarani
Flash
Secangkir Cokelat Panas
Reveniella
Flash
Kuda Delman
Dinda Kusuma Ati
Cerpen
ARKA DAN MALAM PENUH AKSI
Penulis N
Flash
Fujian
Anggoro Gunawan
Flash
Desa Naga Api
Silvarani
Cerpen
Pusaka Mak Untuk Ibu Pertiwi
Arin Dhiya
Novel
Obituari Sang Mafia
Galih Aditya
Flash
Susuk Janda Muda Pemikat Mertua
Wafa Nabila
Rekomendasi
Flash
Pemburu Capung
Indra Afriza Arsad
Novel
Bronze
Sakanpari: Tempat Kita Pernah Ada
Indra Afriza Arsad
Novel
Bronze
Hujan Pertama Di Musim Semi (Buku I: Bramanta)
Indra Afriza Arsad
Novel
Bronze
Penjaga Suara Yang Hilang
Indra Afriza Arsad
Novel
Bronze
Di Antara Dua Musim
Indra Afriza Arsad
Cerpen
Selembar Puisi Di Musim Hujan
Indra Afriza Arsad
Flash
Mei
Indra Afriza Arsad
Flash
N-P-D
Indra Afriza Arsad
Flash
Topeng
Indra Afriza Arsad
Cerpen
Bronze
Satu Pagi Di Kopitaloka
Indra Afriza Arsad
Cerpen
Kopitaloka: Rumah Yang Kebetulan Menjual Kopi
Indra Afriza Arsad
Flash
Jarak
Indra Afriza Arsad
Cerpen
Bronze
Untuk Yang Pernah Diam
Indra Afriza Arsad