Flash Fiction
Disukai
0
Dilihat
21
Mei
Drama
Flash Fiction ini masih diperiksa oleh kurator

Terminal Citeureup basah sejak sore. Hujan menggantung di udara seperti dendam yang belum sempat jatuh. Di ujung bangku besi yang catnya mengelupas, seorang perempuan duduk dengan tubuh membungkus kehidupan kecil dalam selimut lusuh. Putri kecilnya tertidur, pipinya basah bukan karena tangis, tapi karena udara yang terlalu dingin untuk jam segini.

Ia menggenggam gagang koper di satu tangan, dan menekan kantuk dengan tangan lainnya.

Namanya, di kota ini, tak akan ada yang tahu. Nama itu tertinggal di kota sebelumnya—bersama rumah sewa sempit, seprai sobek, dan lelaki yang tak bisa lagi disebut sebagai manusia. Di tempat terpencil ini orang-orang hanya akan mengenalnya dengan panggilan: Mei. Sebait nama untuk memperingati sebuah tragedi.

Di tempat terpencil ini, dengan segala daya dan upaya, dia akan memulai ulang hidupnya.

Suka
Favorit
Bagikan
Anda harus login atau daftar untuk mengirimkan komentar
Komentar (0)
Rekomendasi dari Drama
Rekomendasi